33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Hadapi Pandemi, Aston Masih Survive dan Raih Keuntungan

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Jagakampung.com – Bogor –  (14/09/2021) – Nuzirman Nurdin, selaku Chief Investor Relation & Coorporate Affair Aston sampaikan untuk kedepan harapan jikalau covid membaik dan semua industri pariwisata akan bisa rebond. Demikian ucapnya pada wartawan media cetak, online dan elektronik saat diwawancarai di tengah sesi RUPS PT Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) yang digelar di Hotel Aston Resort. Bogor, Jawa Barat (14/09/2021).

Dirinya mengaku untuk hadapi pembatasan dan penutupan beberapa wahana wisata (baik Jungle, water park) dikarenakan aturan kebijakan Pemprov Jawa Barat dan Pemda Bogor pihaknya tengah melakukan penghematan.

Berita Lainya :  Di Pelabuhan Kaliadem, 123 Penumpang Kapal Scan PeduliLindungi Sebelum Berangkat ke Pulau Seribu

“Lantaran, pariwisata itu tergantung dengan keramaian. Sementara keramaian dilarang,” paparnya

“Diluar itu, yang dirasakan sangat susah. Dikarenakan ada pembatasan kapasitas. Barang tentu, dikarenakan saat berkumpul terkena denda,” terang Nurdin.

Secara blak blakan, lanjutnya menerangkan kalau perkembangan pariwisata Perseroan memang mengalami lumayan berat. Hal ini, karena awal Maret dan Juli lalu sempat di tutup. Baik untuk Jungle , water park, akan tetapi kecuali untuk hotel hanya dibatasi ruang kamar dan ruang meeting, dibatasi kapasitas.

Barang tentu, ungkap Nurdin menjelaskan jikalau jumlah yang terpapar covid nantinya turun significant, ditambah masyarakat berperan aktif menggunakan masker dan juga vaksinasi terhadap masyarakat sudah menjangkau luas, Insya Allah tentunya akhir tahun juga sudah mulai berjalan normal kembali.

Berita Lainya :  Sebanyak 18 personil Polres Lampung Barat naik pangkat periode 01 Juli 2023

Namun, menurutnya apabila nanti pihak Pemda atau Pemkot Bogor mulai membuka larangan pembatasan dan penutupan wahana resort maupun wisata. Dirinya merasa yakin ketika dibuka tentunya akan melonjak. Karena masyarakat, dimana yang dengar dibuka.

Sejauh ini pihaknya menjalankan roda perusahaan konvensional saja. Dan untuk Aston ini saja, masih lumayan bagus. Dapat dilihat, parkir saja masih penuh. Dikarenakan, dari pihak Pemkot dan Pemda masih menggunakan, paparnya menerangkan

“Alhamdulillah, bukan hanya survive. Juga bisa menghasilkan keuntungan,” jelasnya.

Sedari sisi sumber daya manusia, lanjutnya menjelaskan bahwa pihak para pekerja (karyawan) menggunakan dengan hati, dapat ditengok dari keramaian.

Berita Lainya :  Plh.Danramil Turut Saksikan Kegiatan Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Anti Korupsi

Menepis kesemua hal tersebut ditas, ungkapnya memang situasi terkini kesemua Taman Wisata stop semua. Baik juga dari hire (memperkerjakan) sumber daya manusia, pihaknya pun melakukan pengurangan. Khususnya, para karyawan yang kontrak.

“Terkait dengan buka tutup yang diambil pemerintah, itu sudah terbaik. Namun, kalau dibuka maka akan bertambah covid. Kalau masih tinggi kasus, tentunya berbahaya,” pungkasnya

Nurdin mengatakan,”Dari sisi marketing, semoga dapat berkolaborasi lagi Memang, saat ini alami pengurangan tenaga kerja. Dimana beberapa karyawan kontrak, dan akan ada perpanjangan lagi. Waterpark juga sudah dibatasi, dan untuk hotel pun juga ada pembatasan. Dimana hanya diperbolehkan sejumlah 50 persen,” tandasnya. (Johan Sopaheluwakan)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News