Jagakampung.com, Kota Bekasi – Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pembangunan taman mulai dilakukan pihak Kelurahan Jatibening di wilayah RW. 013 Perumahan Jatibening Estate, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Rabu (24/9/2025).
Monev tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Jatibening, Jamaludin, didampingi Ketua Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Jatibening, Tati Rahayu, serta Ketua RW. 013 Perumahan Jatibening Estate, Agung Baskoro.

Lurah Jatibening mengatakan, pembangunan taman dilaksanakan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan Kelurahan tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp200 juta, “Anggarannya Rp200 juta, dibagi dua termin. Termin pertama Rp100 juta, dan termin kedua Rp100 juta,” katanya.
Jamaludin menyebutkan, pembangunan taman di wilayah RW. 013 merupakan kegiatan yang bersumber dari anggaran serupa setiap tahunnya, “Kalau di masa saya menjabat, ini sudah taman ketiga. Pertama di RW. 012 PCI (red – Perumahan Cikunir Indah), kemudian tahun kemarin di RW. 011 Jatibening Permai, dan sekarang di RW. 013 Jatibening Estate,” ucapnya.
Menurut Lurah Jatibening, pembangunan taman itu pada dasarnya dilakukan hampir dari awal. Sebab, kondisi bangunan yang lama dinilai sudah tak layak dan lapuk, “Bisa dibilang ini pembangunan dari nol, karena bangunan lama seperti gazebo itu sudah lapuk semua,” jelas Jamaludin.
Dirinya berharap, kehadiran taman ini dapat menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi warga, “Intinya, masyarakat harus bisa merasakan manfaat taman yang diperuntukan sebagai tempat bermain anak sekaligus ruang interaksi warga. Contoh; di RW. 012 dan RW. 011, antusias masyarakat luar biasa. Kadang kalau setiap sore, terutama hari libur, bisa 150 orang anak yang datang bermain,” ungkapnya.
Meski begitu, Jamaludin juga tidak lupa menegaskan terkait pentingnya keterlibatan masyarakat dalam hal menjaga fasilitas yang sudah dibangun nantinya, “Sebelum kita melaksanakan pembangunan, kita selalu tanyakan dulu kepada warga; Apakah siap menjaga dan merawatnya?,” pungkas Lurah Jatibening sekaligus mengakhiri.
Di lokasi yang sama, selaku pelaksana pembangunan taman dengan sistem swakelola tipe 4, Tati Rahayu menambahkan bahwa sebagian besar bangunan lama harus diperbaiki secara menyeluruh.
Dengan luas total area bangunan Gazebo 4 x 6 meter, Tati menerangkan, beberapa tiang pilar memang harus diganti, “Tiang pilar belakang yang tembok itu kita ganti tiga-tiganya. Pilar di depan tadinya ada 2, cuma atap-nya ambruk. Jadi, bisa dibilang ini memang pembangunan baru,” terang Ketua Koordinator BKM Kelurahan Jatibening ini menambahkan.
Sementara secara terpisah Ketua RW. 013 Perumahan Jatibening Estate, Agung Baskoro, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak pada proses pembangunan taman tersebut, “Saya ucapkan terima kasih kepada pihak BKM, kelurahan, khususnya Pak Lurah, serta Pemerintah Kota Bekasi. Semoga apa yang kita bangun dan ajukan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di RT. 001/RW. 013 dan sekitarnya,” ujar Agung Baskoro.
Agung menuturkan, taman ini memiliki peran penting sebagai ruang publik warga, “Di komplek kami, taman biasanya digunakan anak-anak usia 5 sampai 9 tahun untuk bermain. Tapi kalau ibu-ibu, biasanya digunakan untuk senam pagi atau acara silaturahmi warga. Jadi keberadaan taman ini memang sangat dinantikan, apa lagi kondisi sebelumnya kurang terawat karena keterbatasan dana RT,” tuturnya.
Ketua RW. 013 ini pun memaparkan, nantinya taman itu akan dilengkapi dengan fasilitas gazebo yang juga difungsikan sebagai ruang serbaguna, “Dulunya gazebo itu sudah tua, atap dan plafonnya ambruk, dan tidak bisa diperbaiki karena kendala dana,” paparnya.

Sekarang, sambung Agung, “Dengan adanya program ini, alhamdulillah bisa direhabilitasi. Pilar-pilar diperbaiki, bagian belakang dibuat dinding sebagai backdrop, sementara sisi kiri dan kanannya tetap terbuka. Desain pembangunan-nya juga dibuat oleh warga kami sendiri,” imbuhnya.
Berdasarkan keterangan Ketua RW. 013 Perumahan Jatibening Estate, warga setempat sangat menyambut baik pembangunan taman tersebut.
Bahkan saat ini meski difokuskan sebagai Taman Bermain dan Taman Lansia, Agung mengaku sudah banyak anak-anak yang bertanya kapan taman itu selesai dibangun, “Karena mereka ingin segera bermain, kami berharap taman ini benar-benar bisa menjadi pusat aktivitas warga sekaligus tempat rekreasi yang nyaman,” tandasnya. (Andrew)





