Jagakampung.com, Kota Bekasi – Rempug Warga Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, menggelar pemilihan pimpinan kolektif Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) periode 2026-2029 di Aula Kantor Kelurahan Jatibening Baru, Rabu (19/8/2026).
Ketua Panitia sekaligus Ketua RW 003 Kelurahan Jatibening Baru, Abdul Rohman, mengatakan terdapat delapan nama yang diusulkan para Ketua RW untuk mengikuti proses pemilihan.
“Nama-nama yang masuk dan diusung dari Ketua RW ada delapan nama ya. Yang satu Sri Wulan Ningsih, Edi Rosadi, Nia Gania, Didin Triono, Mustofa Nasir, Cucu Sartika, Sopiah, dan Mahfuzi,” kata Abdul Rohman kepada wartawan selepas proses pemilihan.
Dari delapan kandidat tersebut, Sri Wulan Ningsih memperoleh enam suara dan menjadi peraih suara terbanyak. Hasil itu sekaligus menetapkannya sebagai Ketua Koordinator BKM Kelurahan Jatibening Baru untuk periode 2026-2029.
“Yang terpilih dalam proses pemilihan ini dengan tertib adalah Sri Wulan Ningsih dengan perolehan suara terbanyak, yaitu enam dari total delapan suara,” ujarnya.
Ia menuturkan, kepemimpinan baru BKM diharapkan dapat melanjutkan program kerja yang telah berjalan sekaligus mendorong realisasi program yang masih belum terlaksana.
“Nantinya ketua terpilih dapat melanjutkan program kerja yang sudah ada maupun belum terealisasi dalam kepemimpinan periode sebelumnya. Mudah-mudahan dengan terpilihnya Sri Wulan Ningsih menjadi Ketua Koordinator BKM Kelurahan Jatibening Baru, bisa membawa manfaat nyata yang lebih baik lagi bagi warga,” tuturnya.
Diketahui, Sri Wulan Ningsih merupakan kandidat yang diusulkan dari RW 003 Kelurahan Jatibening Baru. “Betul, iya saya Ketua RW-nya juga,” tandas Abdul Rohman.

Dorong Taman Bermain hingga Penanganan Rumah Kumuh
Setelah terpilih, Sri Wulan Ningsih menyampaikan sejumlah fokus yang akan menjadi arah kerja BKM Kelurahan Jatibening Baru. Fokus tersebut mencakup kesehatan, penyediaan ruang terbuka berupa taman bermain anak, pencegahan stunting, serta perbaikan rumah kumuh.
“Kalau kita ada tiga ya visi misinya; yaitu sehat, terus sama pembangunan taman-taman bermain anak sebagai ruang terbuka. Jadi anak-anak enggak bermain di jalan terus,” ucap Sri Wulan Ningsih.
Menurutnya, keberadaan ruang terbuka seperti taman masih terbatas, sehingga anak-anak terkadang bermain di pinggir jalan dan rentan terhadap kendaraan yang melintas.
“Iya tentu, kan sekarang lebih rawan ya. Ruang terbuka seperti taman itu juga kurang. Jadi anak-anak kadang cuma main di pinggir jalan, kita khawatir kan, takutnya banyak kendaraan atau apa,” ungkapnya.
Sri menyampaikan, program pemerintah yang telah tersedia akan dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan taman bermain bagi anak-anak. Selain ruang terbuka, ia juga menempatkan pencegahan stunting dan penanganan rumah kumuh sebagai bagian dari agenda kerja BKM.
Dalam penanganan rumah kumuh, Sri menjelaskan, BKM akan berkoordinasi dengan Ketua RT/RW guna memperoleh laporan serta data mengenai kondisi rumah yang membutuhkan perbaikan.
“Untuk kategori rumah-rumah kumuh yang perlu penanganan segera banyak, ada beberapa gitu. Nanti kita pasti akan bekerja sama dengan RT/RW melalui laporan mereka masing-masing,” jelasnya.
Guna menjalankan program tersebut, Sri menekankan pentingnya kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat. Ia menegaskan, BKM tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong pembangunan di tingkat kelurahan.
“Jadi nantinya kita akan tetap bekerja sama dengan RT/RW, LPM, serta seluruh unsur masyarakat. Semua pihak ikut berperan dalam membangun Jatibening yang lebih baru, lebih baik, dan lebih maju lagi,” tegasnya.
Sri juga memastikan program kerja di bawah kepemimpinan barunya mulai dijalankan pada bulan ini. “Oh sudah, per bulan ini akan ada kegiatan yang berjalan,” pungkasnya. (Andrew)





