33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Tokoh Betawi : Habib Luthfi Bin Yahya dan KH. Said Agil Siradj Sangat Layak Pimpin NU

jagakampung.com, Jakarta (01/09) – Perhelatan akbar dalam tubuh organisasi Nahdlatul Ulama (NU), yakni Muktamar akan digelar di penghujung tahun 2021–sebagaimana disampaikan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat Pleno Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU, Sabtu (25/9).

Sejumlah nama yang dianggap layak mengimami PBNU mulai bermunculan. Di antaranya duet Habib Lutfi Bin Yahya dan Prof Dr. KH. Said Agil Siradj sebagai Ra’is Amm dan Ketum PBNU mendatang.

Berita Lainya :  Isi Ramadhan Kali Ini, SPI DPD Kota Metro Giat Sosial yang Kedua
Tokoh Betawi : KH. Luthfi Hakim, MA
Tokoh Betawi : KH. Luthfi Hakim, MA ( Imam Besar Forum Betawi Rempug)

Menurut Lutfi Hakim, Tokoh Betawi dan Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR), saat dihubungi lewat Whattapps keduanya amat sangat layak untuk menduduki posisi tersebut. Karena rekam jejak keduanya yang sudah terbukti selain mampu menjaga relasi NU dan Pesantren, juga mampu membangun citra NU sebagai ormas keagamaan yang moderat dan berwawasan kebangsaan, baik di dalam negeri maupun di dunia internasional.

Sebagaimana diketahui, lembaga riset independen di Yordania, The Royal Islamic Strategic Studies Centre (MABDA ), mengeluarkan hasil riset tentang tokoh-tokoh Muslim berpengaruh di dunia Islam: The Muslims 500; The Worlds 500 Most Influential Muslims 2021.

Berita Lainya :  Polres Pesawaran-Polda Lampung Laksanakan Serangkaian Kegiatan Pelatihan S.A.R di Pulau Pahawang

Ada tiga tokoh muslim Indonesia yang masuk dalam jajaran Top 50 dari 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia dari The Muslim 500. Mereka adalah Presiden Joko Widodo, KH Said Aqil Siradj, dan Habib Luthfi bin Yahya.

Saat ini, Habib Luthfi bin Yahya menjabat sebagai Ra’is ‘Amm dari Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Nahdliyah (Ketua Perhimpunan Ordo Sufi yang Diakui), Ketua MUI Jawa Tengah, dan pemimpin spiritual Tariqa Ba Alawiah.

“Meski Muktamar itu bukan seperti ajang Pilkada yang mengharuskan para kandidat berpasangan, namun tidaklah berlebihan juga bila kita mengharapkan keduanya diberi kesempatan bersama.” Pungkasnya.

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News