Jagakampung.com, Kota Bekasi – Penyaluran distribusi bantuan pangan kepada masyarakat, kini kembali dilakukan oleh Kelurahan Bojong Rawalumbu. Bantuan pangan nasional atau yang biasa disingkat Banpangnas ini merupakan alokasi bantuan pangan dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk warga kurang mampu yang ada di Kota Bekasi.
Proses penyerahan Banpang ini dimulai pada Selasa, 7 April 2026 hingga Senin, 13 April 2026 kepada warga penerima bantuan pangan (PBP) yang dilakukan di Aula Kelurahan Bojong Rawalumbu dan disaksikan langsung oleh Lurah Bojong Rawalumbu, Warjan S,AP dengan di dampingi bersama unsur tiga pilar Kelurahan Bojong Rawalumbu yaitu Babinsa dan juga Bhabinkamtibmas serta pihak Bulog juga turut serta mendampingi.

Ada sebanyak 2.367 PBP (penerima bantuan pangan) di periode bulan Februari dan Maret 2026, berdasarkan data yang di dapat dari DTSEN yang terbaru. Dan total bantuan pangan nasional yang ada saat ini sebanyak 4.734 komoditas beras dan minyak goreng yang di berikan kepada warga masyarakat yang ada di 42 RW Kelurahan Bojong Rawalumbu.
Kepada media ini Lurah Bojong Rawalumbu, Warjan S,AP menyatakan bahwa dalam pendistribusian banpang ini pihak kelurahan melibatkan hampir seluruh staff dan pamor yang ada di Kelurahan Bojong Rawalumbu. Hal ini sengaja di lakukan guna mencegah serta mengantisipasi adanya kericuhan antrian warga masyarakat yang terjadi dalam proses pengambilan banpang ini.


“Kami selaku pemuka wilayah memiliki peran penting dalam membantu penyaluran banpang ini agar dapat terealisasi dengan baik kepada warga masyarakat yang telah terdata dalam sistem DTSEN yang terbaru,’ ungkap Lurah enerjik ini.
“Oleh karena itu dengan tertib dan teraturnya antrian warga, diharapkan nantinya penyaluran banpang tersebut dapat terealisasi dengan baik kepada warga PBP dan bermanfaat penuh bagi mereka,’ ujarnya lebih lanjut.
Kepada media ini Kasi Kessos Kelurahan Bojong Rawalumbu, Abdul Kodir S,AP mengatakan bahwa dalam penyaluran banpang ini akan di lakukan secara bertahap untuk mensiasati agar tidak membludaknya antrian warga di lokasi pengambilan banpang. ” Ya Bang, kita sengaja melakukan penyerahan banpang ini secara bertahap dengan membuat sistim pembagian PBP untuk beberapa RW terlebih dahulu untuk mensiasati agar nantinya penyaluran ini bisa berlangsung secara tertib dan teratur,’ ungkap pria hitam manis ini secara lugas.


“Pembagian banpang ini memang kami bagi dalam dua sesi di kurun waktu 5 hari kerja, yang mana dua hari pertama pembagian sesi ini melibatkan beberapa RW yang memiliki banyak warga masyarakat yang kurang mampu sebanyak 1.939 PBP dan untuk dua hari selanjutnya sebanyak 428 PBP di beberapa RW lainnya yang bisa kita akomodir dengan cepat,” paparnya menjelaskan lebih lanjut.
Dan berdasarkan pantauan media ini di lokasi, antrian masyarakat yang membludak ini dapat terurai dan mengalir secara teratur tanpa adanya kericuhan yang terjadi. Melalui sistem yang tertata baik memudahkan warga masyarakat untuk turut mengikuti tertib aturan dan melalui pemimpin yang bijak serta mampu berkolaborasi dapat mengarahkan aturan sesuai kebijakan yang dibuatnya kepada masyarakat. (J4N5)





