Jagakampung.com, Kota Bekasi – Aktivitas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Jatimakmur terpantau sepi dan berada dalam kondisi memprihatinkan, meski lembaga ini merupakan percontohan awal program Koperasi Merah Putih di Kota Bekasi.
Berdasarkan pantauan wartawan media ini di kantor KKMP Jatimakmur—yang berada pada sisi kanan Kantor Kelurahan Jatimakmur—geliat operasional maupun partisipasi anggotanya belum menunjukkan perkembangan berarti, Selasa (25/11/2025).
Ironisnya, koperasi ini baru saja diresmikan secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 21 Juli 2025. Saat peluncuran, berbagai gerai seperti gas 3 Kg, beras, minyak goreng, hingga obat-obatan sempat ditampilkan. Namun kini, kantor KKMP Jatimakmur tampak sepi dengan pintu utama tertutup.
Guna memastikan kondisi tersebut, wartawan media ini mewawancarai Lurah Jatimakmur sekaligus Ketua Pengawas KKMP Jatimakmur, Zaenal Arifin Setiawan.
Ia mengatakan, KKMP Jatimakmur tengah mengalami pergantian pengurus, “kalau pergantian pengurus ada, dan sudah dilaksanakan dengan mengundang anggota koperasi. Terus dilakukan pemilihan dengan 2 calon dan yang terpilih Ibu Yanuar, untuk aktivitas teknis selanjutnya diserahkan kepada ketua terpilih,” katanya ketika dijumpai di depan Kantor Kelurahan Jatimakmur.

Menurut Zaenal, Ketua KKMP Jatimakmur sebelumnya, H. Mubaidilah Hanif hanya menyampaikan pengunduran diri secara tertulis tanpa menjelaskan alasannya. “Tidak dijelaskan, karena memang yang bersangkutan tidak hadir,” ujarnya.
Meski operasional KKMP Jatimakmur belum menunjukkan aktivitas berarti, Zaenal menyebutkan koperasi masih berjalan secara terbatas. “Masih ada aktivitas, cuma untuk teknis operasionalnya itu kan kewenangan dari pengurus,” ucapnya.
Dengan terpilihnya Ketua KKMP Jatimakmur yang baru, Zaenal berharap operasional koperasi dapat kembali berjalan dengan semestinya. “Harapannya, koperasi bisa berjalan sesuai AD/ART dan menyediakan barang dengan harga bersaing, bahkan kalau bisa di bawah harga pasar agar masyarakat lebih memanfaatkan koperasi,” tuturnya.
Ketika disinggung apakah pengunduran diri Ketua KKMP sebelumnya dipicu persoalan permodalan, dirinya menekankan tidak mengetahui secara pasti. Zaenal juga mengaku belum mendapat informasi terkait kondisi stok barang yang belakangan tampak kosong di kantor KKMP, “Wah, itu saya tidak paham. Belum tahu juga soal stok, karena sudah saya serahkan teknisnya kepada pengurus,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua KKMP Jatimakmur terpilih, Anugrah Yanuar Riswandari—yang akrab disapa Bu Nanda—melalui pesan singkatnya mengonfirmasi kondisi koperasi saat ini yang tengah menjalani proses pembenahan internal.
Menanggapi kondisi tersebut, Bu Nanda menyebut sejumlah kendala turut menjadi faktor utama terbatasnya aktivitas di kantor KKMP Jatimakmur dalam beberapa waktu terakhir. “Kalau tutup itu kita lagi pembenahan, karena kemarin ada kendala sedikit. Jadi begini, ketika nanti semuanya sudah beres baru ke KKMP,” ungkapnya.
Bu Nanda menjelaskan, proses penataan meliputi aspek sumber daya manusia (SDM) hingga pengisian stok barang. “Hanya terkendala dengan SDM, dan pengisian barang kan semua harus ada modal. Belum, modalnya juga belum ada. Kalau Jatimakmur lagi pembenahan semua, tapi kami sedang berupaya menjalin kerjasama dengan pihak lain,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai aktivitas harian koperasi yang tampak tidak berjalan, Bu Nanda menerangkan sejumlah layanan sebenarnya masih ada. “Tidak tutup kok, masih ada aktivitas untuk penjualan gas dan pembayaran token. Hanya saja SDM-nya memang sedang kami benahi,” terangnya.
Sebagai Ketua KKMP Jatimakmur yang terpilih pada 9 November 2025, Bu Nanda menyatakan proses milihan dilaksanakan melalui rapat anggota. “Dasarnya ya demokrasi, pemilihan dengan rapat anggota. Semua dilakukan berdasarkan voting dan sangat demokrasi,” urainya.
Namun demikian, ia menegaskan untuk saat ini pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh hingga seluruh proses internal diselesaikan, “Kami juga sedang menunggu regulasi dari pemerintah. Semua ada proses,” tegasnya.
Bu Nanda juga menyarankan agar wartawan melihat perkembangan KKMP lain yang dianggap sudah lebih siap.
Meski begitu, dirinya memastikan pembenahan KKMP Jatimakmur ditargetkan rampung sebelum akhir tahun, “Bismillah, akan segera rapi. Insya Allah semua akan segera kembali normal dan barang-barang akan full kembali,” pungkasnya. (Andrew)





