36 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

SAHABAT UTARA Diluncurkan, Kecamatan Bekasi Utara Pangkas Rantai Birokrasi Penanganan Bencana

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Sistem Antisipasi Hadapi Banjir Terpadu Kecamatan Bekasi Utara (SAHABAT UTARA) mulai diluncurkan sebagai upaya mempercepat penanganan banjir kiriman melalui sistem pelaporan berbasis data yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat.

Peluncuran program yang mengusung tema “Dalam Rangka Transformasi Tata Kelola Tanggap Bencana Berbasis Partisipatif Masyarakat” itu berlangsung di Ballroom Jayawijaya Wisma BSI Kaliabang Lantai 10, Jl. Lingkar Utara Nomor 8, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kamis (13/8/2026).

Program tersebut lahir dari kondisi yang selama bertahun-tahun dihadapi warga Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung. Dua wilayah yang berada di RT 006/RW 002 dan RT 007/RW 002 menjadi titik yang paling terdampak banjir kiriman dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 300 kepala keluarga (KK).

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bekasi Utara Ahmad Apandi mengatakan, persoalan terbesar yang dihadapi masyarakat selama ini bukan hanya banjir, melainkan keterlambatan informasi yang berdampak langsung terhadap proses evakuasi dan penyaluran bantuan.

Menurutnya, mekanisme pelaporan yang masih dilakukan secara manual menyebabkan informasi harus melewati sejumlah tahapan sebelum diterima oleh pihak yang berwenang. Akibatnya, waktu krusial untuk melakukan penyelamatan kerap terlewat.

“Ketika banjir datang, informasi yang diterima sering terlambat. Padahal, kecepatan informasi sangat menentukan proses evakuasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat,” kata Ahmad Apandi.

Ia menyebutkan, perhatian terhadap penanganan banjir di wilayah Kecamatan Bekasi Utara selama ini dinilai belum sebanding dengan wilayah lain yang lebih sering menjadi sorotan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya inovasi SAHABAT UTARA yang dikembangkan melalui Proyek Perubahan (Proper) dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) III Tahun 2026.

Berita Lainya :  Pastikan Tepat Sasaran, Lurah Kranji Lakukan Monev Dan Sambangi Penerima Manfaat Program Rutilahu

“Persoalan banjir di Kampung Lebak harus memiliki sistem penanganan yang lebih baik. Karena itu, kami mencoba membangun tata kelola yang lebih cepat, lebih responsif, dan berbasis data,” ucapnya.

Dok. Foto — Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bekasi Utara, Ahmad Apandi, saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran SAHABAT UTARA.

SAHABAT UTARA dikembangkan dalam bentuk platform digital berbasis web yang menghubungkan masyarakat dengan pemerintah melalui sistem pelaporan dan pemantauan secara real time. Sistem ini mengintegrasikan laporan warga, data pengungsi, dan kebutuhan logistik, serta kolaborasi antarbidang di lingkungan kecamatan dalam satu pusat kendali.

Selain memanfaatkan teknologi digital, sistem tersebut juga didukung pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik rawan banjir untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan. Melalui mekanisme itu, laporan dari masyarakat dapat diterima secara langsung tanpa harus melewati rantai birokrasi yang panjang.

“Masyarakat nantinya dapat melaporkan jumlah pengungsi dan kebutuhan di lapangan melalui sistem. Semua data itu akan terlihat secara langsung sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” urainya.

Apandi menerangkan, sebelum diluncurkan secara resmi, SAHABAT UTARA telah melalui tahap uji coba dan sosialisasi kepada masyarakat di Kampung Lebak. Uji coba tersebut dilakukan sekitar dua pekan sebelum peluncuran untuk memastikan sistem dapat dipahami dan digunakan oleh masyarakat.

Berita Lainya :  Kapolsek Kelapa Gading Tinjau Pengamanan/Pengecekan Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada DKI Jakarta di Gedung PPK

Pada tahap awal, Kecamatan Bekasi Utara akan menerapkan program percontohan di RW 002 Kampung Lebak. Selanjutnya, sistem tersebut akan diperluas ke lima RW lain di Kelurahan Teluk Pucung yang masuk dalam kategori rawan banjir. Dalam jangka panjang, SAHABAT UTARA ditargetkan dapat diterapkan di seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Bekasi Utara.

Pengembangan program juga akan diintegrasikan dengan aplikasi e-Basoka (Bantuan Sosial Kedaruratan) milik Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi. Integrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan Dinas Sosial. Ke depan, SAHABAT UTARA dan e-Basoka akan saling terhubung sehingga proses penanganan bencana dapat dilakukan melalui satu sistem yang terintegrasi,” tandasnya.

Dok. Foto — Kabid Linjamsos Dinsos Kota Bekasi, Ester, ketika memberikan sambutan dalam kegiatan peluncuran SAHABAT UTARA di Ballroom Jayawijaya Wisma BSI Kaliabang Lantai 10, Jl. Lingkar Utara Nomor 8, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kamis (13/8/2026). 

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Kabid Linjamsos) Dinsos Kota Bekasi, Ester, menyambut baik inovasi yang digagas oleh Ahmad Apandi. Menurutnya, pola penanganan bencana harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar respons pemerintah terhadap masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat.

“Kolaborasi ini harus berjalan. Sistem SAHABAT UTARA dapat mempercepat proses penanganan bencana karena informasi bisa diterima dalam waktu yang jauh lebih singkat,” ujarnya.

Ia mengakui, selama ini laporan mengenai terjadinya bencana di wilayah Bekasi Utara biasanya diterima setelah melewati jeda waktu tertentu. Dengan sistem pelaporan berbasis digital, informasi dapat diterima hanya dalam hitungan menit.

Berita Lainya :  Jasa Pasang CCTV Terpercaya di Jakarta Pusat: Solusi Keamanan dengan Teknologi Terkini 2025

“Kami sangat terbantu apabila sistem ini dapat terintegrasi dengan e-Basoka. Penanganan bencana tidak lagi bergantung pada pola komunikasi yang bersifat manual,” ungkapnya.

Ester menilai, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan dengan kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh sistem keberlanjutan pengelolaannya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan sistem tetap berjalan secara optimal.

Dukungan terhadap sistem ini juga datang dari Ketua RW 002 Kelurahan Teluk Pucung, Ahmad Febri. Ia memaparkan, keterbatasan komunikasi selama ini menjadi salah satu persoalan terbesar ketika banjir melanda.

“Sebelumnya, kami sering mengalami kesulitan saat harus menyampaikan laporan mengenai kondisi warga di lapangan. Pendataan pengungsi juga belum berjalan secara maksimal,” paparnya.

Meski demikian, proses evakuasi tetap dilakukan secara mandiri oleh pengurus lingkungan melalui pendekatan dari rumah ke rumah. Ia berharap, keberadaan SAHABAT UTARA dapat mempercepat proses evakuasi sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap, nantinya sistem ini dapat membantu masyarakat, terutama saat proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Semoga bantuan yang diberikan nantinya benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (Andrew) 

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News