30.3 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Harpy, Drone Kamikaze Azerbaijan Yang Sukses Hancurkan MBT T-72 Armenia

Baku, Jagakampung.com – Perang sengit Armenia versus Azerbaijan memasuki hari kelima. Perang berpusat pada wilayah sengketa di Nagorno-Karabakh. Dikabarkan, Armenia mengalami kehancuran besar dengan sejumlah senjata perang yang dihancurkan Azerbaijan.

Salah satunya adalah MBT (Main Battle Tank) T-72A, dihancurkan oleh drone kamikaze yang dioperasikan Azerbaijan.

Mengutip dari postingan Twitter @BabakTaghvaee1 pada 30 September 2020, terlihat rekaman video dari drone kamikaze milik AD Azerbaijan menyerang MBT T-72A buatan Rusia yang dioperasikan AD Armenia.

Sebagai informasi, Armenia mendapat dukungan dari Rusia, sebaliknya Azerbaijan mendapat dukungan dari Turki.

Harpy, Drone kamikaze Azerbaijan yang berhasil hancurkan MBT T-72A Armenia. (foto Indomiliter dokumen)

Hancurkan 4 Unit MBT T-72A

Disebutkan pada pertempuran yang berlangsung 29 September lalu, ada empat unit MBT T-72A yang berhasil dihancurkan oleh drone kamikaze. Nah, yang menjadi pertanyaan, drone kamikaze dari jenis apakah yang mampu merontokkan keperkasaan MBT?

Berita Lainya :  Sebelum Ke Pulau Seribu, 364 Penumpang Kapal Jalani Scan PeduliLindungi di Dermaga Marina Ancol

Indomiliter.com melansir, mengutip dari laporan beberapa media internasional, rupanya sang algojo MBT Armenia adalah Harpy, yaitu jenis drone kamikaze produksi Israel Aerospace Industries (IAI).

Sejauh ini tak ada catatan, bahwa Azerbaijan pernah mengakuisisi Harpy, namun, Turki merupakan pengguna drone ini, selain digunakan juga oleh Korea Selatan, India dan Cina.

Aslinya, oleh IAI, Harpy digadang untuk menyerang instalasi radar dan menekan sistem pertahanan udara lawan. Dalam menjalankan misinya, Harpy membawa hulu ledak high explosive.

Dari spesifikasi, Harpy ditenagai satu unit mesin UEL AR731 Wankel rotary yang punya kekuatan 38 hp.

Berita Lainya :  Video Viral, Situs DPR Diserang, Tertulis jadi 'Dewan Penghianat Rakyat'

Harpy dapat melaju dengan kecepatan 185 km per jam dan jarak jelajah 500 km. Punya panjang 2,7 meter dan lebar bentang sayap 2,1 meter, Harpy dapat membawa payload berupa hulu ledak high explosive seberat 32 kg.

Renggangkan Hubungan AS-China

Ada kisah yang menarik dari Harpy, rupanya gegara penjualan Harpy ke Cina, pernah membuat hubungan AS dan Israel renggang.

Persisnya pada tahun 1994, Israel menjual paket Harpy seharga US$55 juta ke Cina. Dan pada tahun 2004, sejumlah Harpy akan mendapatkan upgrade kemampuan di Israel.

Berita Lainya :  Danrindam Jaya Resmi Buka Latihan Berganda Siswa Dikmata TNI AD Gel II TA. 2022.

Nah, dari situlah kemudian Washington memprotes Tel Aviv, pasalnya ada potensi Harpy akan digunakan oleh Cina untuk menyerang Taiwan dan pasukan AS di Pasifik.

Sementara itu, Israel rupanya menolak permintaan AS untuk menghentikan kontrak upgrade dan akuisisi Harpy untuk Cina.

Menurut Israel, Harpy adalah loitering munition yang dirancang secara lokal oleh Israel dan tidak berisi sub-sistem yang diproduksi oleh perusahaan AS.

Insiden tersebut sempat membekukan hubungan antara Amerika Serikat dan Israel, dengan Israel ditangguhkan dari statusnya sebagai Security Cooperative Participant dalam program Joint Strike Fighter.

Namun, pada 6 November 2005, Israel menyatakan bahwa mereka telah diterima kembali dalam program tersebut.

(*/RedHuge/Jagakampung)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News