33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Hotmix Dihampar Saat Jalan Basah, Metode URC Si Tambal Kota Bekasi Disorot

Jagakampung.com, Bekasi – Pelaksanaan penambalan jalan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Si Tambal pada area sambungan Jembatan di atas Tol Lingkar Luar Jakarta, Jalan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, menuai sorotan, Sabtu (9/5/2026).

Tim URC Si Tambal di bawah naungan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, menghamparkan material hotmix langsung pada titik jalan berlubang dengan kondisi basah pascahujan.

Sejumlah petugas pun tampak melakukan pemerataan secara manual, dan pemadatan material hotmix menggunakan mesin pemadat jalan jenis roller ban karet atau pneumatic tire roller. Seluruh proses penanganan jalan, berlangsung di tengah arus lalu lintas yang ramai di sekitar area pekerjaan.

Kondisi permukaan jalan yang masih lembap, disertai genangan air pada sejumlah titik area tambalan, memunculkan pertanyaan terkait metode teknis yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Berita Lainya :  Polsek Tanjung Priok Gelar KRYD dan Patroli Skala Sedang, Empat Terduga Penyalahguna Narkotika Diamankan

Secara teknis, kualitas daya rekat hotmix dipengaruhi kondisi permukaan kerja, termasuk kebersihan, tingkat kelembapan, serta metode persiapan sebelum penghamparan material. Faktor-faktor tersebut menentukan kualitas adhesi (ikatan) material, kekuatan sambungan hasil tambalan, serta daya tahan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu.

Sejumlah aspek pun menjadi sorotan, mulai dari kesesuaian pelaksanaan dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam kondisi jalan basah atau pascahujan, metode untuk memastikan daya rekat hotmix pada permukaan lembap, mekanisme quality control, hingga target umur layanan hasil tambalan URC Si Tambal.

Berita Lainya :  Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Distributor Pompa Air di Cilincing

Kepala UPTD DBMSDA Kecamatan Bekasi Barat, Edi B Tarigan, belum memberikan penjelasan substantif terkait metode pelaksanaan pekerjaan tersebut. Ia hanya menyampaikan, proses persiapan awal penambalan jalan sudah dilakukan dari sebelum hujan.

“Memang, pelaksanaannya dilakukan sehabis hujan, tapi tadi-kan gak hujan. (red — Genangan Air) Mau bagaimana lagi, cuma persoalan begitu juga,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan melalui sambungan seluler dari lokasi kegiatan.

Konfirmasi lanjutan pun dilakukan melalui pesan singkat pada hari yang sama dengan sejumlah pertanyaan terkait aspek teknis pekerjaan, mulai dari kesesuaian SOP pada kondisi jalan basah, metode menjaga daya rekat hotmix, standar evaluasi hasil pekerjaan, hingga target ketahanan tambalan. Namun hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak terkait.

Berita Lainya :  Jasa Pemasangan Fire Alarm Membantu Tingkatkan Keselamatan Warga

Program URC Si Tambal sendiri merupakan bagian dari respons cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, melalui DBMSDA, dalam menangani kerusakan jalan dan menutup titik-titik berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Meski demikian, efektivitas penanganan cepat tersebut dinilai tetap perlu diimbangi dengan kepastian mutu pekerjaan, terutama ketika pelaksanaan dilakukan pada kondisi lapangan yang tidak ideal.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang membuat publik memperoleh informasi utuh terkait jaminan kualitas, metode teknis yang digunakan, serta daya tahan hasil tambalan pada kondisi tersebut. *(Andrew)*

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News