36 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

RW se-Kelurahan Kranji Tancap Gas, Anggaran Lingkar Beken Didominasi Infrastruktur

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Program Lingkar Beken (Lingkungan RW Bekasi Keren) dengan alokasi Rp100 juta per RW yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada 2026 menunjukkan arah pemanfaatan yang semakin fokus: pembangunan infrastruktur lingkungan.

Di tengah minimnya serapan program di sejumlah wilayah kota, Kelurahan Kranji justru mencatat konsistensi tinggi dengan mayoritas RW tetap berpartisipasi.

Ketua RW 012 Kelurahan Kranji yang juga Sekretaris Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Kelurahan Kranji, Heru Nurohman, mengatakan, dari 16 RW di wilayahnya—sebanyak 15 RW kembali menyerap program tersebut, sama seperti tahun sebelumnya.

“Untuk program Lingkar Beken tahun 2026 ini di Kelurahan Kranji alhamdulillah sudah terlaksana prosesnya. Dari 16 RW yang sanggup melaksanakan atau menerima program ini masih sama seperti tahun lalu yaitu 15 RW. Satu RW menolak karena alasan tertentu,” kata Heru di lokasi pelaksanaan program Lingkar Beken RW 002 Kelurahan Kranji, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, terdapat pergeseran signifikan dalam pola penggunaan anggaran. Jika pada tahun sebelumnya didominasi belanja barang, kini sekitar 80 persen anggaran dialokasikan untuk pembangunan fisik.

“Hampir 80 persen RW itu menggunakan anggaran tersebut untuk kegiatan infrastruktur. Ada yang untuk perbaikan saluran air, renovasi kantor RW, aula, resapan air, gapura, serta bank sampah. Berbeda seperti tahun lalu yang hampir 90 persen itu belanja barang,” jelasnya.

Berita Lainya :  Kapolsek Metro Penjaringan Gelar Ngopi Kamtibmas di Pinisi Tamaran PIK RW 13, Ajak Warga Jaga Kondusifitas Jelang Imlek

Konsistensi tersebut tidak lepas dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Program ini dinilai mampu menjawab kebutuhan dasar lingkungan yang selama ini sulit terealisasi melalui skema pembangunan konvensional.

“Sebenarnya yang jadi motivasi RW-RW di wilayah Kelurahan Kranji mengambil program itu adalah manfaatnya. Karena memang manfaatnya itu sangat dirasakan, makanya teman-teman RW tetap mau mengambil,” ujar Heru.

Namun demikian, ia tidak menampik masih adanya kendala pada aspek administrasi, khususnya dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ).

“Kalau dibilang pengalaman di tahun lalu, teman-teman RW juga mengalami kesulitan dalam melaporkan. Walaupun sudah membuat LPJ, saat pemeriksaan banyak pertanyaan yang membuat mereka merasa terbebani. Tapi karena manfaatnya besar, mereka tetap mengambil program tersebut dan siap untuk mempertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Di tingkat pelaksanaan, RW 012 menerapkan strategi pembangunan bertahap berbasis kebutuhan. Tahun ini, pembangunan saluran air difokuskan di RT 001 dan RT 004, dengan total panjang pekerjaan sekitar 108 hingga 110 meter menggunakan u-ditch beton.

“Kita tidak bagi rata (red—per RT), tapi melihat kebutuhan. Tahun lalu di RT 002 dan RT 003, tahun ini di RT 001 dan RT 004. Jadi permasalahan saluran di satu titik itu bisa langsung terselesaikan bertahap,” terangnya.

Berita Lainya :  Patroli Malam KRYD Sasar Titik Rawan di Penjaringan
Dok. Foto — Ketua RT 001/RW 012 Kelurahan Kranji, Wahyudin, saat ditemui wartawan di lokasi pelaksanaan pembangunan saluran air melalui program Lingkar Beken. 

Dampak program tersebut dirasakan langsung oleh warga. Ketua RT 001/RW 012, Wahyudin, menyebut pembangunan saluran air di lingkungannya menjadi solusi atas persoalan banjir yang telah berlangsung hampir tiga dekade.

“Wilayah saya ini langganan banjir setiap ada hujan. Alhamdulillah, sekarang pekerjaan pembuatan saluran air ini sudah terlaksana hampir 90 persen selesai. Warga sangat mengapresiasi,” ucapnya.

Ia menggambarkan, kondisi saluran air ini sebelumnya tidak layak secara konstruksi permukiman. “Selama hampir 30 tahun itu konstruksinya semrawut, dibangun secara swadaya dari paralon kecil yang bercabang—tidak sinkron. Kalau hujan deras, debit air tidak tertampung dan akhirnya masuk ke rumah warga,” paparnya.

Dengan pembangunan saluran baru, ia optimistis persoalan banjir dapat teratasi secara signifikan. “Insya Allah untuk tahun depannya sudah terhindar dari banjir. Karena pekerjaan ini sangat bermanfaat untuk warga,” tutup Wahyudin.

Dok. Foto — (kiri-kanan) Ketua RW 002, Yakub, didampingi Ketua RW 012 sekaligus Sekretaris FKRW Kel. Kranji, Heru Nurohman, dan Ketua RT 005/RW 002 Kel. Kranji, Ririn Kusniati, meninjau progres renovasi balai warga.

Sementara itu, Ketua RW 002 Kelurahan Kranji, Yakub, menilai program Lingkar Beken sebagai terobosan yang memotong panjangnya rantai realisasi pembangunan di tingkat lingkungan.

“Kalau dulu, pengajuan pembangunan melalui musrenbang itu sampai lima tahun pun belum tentu terealisasi. Alhamdulillah dengan adanya kucuran dana Rp100 juta per RW ini sangat kami apresiasi, karena langsung menyentuh ke bawah,” paparnya.

Berita Lainya :  Polda Metro Jaya Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik

Di wilayahnya, anggaran tersebut dibagi untuk tiga kebutuhan utama, yakni renovasi balai warga, penataan bank sampah, serta pemasangan CCTV lingkungan.

“Kami bagi menjadi tiga, renovasi balai warga sekitar Rp37 juta, bank sampah Rp20 juta, dan sisanya sekitar Rp42 juta untuk pemasangan CCTV sebanyak 40 titik di lima RT,” urai Yakub.

Ia menambahkan, renovasi balai warga dan bank sampah dilakukan untuk meningkatkan kebersihan serta fungsi dari fasilitas. Di sisi lain, Yakub juga menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam proses pemeriksaan administrasi.

“Untuk LPJ kami akan mengikuti arahan, tapi kami juga berharap saat pemeriksaan nanti diperhatikan sisi kemanusiaannya. Seperti fasilitas dan waktu menunggu, karena saat waktu pemeriksaan (red—tahun sebelumnya) RW menunggu cukup lama,” tandasnya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan program Lingkar Beken di Kelurahan Kranji memperlihatkan dua hal utama: efektivitas anggaran dalam menjawab persoalan dasar lingkungan, serta pentingnya penguatan pendampingan teknis agar tidak menjadi hambatan di tingkat pelaksana.

“Program ini sangat baik dan bermanfaat. Tinggal bagaimana komunikasi dan bimbingan teknisnya diperkuat, supaya RW tidak ragu dalam pelaksanaan dan pelaporannya,” pungkas Heru. (Andrew) 

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News