33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Marahnya Purnawirawan TNI: Ulama Kami Ditusuk, Pimpinan Kami Dibilang An**ng

Jakarta, Jagakampung.com – Makam Pahlawan Kalibata jadi saksi kebiadaban pengkhianatan PKI dan Komunis di Indonesia. Setiap tahunnya, makam pahlawan ini selalu ramai diziarahi oleh para Purnawirawan dan banyak organisasi massa setiap tanggal 30 September sebagai bentuk peringatan kekejaman komunis di Indonesia.

Seperti yang dilakukan oleh Mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo bersama puluhan purnawiraan TNI yang mendatangi Taman Makam Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020) kemarin.

Gatot dan purnawiraan TNI nyekar ke Taman Makam Pahlawan (TMP) untuk ziarah dan tabur bunga mengenang para pahlawan yang gugur dalam pemberontakan Gerakan 30 September PKI.

Berita Lainya :  Diminta Taat ProKes dan Scan Barcode Peduli Lindungi, di Dermaga Marina Ancol 190 Penumpang Kapal Berangkat ke Pulau Seribu

Mengutip Grup Jawapos, Pojoksatu.id, kedatangan Jenderal Gatot bersama purnawiraan korps baret merah dijaga ketat aparat keamanan dari TNI dan Polri.

Bahkan Dandim Jakarta Selatan, Kolonel Inf Ucu Yustia sampai turun tangan. Ia sempat bersitegang dengan Gatot saat hendak masuk ke area makam.

Gatot cs sempat dilarang masuk ke area TMP, sehingga memicu perdebatan panas.

Setelah berdebat, akhirnya rombongan diperbolehkan masuk dengan syarat tidak boleh ramai-ramai. Per kelompok hanya maksimal 30 orang.

Gatot pun masuk ke area makam dan melakukan ziarah selama beberapa menit. Setelah ziarah dan tabur bunga, Gatot langsung meninggalkan TMP.

Berita Lainya :  Ketua DPW SPI Lampung Berikan Pendampingan Hukum Pada Warga Yang Terlilit Uang Rentenir

Kedatangan Gatot sempat diwarnai aksi demo. Para pendemo menolak kedatangan Gatot.

Selain itu, pendemo juga menyinggung rombongan massa yang datang bersama Gatot seperti FKPPI, Jawara Bela Umat, Bang Japar, dan organisasi lain.

Hal itu membuat para purnawiraan TNI dan FKPPI yang merasa terganggu.

Dalam video yang viral di media sosial, tampak puluan massa yang mengenakan seragam baret merah bersitegang dengan aparat TNI.

Mereka tidak terima lantaran Gatot Nurmantyo diusir dan dipermalukan di Surabaya dengan sebutan binatang.

Berita Lainya :  Kurangnya Komunikasi, Pengaspalan Jalan Bintara Jaya Di Stop

“Ulama kami ditusuk, pimpinan kami dibilang anjing, apalagi? Nangis kita ini, nangis,” ucapnya dengan suara keras.

Aparat TNI kemudian meminta massa tersebut untuk meninggalkan lokasi. “Ayo silahkan (bubar), yang lain juga. Yang lain bubar,” ucap anggota TNI.

Massa kemudian balik menyuruh TNI untuk membubarkan pendemo Gatot yang sejak tadi berunjuk rasa menggunakan pengeras suara.

“Itu yang dibubarkan. Itu PKI itu, tangkap itu,” tegas massa disambut teriakan takbir. Dengan segera, massa anti Gatot dan KAMI lari tunggang langgang ke arah Celilitan. (*)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News