Jagakampung.com, Kota Bekasi – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pekerjaan Sanitasi Masyarakat yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Sanitasi tahun 2024 di wilayah RT. 001/RW. 006 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (15/11/2024).

Kegiatan monev itu dilakukan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sanitasi Masyarakat tahun 2024, Yuyun Retno Winarningsih, sekaligus Jafung (Jabatan Fungsional) Teknik Penyehatan Lingkungan Ahli Muda Disperkimtan Kota Bekasi.
Dalam kesempatan itu Yuyun turut didampingi tenaga fasilitator lapangan (TFL) teknik Sanitasi Masyarakat untuk wilayah Kelurahan Jatiluhur, Muhammad Iqbal dan Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kelurahan Jatiluhur, Suharto selaku pelaksana di dalam kegiatan Sanitasi Masyarakat tahun 2024.
Kepada wartawan media ini Yuyun mengatakan, kegiatan monev dilakukan sebagai persiapan untuk pelaksanaan review apip (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) pada tahap ketiga. “Sebenarnya sih progres di lapangan rata-rata sudah selesai semuanya tahap 2, (red – Sekarang) sudah mulai mengerjakan tahap ketiga,” katanya selepas kegiatan berlangsung.
Selain Kelurahan Jatiluhur, menurut Yuyun kegiatan Sanitasi Masyarakat ini juga dilakukan pada beberapa Kelurahan lainnya seperti, Kelurahan Jatirangga dan Kelurahan Teluk Pucung. Setiap Kelurahan masing-masing mendapatkan sebanyak 82 unit septic tank biotech SNI (Standar Nasional Indonesia).
Yuyun menjelaskan, target sasaran dari kegiatan Sanitasi Masyarakat ini merupakan sebuah pemenuhan komitmen untuk mencapai 100% ODF (Open Defecation Free) atau bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.
Sedangkan pada tahun 2023 lalu, Kota Bekasi baru memenuhi 99% pencapaian Kota Sehat, “Saya targetnya membenahi 1 persen, sehingga ODF-nya jadi 100 persen. Selain itu, target lainnya adalah sanitasi layak dan sanitasi aman juga,” jelasnya sekaligus mengakhiri.
Sementara itu Muhammad Iqbal menyampaikan, pembangunan Sanitasi Masyarakat diperuntukan bagi warga yang tidak memiliki septic tank. “Artinya selama ini mereka masih membuang kotoran ke empang, ataupun ada juga septic tank-nya yang sudah jebol, dan lebih dikhususkan kepada masyarakat yang tidak mampu sama stunting,” ucapnya.
Selaku pendamping dan tim monitoring di dalam kegiatan, TFL teknik Sanitasi Masyarakat untuk wilayah Kelurahan Jatiluhur mengungkapkan jumlah total anggaran mencapai Rp. 697 juta. “Iya, di bagi 3 itu penyaluran anggarannya,” ungkap Muhammad Iqbal.
Jadi, lanjut Iqbal memaparkan, “kita kan ada 82 unit, 3 tahap. Tahap pertama 25 persen itu sejumlah 20 unit, tahap kedua itu 45 persen sejumlah 37 unit, tahap ketiga itu 30 persen sejumlah 25 unit,” tambahnya.

Namun berdasarkan pengakuan Ketua KSM Kelurahan Jatiluhur, Suharto menyebut masih ada ditemukan sejumlah 65 data BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di luar dari yang dikerjakan pada tahun 2024 ini.
Suharto menerangkan, 65 data BABS tersebut merupakan usulan terbaru yang telah diajukan untuk dikerjakan pada tahun 2025, “Kemungkinan hanya bisa direalisasi sebanyak 58 titik, dengan pertimbangan anggaran yang tersedia,” ujar Suharto singkat menutup keterangannya. (Andrew)





