Jagakampung.com, Kota Bekasi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menambah tiga unit truk sampah senilai Rp1,8 miliar. Penambahan ini dilakukan di tengah keterbatasan armada yang belum mampu mengimbangi peningkatan volume sampah.
Kepala Bidang Penanganan Sampah dan Kemitraan (Kabid PSKM) DLH Kota Bekasi, Andy Frengky, mengatakan penambahan armada tersebut merupakan respons atas keterbatasan sarana di sejumlah wilayah layanan.
“Itu memang penambahan armada sampah kita untuk tiga UPTD yang saat ini kondisinya kekurangan. Pertama kita berikan ke UPTD Kebersihan Bantargebang, UPTD Kebersihan jalur protokol, dan UPTD Kebersihan Kecamatan Medan Satria,” kata Andy saat ditemui wartawan di Kantor DLH Kota Bekasi, Gedung Teknis Bersama (GTB) Kecamatan Rawalumbu, Rabu (17/6/2026).
Pengadaan tiga unit truk tersebut bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Bekasi tahun anggaran 2026. Prosesnya dimulai sejak Maret. Saat ini, seluruh unit telah diserahkan untuk mendukung operasional pengangkutan sampah.
“Sudah diserahkan, pengadaannya di mulai dari bulan Maret. Total anggarannya Rp1,8 miliar untuk tiga mobil, menggunakan APBD tahun 2026,” ucapnya.

Menurut Andy, kebutuhan penambahan armada menjadi konsekuensi dari kondisi riil di lapangan. Dari total 14 UPTD se-Kota Bekasi, sebagian kendaraan operasional dilaporkan tidak lagi optimal, baik karena kerusakan sedang maupun berat.
Sementara itu, volume sampah terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan dan aktivitas masyarakat.
“Kondisinya memang ada yang rusak berat, rusak sedang, dan volume sampah juga terus meningkat. Sehingga perlu penambahan armada. Itu yang melatarbelakangi pengadaan armada sampah,” jelasnya.
Meski demikian, penambahan tiga unit armada itu belum sepenuhnya menjawab kebutuhan layanan secara keseluruhan. DLH mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi faktor yang membatasi percepatan pemenuhan armada di seluruh wilayah.
“Mengacu ke anggaran yang disediakan dan kemampuan keuangan daerah, untuk sementara masih tiga dulu,” ungkapnya.
DLH Kota Bekasi pun membuka peluang penambahan armada melalui skema bantuan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Bandek). Namun hingga kini, realisasi program tersebut belum sepenuhnya memiliki kepastian waktu pelaksanaan.
“Sebenarnya ada Bandek, tapi kapan waktu pelaksanaannya belum tahu. Jadi, saya juga belum bisa menjanjikan,” pungkasnya.
Di sisi lain, penambahan tiga unit armada ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kemampuan DLH Kota Bekasi dalam mengejar kebutuhan layanan yang terus meningkat di seluruh wilayah.
Tiga unit truk sampah ini sebelumnya sempat terpantau berjajar di lahan parkir GTB Kecamatan Rawalumbu, pada Kamis (4/6/2026), sebelum akhirnya didistribusikan ke masing-masing UPTD penerima.
Kondisi tersebut menegaskan, pembenahan sistem pengangkutan sampah di Kota Bekasi masih berjalan bertahap, dan belum sepenuhnya mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan layanan publik yang terus berkembang. (Andrew)





