33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Imam Besar FBR : Lebaran Betawi 2025, Momentum Budaya Betawi Raih Pengakuan Global

Imam Besar FBR: Lebaran Betawi 2025, Momentum Budaya Betawi Raih Pengakuan Global

JAGAKAMPUNG.COM, JAKARTA – Ibu Kota Jakarta tengah bersiap menggelar perhelatan budaya tahunan Lebaran Betawi 2025. Lebih dari sekadar seremoni tradisional, perayaan tahun ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mengangkat budaya Betawi ke panggung internasional.

Dengan mengusung tema “Menyongsong Lima Abad Jakarta dengan Semangat Mempererat Kearifan Lokal Masyarakat Betawi”, Lebaran Betawi 2025 dirancang sebagai ajang yang menampilkan kekayaan seni, tradisi, dan kuliner khas Betawi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungan penuh terhadap agenda ini dan menegaskan komitmennya untuk menjadikan Lebaran Betawi sebagai ikon budaya bertaraf internasional melalui pendekatan diplomasi budaya Asia.

Salah satu langkah strategis yang dinanti adalah kehadiran para duta besar dari berbagai negara Asia yang akan diundang untuk menyaksikan langsung keragaman budaya Jakarta. Kehadiran mereka dinilai sebagai simbol pengakuan terhadap kekayaan budaya Betawi yang telah mengakar selama berabad-abad.

Berita Lainya :  Polres Metro Jakarta Utara Gelar Podcast Edukatif Bertema Bullying

Lebaran Betawi juga menjadi wadah diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarbangsa melalui seni, kuliner, serta nilai-nilai kearifan lokal. Inisiatif ini sejalan dengan visi Forum Betawi Rempug (FBR), yang selama ini konsisten mengusung misi pelestarian tradisi dan perajutan kebhinekaan dari Tanah Betawi.

Ketua Umum FBR, KH. Lutfi Hakim, menegaskan bahwa Lebaran Betawi merupakan simbol persatuan dalam keberagaman. Ia mengingatkan bahwa semangat toleransi di Jakarta sudah tumbuh sejak lebih dari 117 tahun silam, ketika masyarakat Betawi menjadi saksi sekaligus fasilitator awal gerakan kebangsaan Indonesia.

“Irama harmoni Jakarta ibarat musik tanjidor: ceria, terstruktur, dan menyatukan. Lebaran Betawi bukan hanya milik orang Betawi, tapi milik seluruh warga Jakarta,” ujar Kyai Lutfi.

Namun demikian, Imam Besar FBR itu juga mengingatkan agar acara ini tidak terjebak menjadi seremoni mahal tanpa substansi. Ia menilai sudah saatnya warisan budaya Betawi diperjuangkan secara serius hingga mendapatkan pengakuan hukum yang sah.

Berita Lainya :  Polsek Pademangan Tebar Kepedulian Lewat Program “Jum’at Berkah” di Masjid Al Ikhlas

Fokus utama perjuangan FBR saat ini adalah mendorong penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Lembaga Adat Masyarakat Betawi. Payung hukum ini dinilai krusial untuk melindungi eksistensi budaya Betawi, mengintegrasikannya ke dalam sistem pemerintahan dan pendidikan, serta mencegah budaya lokal hanya menjadi tontonan tahunan.

Lebaran Betawi 2025 dinilai sebagai momentum ideal bagi Gubernur Pramono Anung untuk menyampaikan komitmen terhadap penerbitan Pergub tersebut. Meski proses formalnya masih membutuhkan waktu, sinyal politik dari kepala daerah akan menjadi langkah simbolik yang penting.

Berita Lainya :  Persiapan Pelantikan Heri Kustanto sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta

Kyai Lutfi Hakim, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Jakarta, turut mengimbau agar pemerintah tidak lagi terjebak dalam wacana mempersatukan ormas-ormas Betawi. Menurutnya, setiap ormas telah memiliki badan hukum sendiri dan dapat berkembang secara mandiri di bawah pengawasan serta pembinaan Kesbangpol.

“Yang kita butuhkan bukan lagi penyatuan formal, tetapi penguatan kelembagaan adat Betawi yang inklusif dan representatif. Lewat Pergub itu, kita bicara masyarakat Betawi secara kolektif, bukan berdasarkan golongan,” tegasnya.

Lebaran Betawi 2025 diharapkan tak hanya menjadi perayaan budaya yang meriah, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pelestarian dan penguatan identitas masyarakat Betawi di tengah arus modernisasi Jakarta. (Red)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News