Proyek Bersih Laut Pelabuhan Jakarta Dipertanyakan: Solusi Nyata atau Sekadar Proyek Citra ?
Jagakampung.com I Jakarta, 02 Agustus 2025 – Pelindo sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor kepelabuhanan, tengah menggagas program kebersihan laut dan pengelolaan sampah di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, program yang digadang-gadang sebagai upaya pelestarian lingkungan ini mulai menuai sorotan dari aktivis pelabuhan dan masyarakat pesisir.
Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM INDONESIA – Koordinator Aliansi Nasional Pekerja Pelabuhan Indonesia, Subhan, menyampaikan pernyataan kritis terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Kami mendukung upaya menjaga kebersihan laut, tapi jangan jadikan ini proyek citra atau kegiatan seremonial semata. Libatkan kami yang bekerja dan tinggal di wilayah pelabuhan. Libatkan buruh, nelayan, dan masyarakat sekitar secara nyata dalam pengelolaan dan pengawasan proyek ini. Jangan hanya kontraktor dan vendor yang diuntungkan,” ujar Subhan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proyek bersih laut seharusnya bersifat jangka panjang, berkelanjutan, dan transparan.
“Kami minta Pelindo buka laporan anggaran, progres kegiatan, serta mitra pelaksananya kepada publik. Jangan ada lagi proyek lingkungan yang hanya menguntungkan segelintir pihak,” tegasnya.
Permasalahan Nyata di Pelabuhan :
1. Penumpukan sampah plastik dan limbah industri di dermaga dan perairan pelabuhan.
2. Pencemaran dari aktivitas logistik yang berdampak langsung pada ekosistem dan nelayan pesisir.
3. Minimnya pelibatan masyarakat lokal dalam program-program pelestarian lingkungan yang berjalan.
Tuntutan SP TKBM INDONESIA dan Aliansi Pekerja Pelabuhan Indonesia :
1. Transparansi anggaran dan audit publik proyek.
2. Keterlibatan aktif buruh pelabuhan, nelayan, dan pemulung lokal.
3. Edukasi kepada pelaku industri maritim untuk mencegah limbah dari sumbernya.
4. Sinkronisasi program dengan gerakan nasional penanganan sampah laut.
5. Laut dan pelabuhan bukan panggung untuk proyek jangka pendek atau pencitraan.
Laut adalah warisan bangsa. Maka, sudah waktunya proyek kebersihan laut menjadi gerakan kolektif yang berpihak pada lingkungan, masyarakat pesisir, dan keberlanjutan ekonomi maritim Indonesia. (/Red)





