Jagakampung.com, Kota Bekasi – Berada pada tahap pengerjaan titik lokasi akhir konstruksi pemasangan pondasi bored pile, bangunan tribun Lintasan Sepatu Roda Kota Bekasi diminta harus memiliki perubahan track and design. Permintaan itu disampaikan oleh Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lokasi Pembangunan Lintasan Sepatu Roda Kota Bekasi pada Sabtu (9/8/2025).
Menurut beberapa pekerja di lokasi, proses konstruksi pondasi bored pile bangunan tribun sepatu roda ini telah berada pada titik lokasi akhir pemasangan, dari 19 area titik pekerjaan yang sudah terpasang dengan kedalaman masing-masing mencapai 18 meter.

Walikota Bekasi mengatakan, tribun tersebut dapat menghalangi langsung arena lintasan sepatu roda jika dibangun pada area lokasi saat ini. “Yang tadinya tribun itu menutupi lapangan, nanti akan kita buat kebutuhan terkait dengan WC, kamar ganti, dan mungkin buat kantor, buat wartawan, dan lain sebagainya kita berikan mungkin di sisi-sisi sebelah kiri dan kanan,” katanya kepada wartawan media ini di sela-sela kegiatan.
Dengan begitu, Tri menyebutkan view-nya dapat terlihat langsung ke arah lintasan sepatu roda. Tidak hanya itu, Walikota Bekasi juga sempat mengusulkan adanya penambahan ikon. “Sehingga view-nya itu betul-betul melihat kepada lapangan, dan kemudian tentu harus ada ikon yang akan menarik minat orang,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini Walikota Bekasi menerangkan, setiap proses pembangunan harus dapat memperhatikan sisi estetika.
Selain itu, optimalisasi pada proses pembangunan lapangan bukan hanya sekedar menjadi tempat bertanding. “Akan tetapi, sebagai tempat warga masyarakat untuk mendapatkan ruang yang lebih baik lagi. Jadi tentunya, harus ada perubahan track and design,” terangnya.
Stadion itu, lanjut Tri menambahkan, “harus menjadi sesuatu yang eye-catching (red – menarik Perhatian), menjadi suatu tujuan orang. Bukan hanya untuk olahraga, tapi kemudian dapat berbangga hati bahwa; dia bisa menikmati apa yang disiapkan oleh stadion-stadion,” imbuhnya.
Tri pun memaparkan, kedatangan dirinya merupakan bagian dari bentuk persiapan Kota Bekasi untuk menjadi tuan rumah dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. “Saya ingin melihat kesiapannya, dan besok hari Senin itu BK (red – Babak Kualifikasi) Bola Voli sudah dimulai. Saya lihat persiapannya mendekati sempurna, hanya mungkin kekurangannya terkait dengan sirkulasi udara,” paparnya.
Dirinya turut mengusulkan, masih harus ada penambahan alat seperti blower dan juga AC tambahan. “Sehingga mungkin penonton lebih nyaman, pemain pun mungkin bisa lebih optimal di dalam rangka menampilkan permainan yang terbaik,” ujar Tri.
Sebelumnya Walikota Bekasi mengakui, telah melihat secara langsung area pembangunan Gedung Sport Center 6 lantai.
Ia menuturkan progres pembangunannya masih dalam kondisi on the track, antara perencanaan teknis dengan realisasi fisik di lapangan. “Tinggal bagaimana teman-teman nanti yang diberikan tugas untuk mengawasi, tentu menjadi tugasnya. Jadi evaluasinya tentu dari harian, mingguan, bulanan, dan tentu targetnya adalah akhir tahun bisa diselesaikan,” tegasnya mengakhiri.
Sementara itu Ketua Tim Pelaksana Teknis (Peltek) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Ifdal menyatakan siap untuk melakukan perubahan desain Gedung Tribun Lintasan Sepatu Roda Kota Bekasi melalui sebuah adendum.
Hal itu dilakukannya guna memenuhi permintaan dari user (pengguna), yaitu; Walikota Bekasi yang juga merangkap sebagai Ketua KONI Kota Bekasi. “Karena ada permintaan dari user, dan yang pasti ada adendum,” ungkapnya.
Ifdal menjelaskan, perubahan yang dimaksud dalam adendum ini tidak menimbulkan masalah anggaran dari sisi nilai kontrak yang sudah ditentukan sebelumnya. “Sesuai dengan kontraknya saja. Nanti kita rekayasa lagi yang sudah dipakai yang mana, yang belum yang mana,” jelasnya.
Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditentukan, Ifdal menyampaikan gambar bangunan tribun ini memang menutupi langsung arena lapangan. “Karena standar untuk tribun itu ada ruang ganti, kamar mandi, dan kantor. Tapi-kan karena beliau (red – Walikota Bekasi) punya pandangan tersendiri, kita menyikapinya harus mengikuti arahan beliau,” pungkasnya.
Melalui papan informasi kegiatan pada area lokasi diketahui, pembangunan lintasan sepatu roda tersebut merupakan belanja modal konstruksi lanjutan yang bersumber dari APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2024 dengan nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp. 11,3 miliar.
Namun Ifdal sempat meluruskan, ada kesalahan cetak dalam penyebutan tahun anggaran pada papan informasi tersebut, yang seharusnya bersumber dari APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2025.

Sedangkan untuk Pelaksana Pekerjaan dipercayakan kepada, PT. Aduma Bhakti dengan masa kontrak pekerjaan selama 225 hari kalender.
Kegiatan sidak Walikota Bekasi itu juga bertepatan dengan uji coba lintasan sepatu roda yang baru saja dilaksanakan oleh para Pelatih, maupun Atlet dari tiga club di bawah binaan Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Bekasi.
Salah satu Tim Peltek Disperkimtan Kota Bekasi, Didi mengungkapkan pendapat dari perwakilan pelatih yang memberikan apresiasi positif terhadap lintasan sepatu roda tersebut. “Uji coba ini, sebagai bentuk uji kualitas lintasan. Sehingga, lintasan sepatu roda Kota Bekasi bertaraf internasional dapat terwujud,” tandasnya secara singkat. (Andrew)





