36 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Mengenal Padi Raksasa PIM-1, Tinggi 2 Meter Hasil Lebih Banyak

Jagakampung.com – Ketahanan pangan bangsa Indonesia masih mengandalkan hasil produksi persawahan. Salah satunya adalah Padi sebagai basis makanan pokok. Beberapa varian yang muncul dari tanaman padi banyak digagas dalam 1 dekade ini. Misalnya padi raksasa PIM-1 dan Padi Sertani-14.

Kedua jenis tanaman padi ini selain tahan hama juga unggul dalam jumlah bulir padi yang dihasilkan. Rasanya juga lebih enak dan pulen.

Padi Indonesia Menggugat

Secara khusus redaksi akan memusatkan pada tanaman padi jenis raksasa PIM-1 yang sukses ditanam di Blitar Jawa Timur sekitar 3 tahun lalu. Padi PIM-1 merupakan kependekan dari Padi Indonesia Menggugat.

Mengutip situs nasional disebutkan, Padi PIM-1 merupakan varietas padi purba yang mampu menghasilkan produksi padi mencapai 15 ton per hektar.

Berita Lainya :  DPP LPPI : Apresiasi Dirlantas PMJ Dalam Memberikan Solusi bagi Balapan Motor Resmi untuk Generasi Muda di Jakarta
butir padi PIM-1 lebih besar dibandingkan padi biasa. (foto: istimewa)

Mohammad Diadudin Aridowi

Adalah seorang petani bernama Mohammad Diadudin Aridowi atau kerap dipanggil Udin yang pertama kali menanam padi jenis ini. Udin memperoleh bibit padi PIM-1 dari seorang petugas penyuluh lapangan di daerahnya.

Padi yang mempunyai tinggi hampir 2 meter serta bulir padi tiap tangkai yang hampir 700-900 bulir tersebut menghasilkan panen dua kali lipat dibandingkan hasil panen padi pada umumnya.

Namun, karena ukuran tanamannya yang besar, banyak yang meragukan ketahanan varietas padi ini terhadap angin. Meskipun begitu, setelah beberapa orang mencoba menanamnya dan memperoleh hasil panen mencapai 10 ton per hektar, orang pun banyak yang tertarik.

Berita Lainya :  Di Pelabuhan Kaliadem, 96 Wisatawan Hendak Ke Pulau Seribu Diwajibkan Scan Barcode Peduli Lindungi

Ketahanan padi PIM-1 terhadap hama wereng juga tekstur berasnya yang pulen, menambah daya tarik bagi orang-orang untuk mencoba menanam varietas ini.

Untuk pemeliharaan dan perawatannya sendiri, tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis padi lain pada umumnya, baik sejak persemaian, bercocok tanam hingga pemupukan.

Foto istimewa.

Sayangnya, padi PIM-1 ini belum tersertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Oleh karena itu, sebaiknya padi PIM-1 ini tidak disebarkan terlebih dahulu hingga sudah tersertifikasi.

Meski demikian, jenis padi ini sangatlah menarik. Bukan tidak mungkin jika varietas ini akan menjadi idola baru bagi para petani. Selain mudah dalam perawatannya, juga memiliki korelasi erat dengan program pemerintah yang berbasis kedaulatan pangan serta pengurangan pemakaian pupuk anorganik.

Berita Lainya :  Kegiatan Ngopi Bareng Kyai dan Nyai Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Di Hadiri PJ Bupati Tulang Bawang

Semoga untuk masa ke depan, Indonesia akan mampu berinovasi lebih dibidang pertanian.

Padi Sertani-14

Satu hal lagi, jika Anda masih menginginkan menanam padi lokal yang tidak kalah saing dengan padi PIM-1, Anda dapat mencoba padi Sertani-14. Varietas padi Sertani-14 merupakan padi hasil persilangan antara padi lokal Dayang Rindu dengan sekam putih. Padi yang dihasilkan oleh pemulia Surono Danu ini, mampu menghasilkan 14 ton per hektar. (*)

*Referensi:
– jatim.litbang.pertanian.go.id
– dkpp.probolinggokab.go.id
– news.detik.com

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News