Bandar Lampung, Jagakampung.com (13/01) – Ketua Umum AMPETRA Indonesia (Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia), Bang Yusran, menggelar pertemuan dengan calon pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) AMPETRA Lampung di Cafe AGAM 77, Bandar Lampung.
Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah tokoh dan pelaku pertambangan tradisional Lampung. Ketua Umum AMPETRA didampingi Staf Khusus Kasad, Kolonel Nurdin, yang terlibat langsung dalam pembahasan arah organisasi ke depan. Selain itu, Andri yang diproyeksikan sebagai calon Bendahara DPW Lampung, serta Bang Adi, salah satu tokoh asosiasi tambang, turut mengikuti jalannya diskusi.
Bang Yusran menegaskan bahwa pembentukan DPW Lampung merupakan langkah strategis untuk memperkuat wadah perjuangan masyarakat penambang tradisional di daerah. Menurutnya, kepengurusan harus diisi oleh figur-figur yang memahami kondisi riil di lapangan.
“AMPETRA harus menjadi rumah bersama bagi para penambang tradisional. Karena itu, kepengurusan di daerah wajib diisi oleh orang-orang yang benar-benar mengerti persoalan rakyat penambang,” tegas Bang Yusran.
Selain membahas struktur kepengurusan, pertemuan juga difokuskan pada proses mencari dan menyeleksi calon Ketua DPW AMPETRA Lampung yang dinilai mampu memimpin organisasi serta memperjuangkan aspirasi penambang rakyat di wilayah tersebut.
Pertemuan tersebut juga diisi dengan dialog bersama para pelaku tambang tradisional. Dalam forum tersebut, para peserta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi penambang rakyat di Lampung, mulai dari masalah legalitas, keterbatasan akses perizinan, hingga minimnya perlindungan terhadap aktivitas pertambangan tradisional yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Bang Yusran menyatakan komitmen AMPETRA untuk terus mengadvokasi hak-hak penambang tradisional melalui dialog dengan pemerintah, pendampingan, serta penguatan kelembagaan di daerah.
“AMPETRA hadir untuk memperjuangkan kepastian hukum, perlindungan, dan pembinaan yang adil bagi penambang tradisional,” ujarnya.
Pertemuan yang berlangsung di Cafe AGAM 77, Bandar Lampung, dan diakhiri dengan foto bersama calon pengurus DPW Lampung ini diharapkan menjadi awal terbentuknya kepengurusan definitif AMPETRA Lampung, sekaligus memperkuat sinergi antara pengurus pusat dan daerah dalam memperjuangkan masa depan pertambangan rakyat di Indonesia.





