Jagakampung.com, Kota Bekasi – Pembangunan revitalisasi Pasar Bantargebang kembali dikebut setelah sempat menjadi sorotan publik. Dalam hampir satu bulan terakhir, aktivitas konstruksi di lapangan menunjukkan percepatan dengan capaian yang disebut telah mendekati 80 persen.
Direktur Utama PT Javana Arta Perkasa, Hartono, selaku pengembang proyek, menyatakan pekerjaan saat ini berjalan dalam kondisi kondusif dan terus mengarah pada penyelesaian.
“Ya progres berjalan bagus, alhamdulillah semua unsur berjalan baik—aman lah sekarang. Masih berjalan bagus dan Insya Allah selesai pasti,” kata Hartono saat ditemui wartawan di kawasan Bantargebang, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan fisik yang digenjot saat ini meliputi pembangunan saluran drainase menggunakan u-ditch, pemasangan keramik, serta penyelesaian fasilitas penunjang seperti kamar mandi.
“Yang sekarang ini terbanyak di gorong-gorong u-ditch, pemasangan keramik di lantai satu, kamar mandi juga di sisi luar kiri-kanan. Sudah mau selesai juga kamar mandinya itu,” jelasnya.

Sebanyak lima unit kamar mandi tengah dibangun dan kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan. Secara keseluruhan, capaian pembangunan diperkirakan telah mendekati angka 80 persen. “Ya kurang lebih hampir 79 persen lah, 80-an kurang lebih,” klaimnya menguraikan.
Percepatan itu terjadi di tengah sorotan publik, termasuk aksi unjuk rasa yang sebelumnya mempertanyakan progres pengerjaan hingga aspek investasi proyek dari sisi Perjanjian Kerja Sama (PKS)—antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dengan PT Javana Arta Perkasa.
Menanggapi hal tersebut, Hartono menegaskan bahwa proses revitalisasi Pasar Bantargebang masih terus berlangsung di lapangan.
“Proses revitalisasi sekarang masih berjalan terus. Belum ada surat dari Pemda, kita tetap berjalan terus,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot Bekasi telah melakukan evaluasi langsung ke lokasi proyek. Selain itu, pihak pengembang turut diundang ke DPRD Kota Bekasi untuk memaparkan perkembangan pembangunan.
“Sudah, beberapa minggu lalu pihak Pemkot datang ke pasar. Kita juga sudah diundang ke DPRD untuk memberikan expose kelanjutan pembangunan,” ungkapnya.

Terkait dengan PKS proyek revitalisasi Pasar Bantargebang, ia menyebut adendum masih dalam proses. Di sisi lain, Hartono mengakui adanya pembengkakan nilai investasi dari perencanaan awal. Kondisi tersebut dipicu oleh terhentinya proyek saat pandemi COVID-19, sementara kewajiban finansial tetap berjalan.
“Sekarang sih bengkak sudah semuanya. Dari awal juga kan kita PKS 2019. Sejak COVID saja sudah bengkak, berhenti semuanya. Sedangkan bunga bank harus terus berjalan, tidak bisa berhenti juga. Yang pasti bengkak, tapi belum tahu juga kisaran berapa,” paparnya.
Sebagai gambaran, nilai investasi awal revitalisasi Pasar Bantargebang berada di kisaran Rp42 miliar. “Kalau di kita itu sampai Rp42 miliar sekian ya, lupa detailnya,” ucap Hartono.
Dengan percepatan yang terus berlangsung, pihak pengembang menargetkan penyelesaian proyek dapat tercapai sebelum akhir tahun 2026. “Doa’in saja sebelum Desember sudah selesai, Insya Allah Desember selesai,” ujarnya.
Hartono juga menekankan perlunya kepastian dan dukungan berkelanjutan dari Pemkot Bekasi agar proses revitalisasi dapat dituntaskan tanpa hambatan hingga rampung. “Ya kita harus saling mendukung bersama-lah. Harus gandengan terus,” pungkasnya. (Andrew)





