Silaturahmi Tokoh-Tokoh Jakarta di Markas PWI LS: Menguatkan Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama
Jakarta, Jagakampung.com –
Pada hari Minggu, 1 Mei 2025, suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa di Markas PWI LS Jakarta. Kyai Ahmad Mukhlis Fadil Ash Sholihin Al Abror menerima kunjungan silaturahmi dari sejumlah tokoh penting Jakarta, dalam rangka mempererat sinergi dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat ibu kota.
Kunjungan ini dihadiri oleh berbagai tokoh lintas sektor, di antaranya Mayor Edi, Danramil Kelapa Gading, yang hadir mewakili unsur TNI. Turut hadir Ketua MADAS DPAC Koja H. Kholil, Humas MADAS Abdul Salam, serta Bapak Amang Kubuwono dari Garnisun Jakarta. Dari unsur masyarakat sipil, tampak tokoh masyarakat Handoko Hartono turut bergabung dalam kegiatan tersebut.
Silaturahmi yang berlangsung dalam nuansa hangat ini mengangkat tema penting tentang “Peran Strategis Silaturahmi dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Toleransi Antarumat Beragama.” Dalam sesi perbincangan, para tokoh menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan kerja sama antar lembaga, ormas, dan masyarakat sebagai benteng terakhir dari keharmonisan bangsa.
Mayor Edi, dalam pernyataannya, menyoroti urgensi pembinaan karakter generasi muda. “Kita harus menyiapkan generasi penerus bangsa yang tangguh. Mereka harus mengenal budayanya, agamanya, dan bangsanya dengan baik. Di tengah gempuran arus globalisasi, nilai-nilai lokal dan nasional tidak boleh luntur,” tegasnya.
Ketua MADAS DPAC Koja, H. Kholil, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan-kegiatan silaturahmi lintas tokoh seperti ini menjadi rutinitas, bukan hanya seremonial sesaat. “Kami di MADAS siap menjadi bagian dari penguatan nilai toleransi dan persatuan, khususnya di wilayah Jakarta Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Kyai Ahmad Mukhlis dalam closing statement-nya menegaskan bahwa silaturahmi bukan hanya sekadar tradisi, melainkan bentuk nyata dari ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan). “Penguatan silaturahmi adalah bentuk ikhtiar dalam membangun pondasi kerukunan umat beragama. Inilah ruh sejati dari hidup berbangsa yang damai dan saling menghargai,” ungkapnya.
Pertemuan ini ditutup dengan doa bersama dan rencana tindak lanjut dalam bentuk forum-forum diskusi lanjutan yang akan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Harapannya, sinergi antara tokoh agama, aparat negara, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi terciptanya Jakarta yang aman, harmonis, dan beradab.





