33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

KDM Kembangkan Wisata Air di Kalimalang, Tebar Ratusan Miliar Fokus Pembangunan Kota Bekasi

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Rencana untuk mengubah Kawasan Kalimalang, menjadi tempat “Wisata Air dan Kargo Kuliner” mulai memasuki tahap awal. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono menandainya dengan melakukan peletakan batu pertama renovasi Jembatan Kalimalang yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (21/8/2025).

Dalam rangkaian kegiatan simbolis itu, Dedi Mulyadi mengatakan, penataan Kawasan Kalimalang sudah menjadi impiannya sejak lama. “Transportasi air ini menjadi impian saya, mudah-mudahan ini bisa terwujud dan insyaallah 2026 kita sudah bisa melihat,” kata Kang Dedi Mulyadi (KDM), sapaan akrab Gubernur Jawa Barat saat menyampaikan sambutannya.

Sebelum Pak Wali menutup sambutan, lanjut Gubernur Jawa Barat menambahkan, “tadi saya sudah WA ke Kepala Badan. Saya bilang; bantu Rp. 60 miliar untuk di sini (red-Kota Bekasi), tahun depan tapi ya,” tambahnya menegaskan.

Dok Foto. Sambutan yang diberikan Walikota Bekasi sebelum melakukan peletakan batu pertama pembangunan renovasi Jembatan Kalimalang

Peradaban Air: Terinspirasi dari Jejak Sejarah Tarumanegara

Dengan adanya sistem perairan di tengah-tengah perkotaan, menurut KDM Kota Bekasi memiliki peradaban air yang tinggi dibandingkan daerah lainnya. Hal tersebut dikaitkan dengan jejak peninggalan peradaban Purnawarman, sosok Raja yang disegani dalam sejarah Kerajaan Tarumanegara.

“Untuk itu, pemerintah provinsi tidak akan ragu berkolaborasi mengucurkan pembiayaan. Baik belanja langsung, maupun belanja bantuan keuangan,” ujarnya di hadapan wartawan, selepas melakukan peletakan batu pertama.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat pun turut mengklaim keberhasilan Walikota Bekasi dalam menangani persoalan banjir di wilayah. “Itu bisa dilihat bahwa ketika tempat lain banjirnya mulai gede, di sini sudah mulai mengecil. Itu tanda, apa yang dikerjakan sudah mulai berhasil,” klaimnya.

Berita Lainya :  Komisi II DPRD SBB Gelar Raker Bersama Dikbud Bahas Anggaran, Pelaksanaan US dan Dapodik

Fokus Utama Pembangunan, dan Kolaborasi Pihak Swasta

Kemudian KDM juga memaparkan, ada beberapa aspek kebutuhan dasar masyarakat yang akan menjadi fokus utama pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi.

Pertama; dengan target penyelesaian di tahun 2026 dan 2028, pembangunan 2 jembatan layang (flyover) diperlukan guna mengurai kemacetan yang parah.

Kedua harus punya lapangan bola, minimal di setiap kecamatan yang tertata dengan baik.

Ketiga, infrastruktur pengelolaan air bersihnya harus memadai. Seperti pengerukan sungai, dam atau situ harus terus dilakukan.

Dan Keempat adalah, taman kota-nya harus ditata dengan baik,” paparnya sekaligus mengakhiri.

Sementara di lokasi yang sama, Tri Adhianto mengungkapkan, rencana pembangunan renovasi jembatan Kalimalang tersebut di mulai dengan anggaran program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Miju Dharma Angkasa. “Nanti ada satu jembatan dibongkar, kemudian dibangun satu jembatan baru oleh PT. Miju,” ungkapnya.

Tri menjelaskan lebih lanjut, tidak hanya sampai di sini, setelah itu masih ada “PR” untuk membangun 5 jembatan yang baru dan membongkar sebanyak 13 jembatan yang ada di sepanjang jalur Kalimalang. “Itu sudah dihitung kurang lebih sekitar Rp 60 miliar, dan akan dialokasikan anggarannya oleh pemerintah provinsi,” jelasnya.

Berita Lainya :  Kapolsek Pademangan Sosialisasi Cegah Kenakalan Remaja Kepada Orang Tua Siswa SMPN 42 Jakarta Utara

Nah untuk pedestriannya, sambung Walikota Bekasi, “akan diselesaikan dengan menggunakan anggaran dari pemerintah Kota Bekasi sebesar Rp. 30 miliar,” imbuhnya.

Sedangkan komitmen bersama terkait pembangunan 2 flyover, Tri Adhianto menerangkan, Pemerintah Kota Bekasi akan menyiapkan anggaran Rp. 100 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan flyover Bulak Kapal yang ditargetkan selesai di awal tahun 2026. “Dan untuk pembangunannya sudah dihitung Rp. 256 miliar, itu akan dibangun oleh pemerintah provinsi di tahun 2026,” terangnya.

Sebelum menutup keterangannya Tri menegaskan akan ada pembangunan jembatan layang selanjutnya, yaitu; flyover Bulan-bulan yang akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah Kota Bekasi sendiri, nantinya berperan untuk melakukan pembebasan lahan pada tahun 2027, “sehingga 2028, flyover Bulan-bulan akan bisa diwujudkan,” tandasnya.

Di sisi lainnya, Komisaris PT. Miju Dharma Angkasa, David Sebastian menyatakan dukungan terhadap rencana wisata air dan kargo kuliner yang ditangkapnya, melalui gagasan Gubernur Jawa Barat dan Walikota Bekasi. Dirinya juga berkomitmen untuk membangun jembatan melengkung, dengan teknologi konstruksi steel structure Aramco.

“Saya dengan tim, membuat program yang menunjang semua ide dan kreativitas mereka. Jadi saya mencoba mengusulkan suatu hal baru untuk jembatan melengkung ini, ternyata diterima,” ucapnya.

Dok Foto. Komisaris PT. Miju Dharma Angkasa, David Sebastian saat menyatakan dukungan terhadap rencana wisata air dan kargo kuliner di Kawasan Kalimalang.

Komisaris PT. Miju Dharma Angkasa ini pun menekankan, agar perusahaan lain yang memiliki ide dan gagasan dapat bergabung serta turut memberikan kontribusi bagi kemajuan di Kota Bekasi.

Berita Lainya :  Polres Metro Jakarta Utara Gelar Apel KRYD dalam Rangka Ops Brantas Jaya 2025

Berdasarkan rincian dari pihak Manajer Operasional PT. Miju Dharma Angkasa, Yanto Akbar menuturkan, pembangunan jembatan telah dilakukan sejak tanggal 6 Agustus yang lalu dan diharapkan prosesnya dapat selesai sebelum akhir tahun ini.

Nantinya, jembatan itu akan memiliki lebar 18,8 meter yang membentang dengan panjang 22 meter, dan elevasi ketinggian di atas permukaan air sekitar 3 meter. “Ya, dengan konstruksi melengkung dari rangka baja aramco,” tutupnya.

Menurut Direktur Utama PT. Mitra Patriot (PTMP) Kota Bekasi, David Hendradjid Rahardja menyampaikan bahwa, wisata air dan kargo kuliner di Kawasan Kalimalang itu akan dikelola oleh PTMP Kota Bekasi yang bekerja sama dengan pihak ketiga. “Anggaran pembangunan yang tadi disampaikan oleh Pak Gubernur sebanyak Rp. 36 miliar dari CSR PT. Miju,” singkatnya, usai menghadiri kegiatan.

Berpotensi Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Diketahui, rencana perubahan wajah Kalimalang tersebut tidak hanya menjadi tempat wisata terpadu. Namun lebih dari pada itu, konsep “Wisata Air dan Kargo Kuliner” diharapkan bisa mendorong pengembangan sektor pariwisata air dan ekonomi kreatif.

Konsep “Kargo Kuliner” yang menjadi bagian dari tajuk proyek ini, mengindikasikan adanya ruang kuliner apung dan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk membuka usaha kuliner. Potensi ini juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), sekaligus ekonomi masyarakat Kota Bekasi. (Andrew)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News