Gunawan Handoko : Mahasiswa Harus Paham Literasi

Must Read

Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana Korupsi yang Melibatkan Wagub Lampung

Jagakampung, Lampung - Hidup Masyarakat Lampung..!! Hidup Mahasiswa..!! Meski Langit Runtuh Keadilan Harus Tetap Di tegakkan..!! Demikian teriakan yel-yel para Pendemo...

IPW : Hukum Mati Oknum KPK Terduga Pemerasan Walikota Tanjungbalai

Jagakampung, Jakarta - Kasus dugaan pemerasan Rp 1,5 miliar yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Polri terhadap...

Panglima TNI Bersama Kapolri Tinjau Vaksinasi Drive Thru Di Bali

Jagakampung.com, Bali - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal...

LSM Garda Patriot Bersatu Kab. Bekasi Berbagi Takjil Di Bulan Suci Ramadhan

Jagakampung.com, Kab.Bekasi -Bulan Suci Ramadhan bagi umat muslim merupakan bulan yang penuh berkah, penuh dengan rahmat dan ampunan serta...

Proyek Urugan Lahan Diduga Langgar Aturan, Jalan Baru Underpass Licin Dan Berdebu

Jagakampung.com, Kota Bekasi - Maraknya pembangunan di tengah perkotaan seharusnya dapat diimbangi dengan berbagai aturan dan peraturan yang telah...

Jagakampung.com, Lampung – Berdasarkan hasil penelitian UNESCO tahun 2020 menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih sangat memprihatinkan, yakni hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1000 orang Indonesia hanya satu orang yang rajin membaca. Demikian halnya dengan minat baca mahasiswa Indonesia masih rendah di banding dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapora dan Thailand. 

Aktifitas para pelajar dan mahasiswa untuk memanfaatkan perpustakaan yang ada di sekolah dan di kampus – termasuk di Pondok Pesantren – masih sangat kurang. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komunitas Minat Baca Indonesia (KMBI) provinsi Lampung, Gunawan Handoko saat menjadi narasumber pada acara Pelatihan Manajemen Perpustakaan Pondok Pesantren di Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, kemarin Kamis (25/3).

Namun demikian menurut Gunawan Handoko, kesalahan tidak bisa ditimpakan sepenuhnya kepada mahasiswa. Rendahnya minat baca para mahasiswa tidak terlepas dari sistem pendidikan yang diterapkan di jenjang pendidikan sebelumnya, yakni sejak tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.

”Sistem pembelajaran di Indonesia selama ini belum membuat siswa merasa harus membaca buku lebih banyak dari apa yang disiapkan di sekolah”, ungkap Gunawan Handoko seraya menambahkan bahwa selama ini buku pelajaran untuk para siswa sudah ditentukan oleh pihak sekolah, mulai dari judul, pengarang dan penerbitnya.

Akibatnya para siswa maupun orang tua tidak merasa perlu lagi mencari informasi tambahan atau pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan di sekolah. Hal lain menurut pakdhe – panggilan akrab Gunawan Handoko, dorongan dari para guru agar para siswa membaca buku secara rutin juga sangat kurang. Sementara perpustakaan sekolah yang seharusnya menjadi tempat bagi para siswa untuk mencari bahan bacaan tambahan, justru keberadaannya sangat kurang menarik.

WAJIB BACA :  Satpol PP Kota Bekasi Gelar Apel Gabungan Sosialisasi PPKM

Selain jumlah bukunya yang terbatas, suasana ruangan yang ada juga kurang mendukung. ”Rendahnya minat baca para siswa ini ternyata berlanjut sampai di tingkat Perguruan Tinggi”, ujarnya seraya mengajak untuk melihat data kunjungan yang ada di perpustakaan, berapa banyak jumlah mahasiswa yang berkunjung setiap harinya. Lalu bandingkan dengan jumlah seluruh mahasiswa yang ada di kampus tersebut.

WAJIB BACA :  YKTM Belum Pernah Tanda Tangani Perjanjian Apapun Dengan PT AJS

Perpustakaan baru terlihat ramai di saat menjelang ujian karena banyak mahasiswa mencari sumber referensi dari buku ataupun untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen.

Di hari-hari biasa, sebagian mahasiswa lebih banyak menggunakan teknologi internet dibandingkan dengan membaca buku. Padahal faktanya membaca buku atau literatur sumber referensi justru sangat penting bagi mahasiswa. Tanpa sadar, mahasiswa sekarang pada umumnya lebih banyak diperalat oleh teknologi, ujarnya. Untuk itu dirinya mengajak para mahasiswa dari prodi S1 Perpustakaan dan Informasi dan pustakawan dari Pondok Pesantren yang mengikuti acara pelatihan agar memahami tentang literasi secara utuh dan benar serta mengelola perpustakaan secara profesional.

”Ilmu pengetahuan yang berkembang secara cepat tidak mungkin lagi dapat dikuasai melalui proses mendengar atau transisi dari seseorang. Hampir 90 persen pengetahuan berasal dari membaca”, ujarnya. Secara khusus Gunawan Handoko yang juga Penasehat Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Lampung memberi apresiasi terhadap kehadiran peserta pelatihan dari kalangan Pondok Pesantren. Menurutnya pembudayaan gemar membaca perlu digalakkan di semua elemen masyarakat dan lembaga pendidikan, termasuk lembaga Pondok Pesantren melalui berbagai cara dan strategi dengan disesuaikan kurikulum yang ada.

WAJIB BACA :  Pemda Langgar UU Administrasi Pemerintahan Bila Gunakan Peraturan Dewan Pers

Maka sangatlah tepat jika Pondok Pesantren melakukan gerakan literasi melalui pemberdayaan perpustakaan yang di kelola secara professional agar dapat melayani peserta didik pada pendidikan kesetaraan yang dilaksanakan di lingkungan pendidikan Pondok Pesantren tersebut.

Pada acara yang sama para peserta juga mendapatkan materi tentang manajemen pengelolaan Perpustakaan yang disampaikan oleh pustakawan madya dari Universitas Lampung, Sumarno. Menurutnya di dalam manajemen perpustakaan terdapat beberapa fungsi yang harus dijalankan, antara lain perencanaan yang merupakan titik awal kegiatan perpustakaan yang harus di susun dengan baik.

“Perencanaan ini sangat berguna untuk memberikan arah dan menjadi standar kerja dan menjadi kerangka pemersatu serta membantu memperkirakan peluang. Pada prinsipnya, menurut Sumarno, pengolahan bahan perpustakaan terdapat empat tahapan kegiatan pokok dalam mengolah bahan perpustakaan, yakni inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi dan shelving.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah pengolahan bahan perpustakaan dengan baik untuk mempermudah para pemustaka yang akan menggunakan bahan perpustakaan tersebut dan cepat ditemukan informasinya.

Secara umum perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, kelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa, tanpa harus dibedakan dimana perpustakaan tersebut berdiri, termasuk perpustakaan khusus yang ada di pondok pesantren, ungkap Sumarno.

Dalam kata pengantarnya Ketua Prodi S1 Perpustakaan dan Informasi, Eni Amaliah, M.Ag. mengatakan bahwa acara pelatihan manajemen perpustakaan ini sangat penting bagi para calon pustakawan untuk mewujudkan perpustakaan yang prepresentatif melalui pengelolaan yang baik dan professional (*)

 

Sumber : FPII Setwil Lampung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Proyek Urugan Lahan Diduga Langgar Aturan, Jalan Baru Underpass Licin Dan Berdebu

Jagakampung.com, Kota Bekasi - Maraknya pembangunan di tengah perkotaan seharusnya dapat diimbangi dengan berbagai aturan dan peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah diwilayahnya. Sehingga...

IPW : Hukum Mati Oknum KPK Terduga Pemerasan Walikota Tanjungbalai

Jagakampung, Jakarta - Kasus dugaan pemerasan Rp 1,5 miliar yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Polri terhadap Walikota Tanjungbalai tidak hanya memalukan,...
WAJIB BACA :  Gakkum KLHK Sita 125 Satwa Dilindungi, Satu Pelaku Di Tangkap

Imam Besar FBR Ditetapkan Sebagai Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta

Jakarta, Jagakampung.com - Imam Besar FBR, KH. Lutfi Hakim MA diangkat menjadi Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta Antar Waktu. Ketetapan ini dirilis Pengurus Besar...

FPK Jakarta Pusat Bekerjasama dengan Bank BNI Menyalurkan Bakti Sosial di Mesjid Al-Ikhlas Salemba

Jagakampung.com, Jakarta (19/04) - Ramadhan penuh berkah ditengah pandemi COVID-19 tidak menyusutkan untuk saling berbagi kepada sesama seperti yang dilakukan oleh Forum Pembauran Kebangsaan...

Murah, Tapi Spesifikasi Maxtron S8 2020 Boleh Diadu

Jagakampung.com - Vendor smartphone asal Indonesia, Maxtron kembali merilis produk baru di tahun 2020 ini, yakni Maxtron S8 2020. Smartphone ini mengusung layar lebar luas...

Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana Korupsi yang Melibatkan Wagub Lampung

Jagakampung, Lampung - Hidup Masyarakat Lampung..!! Hidup Mahasiswa..!! Meski Langit Runtuh Keadilan Harus Tetap Di tegakkan..!! Demikian teriakan yel-yel para Pendemo di depan Pengadilan Negeri Tipikor...

Video Viral, Warga Sipil Etnis Tionghoa Pakai Mobil Dinas Jenderal TNI?

Jakarta, Jagakampung.com : Seorang warga sipil keturunan Tionghoa terlihat menggunakan mobil dinas jenderal berpelat TNI AD, tengah membeli makanan di pinggir Jalan Gajah Mada,...

LSM Garda Patriot Bersatu Kab. Bekasi Berbagi Takjil Di Bulan Suci Ramadhan

Jagakampung.com, Kab.Bekasi -Bulan Suci Ramadhan bagi umat muslim merupakan bulan yang penuh berkah, penuh dengan rahmat dan ampunan serta penuh dengan keberkahan. Yang mana...

Panglima TNI Bersama Kapolri Tinjau Vaksinasi Drive Thru Di Bali

Jagakampung.com, Bali - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di Bali. Peninjauan itu dilakukan...

Dinilai Lecehkan Peradilan,Aris Toteles SH Minta Majelis Hakim Perintahkan Jaksa Jemput Paksa Bambang Prijono

Jakarta,jagakampung.com -Sidang perkara pidana dengan perkara nomor 1114/pid.B/2020/PN JKT. yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 14/4/21. Kembali ditunda untuk yang sekian kalinya. Penundaan persidangan...
- Advertisement -

Rekomendasi

Open chat