Jagakampung.com, Sebalang- Tarahan, Lampung Selatan – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan yang berdiri sejak 2008, selama ini telah memiliki komitmen yang sangat baik terhadap lingkungan yang ada di wilayahnya. Hal tersebut terbukti dengan dilakukannya perekrutan tenaga kerja yang ada dari wilayah-wilayah setempat dan berbagai pembangunan dibeberapa wilayah yang ada di sekitarnya.
Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan apa yang saat ini dirasakan oleh masyarakat yang ada diwilayah Ring Satu (pertama) PLTU ini berdiri, tepatnya di Dusun Sebalang RT 01,02 & 03 Desa Tarahan, Kec. Katibung, Kab. Lampung Selatan. Berdasarkan pantauan media ini pada Selasa, 19/06/2022, warga masyarakat yang ada diwilayah tersebut merasakan kekecewaan yang amat sangat akan janji manis dari rekanan pihak pengembang proyek PLTU Sebalang yaitu PT CDP dan PT ISS yang sampai saat ini belum merealisasikan pemberian kompensasi kesehatan dan perbaikan saluran DAS diwilayahnya.
“CSR” (corporate social responsibility) dibidang kesehatan dan perbaikan saluran DAS ini sangat dibutuhkan sekali oleh warga masyarakat diwilayah tersebut. Debu yang bertebaran serta asap hitam yang keluar dari cerobong milik PLTU tersebut mengakibatkan sejumlah warga yang berada di wilayah RT. 01, RT. 02 dan RT. 03 Dusun Sebalang Dua terkena dampak langsung penyakit batuk dan sesak nafas.
Perbaikan saluran DAS juga amat sangat diperlukan bagi warga karena adanya pendangkalan aliran sungai diwilayah tersebut. Hingga saat musim penghujan, debit air tidak dapat tertampung lagi di wilayah tersebut dan menyebabkan banjir menggenangi rumah-rumah penduduk.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat saat dijumpai oleh awak media ini sempat mengeluhkan adanya janji-janji manis yang telah diberikan oleh pihak pengembang PLTU tersebut. “Kami sempat melakukan pertemuan pada Jumat lalu (4/6/2022) bersama Manager yang lama (red-Rosyid) yang didampingi Pak Yoseph serta beberapa konsultan lainnya di Masjid Dusun Sebalang. Namun hingga pergantian Manager PLTU Sebalang ke Pak Supriyanto, masih belum ada tindak lanjutnya sama sekali,” ungkap salah seorang Ketua RT 03, Sariman.
Hal yang sama juga dilontarkan oleh salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media ini. “Ya memang pertemuan tersebut pernah dilakukan namun hingga saat ini, kami belum mendapat respon yang baik dari pihak pengembang PLTU tersebut,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang turut serta dalam acara tersebut.
Dan hingga berita ini diturunkan pihak pengembang terkait belum ada satupun yang bisa dihubungi. Dan aparat pemerintahan desa setempat juga sulit untuk dihubungi untuk memberikan respon dari masyarakat ini.
(*)





