TANJUNG PRIOK MACET PARAH, TANGISAN SOSIAL TENGGELAM DALAM EGO SEKTORAL
Jakarta, 24 April 2025 – Kemacetan kronis di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok kembali menjadi sorotan tajam. Subhan Hadil, Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia, menyebut kemacetan tersebut bukan sekadar masalah teknis, melainkan akibat nyata dari kebuntuan koordinasi lintas sektor yang telah berlangsung bertahun-tahun.

“Yang terjadi di Priok hari ini adalah krisis struktural yang menyakitkan. Ego sektoral, keengganan sinkronisasi, dan politisasi isu menjadikan penderitaan sopir, buruh, dan warga sekitar semakin dalam,” ujar Subhan dalam keterangannya kepada Jagakampung.com, Rabu (24/4).
Menurutnya, instansi terkait seperti KSOP, Pelindo, Pemda, hingga pengelola kawasan industri besar seperti KBN dan perusahaan seperti Bogasari dan Astra, belum memperlihatkan komitmen serius dalam menyelesaikan akar persoalan logistik dan sosial.
Selain itu, masuknya kendaraan logistik tanpa pengendalian dari jalur tol menyebabkan kemacetan total di jalan arteri sekitar pelabuhan. Subhan mendesak solusi berani, seperti pembangunan zona penyangga digital, sistem logistik terpadu, dan pembentukan otoritas tunggal logistik nasional.
“Kita tidak butuh drama politik. Yang kita butuh sekarang adalah tanggung jawab bersama dan keberanian membenahi sistem secara menyeluruh,” tutup Subhan.





