Jagakampung.com, Kota Bekasi – Sebanyak 4 orang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengikuti proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di depan Kantor Kecamatan Jatisampurna pada, Kamis sore (22/04/2021).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat eselon II ini, dipimpin secara langsung oleh Dr. Rahmat Effendi selaku Wali Kota Bekasi dengan didampingi Wakil Walikota Bekasi, Dr. Tri Adhianto dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Reny Hendrawati.
Dalam kesempatan acara tersebut turut hadir juga para pejabat di seputar wilayah seperti Camat Jatisampurna, Wahyudin, Camat Pondok Melati, Jaya Eko dan Camat Pondok Gede, Nesan Sujana serta beberapa perwakilan Lurah dari tiga Kecamatan yang ada tersebut, juga terlihat hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai.

Sesuai dengan lampiran surat Keputusan Walikota Bekasi Nomor 821.2/Kep.94-BKPPD/IV/2021 tentang alih tugas pimpinan tertinggi (eselon II) yang dibacakan saat itu dan inilah nama keempat pejabat eselon II tersebut yaitu Hanan Tarya yang menempati posisi jabatan baru sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Kariman sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan. Dan Mohammad Ridwan yang menempati jabatan baru sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta terakhir Teddy Hafni sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Dalam paparan sambutannya, Wali Kota Bekasi membahas tentang penerimaan kabar atas penilaian SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan) yang mengalami sedikit peningkatan, “tapi mereknya masih tetap ‘B’, dan kemarin kita habis bedah habis-habisan berkenaan dengan perencanaan dan penganggaran yang baik,” tandasnya.
Dan tadi pagi lanjut Rahmat Effendi, “BPK (red – Badan Pemeriksaan Keuangan) exit meeting, yang teridentifikasi kalau gak salah ada 14 catatan,” ungkapnya.
Berdasarkan hal ini, menurut Wali Kota Bekasi semuanya saling memiliki keterkaitan, “kalau kita bicara terlalu saklek (red – sesuai aturan) atau bicara terlalu rada normatif juga tidak jalan. Maka idealnya adalah kita harus dinamis, dengan berpikir dua, tiga, empat langkah kedepan,” ujar Rahmat Effendi.

“Nah saya Warning…!!! Bahwa yang paling penting dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan itu adalah pada sistem perencanaan dan sistem penganggaran. Kalau kita bicara sistem perencanaan tentunya ada indikator-indikator dan ada tahapan-tahapan serta ada kolega berpikir yang tentunya melibatkan banyak hal. Karena semua itu memang harus dinamis,” tegas Walikota Bekasi menambahkan paparan sambutannya di hadapan para pemangku jabatan.
Sebelum melakukan pengambilan sumpah jabatan dimulai, Walikota Bekasi pun sempat mengingatkan bahwa sumpah yang diucapkan mengandung tanggung jawab besar terhadap bangsa dan negara, tanggung jawab memelihara dan menyelamatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta tanggung jawab kepada kesejahteraan rakyat kota Bekasi.
Setelah itu rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara (BA) pengambilan sumpah jabatan, dan kontrak jabatan yang disaksikan oleh Kepala BKPPD Kota Bekasi, Kepala Bidang Administrasi Aparatur BKPPD Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, dan Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bekasi. (Andrew)





