36 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Prabowo Yakin Kerusuhan Demo Tolak UU Cipta Kerja Dibiayai Asing

Jakarta, Jagakampung.com – Demonstrasi besar-besaran menolak omibus law UU Cipta Kerja melanda hampir seluruh negeri. Akibatnya, kerusuhan pecah di sejumlah daerah akibat massa aksi bentrok dengan Aparat kepolisian.

Merespon hal itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto angkat bicara. Prabowo meyakini ada dalang dari kerusuhan usai demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

“Ini pasti ada dalangnya. Ini pasti anasir-anasir ini. Ini pasti anasir yang dibiayai asing. Enggak mungkin seorang patriot mau bakar (fasilitas umum) milik rakyat,” kata Prabowo dalam wawancara khusus yang dirilis DPP Partai Gerindra, seperti dilansir Kompas.com, Senin (12/10/2020).

Berita Lainya :  12 Polres Raih Penghargaan Pelayanan Prima Tahun 2020 Dari Kemenpan RB

Prabowo menceritakan, dirinya sempat terperangkap dalam aksi massa penolakan UU Cipta Kerja.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, banyak mahasiswa yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak di tengah pandemi Covid-19.

Dia pun menilai bahwa penggerak aksi demonstrasi ini tidak bertanggung jawab.

“Ini kan mencelakakan anak-anak kita. Dalang ini tidak bertanggung jawab sama sekali. Saya sangat prihatin. Ini kan lagi Covid-19,” ujarnya.

Kendati demikian, Prabowo mengatakan, para mahasiswa yang menggelar aksi memberikan akses agar mobilnya melewati jalan dan ada beberapa mahasiswa memberikan hormat.

Berita Lainya :  Polsek Kepulauan Seribu Selatan Gelar Patroli Malam Sambang dan Berikan Himbauan Pencegahan Kenakalan Remaja

“Ya masih banyak yang apa itu, dadah ke saya, lihat mobil saya. Anak-anak itu ada juga yang hormat. Jadi saya kira mereka itu niatnya baik anak-anak itu, tapi ada yang panas-panasin,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo meminta semua pihak bersabar dan mempersilakan untuk melakukan uji materi atau judicial review atas UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Cobalah kita sabar, kita atasi dulu, kita coba. Kalau UU ini tidak bagus pelaksanaannya, tidak baik, bawalah ke judicial review, ke MK, sudah berkali-kali kok dalam sejarah terjadi,” kata dia.

Berita Lainya :  Dinilai Responsif, Polri Dapat Penghargaan dari Kemenkumham

Bantahan

Sebelumnya, Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiwa Seluruh Indonesia (BEM SI) Remy Hastian membantah berbagai tudingan yang menyebut aksi mahasiswa digerakkan pihak tertentu.

Remy menilai tudingan pemerintah tentang adanya auktor intelektualis dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja adalah hal yang biasa.

Menurut dia, isu yang dilontarkan pemerintah itu adalah bagian dari upaya pengembosan gerakan mahasiswa saja.

“Pemerintah itu jagonya seperti itu, ketika kami demo besar-besaran bilangnya ada yang menunggangi, ada yang mensponsori, ini bagian dari penggembosan gerakan,” kata Remy kepadaKompas.com, Senin (12/10/2020).

(*/Red/Jagakampung)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News