34.7 C
Jakarta
Wednesday, October 14, 2026
spot_img

Wajah Baru PGP: Bekas Lahan PKL Kini Menjadi Taman

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Bekas lahan pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya tidak tertata di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, kini berubah menjadi taman publik dengan luas sekitar 650 meter persegi.

Dibangun dengan anggaran Rp200 juta dari Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan Kelurahan 2026, taman ini diharapkan menjadi ruang bermain anak sekaligus tempat berkumpul warga.

Pembangunan taman di wilayah RT 007/RW 010 tersebut dilaksanakan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Jatirasa melalui mekanisme swakelola tipe IV yang melibatkan unsur masyarakat setempat. Pengerjaan berlangsung sejak 8 September hingga 6 Oktober 2026.

Ketua Koordinator BKM Kelurahan Jatirasa, Yulianto, mengatakan konsep taman sengaja dibuat sederhana dan minim perawatan karena lokasi PGP rawan banjir. Pertimbangan tersebut ditujukan untuk memudahkan pembersihan setelah banjir.

“Konsep yang kita buat itu taman sederhana, minim perawatan. Kebetulan lokasi PGP ini memang rawan banjir, jadi jangan sampai nanti kita kesulitan membersihkannya ketika banjir datang,” kata Yulianto kepada wartawan saat ditemui di sekitar lokasi pembangunan taman, Selasa (13/10/2026).

Selain mempertimbangkan kondisi lingkungan, pembangunan taman juga didorong keinginan menghadirkan ikon baru di PGP. Sebelumnya, lahan tersebut digunakan PKL dan kondisinya dinilai kurang tertata.

Berita Lainya :  Lembaga Pemangku Adat Jayakarta IX Akan Menginspirasi Generasi Muda dalam Diskusi Panel POKJAWARKOTU

“Di PGP ini sebelumnya belum punya ikon yang bisa kita tonjolkan. Saya berharap dengan adanya taman ini, warga bisa mengajak anak-anaknya piknik atau bermain di sini,” ujarnya.

Dok. Foto — Ketua Koordinator BKM Kelurahan Jatirasa, Yulianto, saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).

Yulianto menuturkan fasilitas taman meliputi area berpaving, perosotan untuk anak-anak, tempat duduk berbahan beton, serta lampu penerangan. Jumlah tempat duduk masih terbatas sehingga penambahan fasilitas diharapkan dapat dilakukan secara bertahap melalui dukungan pengurus RW.

Ia juga berharap warga dapat bersama-sama menjaga dan merawat taman agar fasilitas tersebut tetap bermanfaat bagi masyarakat.

“Tempat duduknya memang masih minim. Kalau nanti kurang, mungkin pihak RW bisa menambahkan. Saya juga berharap taman ini benar-benar dirawat supaya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” tuturnya.

Penamaan “Taman Pondok Gede Permai Jatirasa” turut mempertimbangkan rasa kepemilikan bersama. Penggunaan nama kawasan yang lebih luas dimaksudkan agar seluruh warga merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga taman, bukan hanya warga dari satu RW tertentu.

Menurut Yulianto, BKM Jatirasa merencanakan peresmian taman pada 7 November 2026 dengan mengundang Wali Kota Bekasi. Agenda tersebut juga direncanakan berbarengan dengan peresmian teba modern, sarana pengolahan sampah organik menjadi kompos yang merupakan bagian dari program Bekasi Keren.

Berita Lainya :  Dukung Program Ketahanan Pangan: Polsek Pademangan Bersama 3 Pilar Pademangan Kolaborasi Artha Graha Peduli

“Rencananya mau diresmikan sama Pak Wali Kota. Mudah-mudahan beliau bisa hadir tanggal 7 November. Sekaligus mungkin peresmian teba modern juga, jadi rangkaiannya berbarengan,” jelasnya.

Di luar pembangunan taman, BKM Jatirasa juga menangani pelaksanaan program perumahan pada 2026. Sebanyak 10 unit rumah panggung yang didanai Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan anggaran Rp124 juta per unit telah selesai dibangun dan diserahterimakan pada Agustus 2026.

BKM juga menangani perbaikan 20 unit rumah tidak layak huni (rutilahu), terdiri atas 10 unit melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi serta 10 unit melalui kelurahan. Dari 10 unit program Disperkimtan, lima masuk kategori reguler dan lima lainnya kategori kumuh. Setiap unit memperoleh anggaran Rp20 juta, dan pengerjaan seluruh rutilahu tersebut masih berlangsung.

Dok. Foto — Kondisi area taman Pondok Gede Permai Jatirasa ketika masih dalam proses pelaksanaan pekerjaan.

Ia berharap pemerintah kota dan pemerintah provinsi terus membantu wilayah yang membutuhkan dukungan perumahan, terutama bagi warga yang masih menempati rumah tidak layak huni.

“Di Jatirasa masih banyak sekali rumah yang sangat tidak layak huni. Saya berharap pemerintah kota dan provinsi jangan sampai lelah membantu wilayah yang memang sangat membutuhkan,” ungkapnya.

Yulianto juga berharap anggaran pembangunan rumah panggung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat ditingkatkan. Menurutnya, biaya pembangunan di Kota Bekasi menjadi tantangan ketika program tersebut dilaksanakan dengan anggaran yang sama seperti di daerah lain.

Berita Lainya :  Polsek Metro Penjaringan Gelar Apel KRYD Antisipasi Tawuran dan Kejahatan Jalanan

“Kalau bisa, anggaran rumah panggung ini agak dilebihkan. Di Kota Bekasi semuanya serba mahal, jadi dengan anggaran yang sama kami lumayan kesulitan. Bukan berarti tidak bisa, tetapi memang luar biasa capek mengatur anggarannya karena dana yang tersedia sangat minim,” tandasnya.

Sementara itu, Risno, warga RT 004/RW 010 Kelurahan Jatirasa, menilai pembangunan taman membuat lahan yang sebelumnya tidak tertata menjadi lebih baik. Ia mengamati keberadaan taman berpotensi menarik anak-anak untuk bermain dan menjadi tempat berkumpul warga pada pagi maupun sore hari.

“Kalau sekarang kan sudah bagus. Menurut pengamatan saya, setiap pagi sama sore itu banyak anak-anak yang bermain dan menjadi tempat berkumpulnya warga,” ucapnya.

Meski menilai perubahan tersebut positif, Risno mengakui pandangan masyarakat mengenai perubahan fungsi lahan bisa berbeda, terutama di kalangan yang mendukung keberadaan PKL sebelumnya.

“Menurut pandangan saya sih bagus. Tapi ada juga orang yang pro ke pedagang atau PKL, mungkin penilaiannya bisa berbeda,” pungkas Risno. (Andrew) 

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News