36 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Ekskavator Proyek Hantam Pipa Gas PGN, Semburan 10 Meter Picu Kepanikan

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Kebocoran hebat pipa jaringan gas bawah tanah milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memicu semburan air setinggi hampir 10 meter dan sempat menimbulkan kepanikan warga.

Insiden ini terjadi di area proyek pembangunan pedestrian dan taman di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di pertigaan Jalan Nangka Raya, depan Grand Mall Bekasi, Jumat (29/5/2026).

Mandor pelaksana proyek dari PT Mawany Inti Karya, Yanto, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat pekerjaan saluran air berlangsung.

Menurutnya, pipa gas berada di bawah lapisan cor beton setebal sekitar 30 sentimeter dan tidak terdeteksi secara visual. Saat alat berat jenis ekskavator (beko) beroperasi, bagian tersebut tanpa sengaja tersentuh.

“Pipa gas itu posisinya di bawah coran, tidak kelihatan. Area sudah kami keringkan, sementara pipa itu ada dibawah coran sekitar 30 cm. Jadi, saat beko bekerja kena pipa gas,” kata Yanto saat ditemui di lokasi.

Berita Lainya :  Satgas Ops Damai Cartenz Perkuat Ikatan Kebersamaan dengan Masyarakat Mimika
Dok. Foto — Branch valve (katup kontrol) sebagai penanda sistem perpipaan jaringan gas bawah tanah milik PGN yang terpasang di sekitar area lokasi pekerjaan proyek.

Sebelumnya, Yanto menyebut sudah mendeteksi dan melakukan koordinasi dengan unsur utilitas terkait pada area pekerjaan. Namun, data mengenai titik presisi jalur pipa gas tidak diketahui secara pasti.

“Koordinasi sudah ada dengan pihak gas, tapi mereka juga tidak tahu titik pastinya di mana. Memang ada penanda jalur, tapi tidak sesuai dengan posisi sebenarnya,” ucap Yanto.

Ia membeberkan, pihaknya sempat mencoba melakukan penggalian manual untuk menghindari risiko. Tapi keberadaan pipa gas tersebut tetap tidak ditemukan, karena posisinya berada lebih dalam di bawah struktur beton.

Pasca kejadian, sejumlah pihak langsung mendatangi lokasi, termasuk petugas Disdamkarmat (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Kota Bekasi, konsultan proyek, serta perwakilan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.

Sementara itu, Pelaksana Teknis (Peltek) pekerjaan dari DBMSDA Kota Bekasi, Ridwan, menyampaikan kepanikan sempat terjadi di lokasi—terutama di kalangan pekerja. “Ya takut lah, bau gas. Kita fokus ke penanganan dulu,” ujarnya.

Berita Lainya :  Pengajian Taklim Majelis Al Fatawi Pemangku Adat Jayakarta : Memperkuat Iman dan Budaya di Era Modern

Berdasarkan penjelasan Ridwan, tim dari PGN telah berada di area lokasi kejadian untuk melakukan langkah penanganan darurat, termasuk penutupan valve guna menghentikan aliran gas.

“Tim PGN sudah di lokasi, sedang proses penutupan valve. Saat ini akan dilakukan pengamanan dengan casing,” jelasnya.

Ia pun mengungkapkan, kedalaman pipa gas diperkirakan hanya sekitar satu meter dari permukaan tanah. Insiden terjadi pada saat proses pengerjaan menggunakan breaker, di mana kondisi air di lokasi tidak dapat dikuras secara optimal.

“Volume air cukup banyak, sementara normalisasi belum selesai di area Polsek Bekasi Kota. Itu yang menjadi salah satu faktor,” ungkapnya.

Sebenarnya, Ridwan memaparkan, lokasi jalur pipa PGN sudah diidentifikasi bersama sejumlah pihak utilitas lain seperti Telkom dan PLN. Namun, titik yang terdampak justru berada di luar area yang telah ditandai. “Lokasi yang di-breaker berada di luar area marking, tapi ternyata justru malah kena pipa PGN,” paparnya.

Berita Lainya :  Polsek Koja Gelar Operasi Cipta Kondisi Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Dok. Foto — Kondisi sumber kebocoran pipa gas mulai sedikit terkendali setelah proses penutupan valve dilakukan, meski semburan gas masih menunjukan tekanan ringan.

Setelah proses penutupan valve dilakukan, kondisi di sekitar lokasi mulai sedikit terkendali. Semburan air yang sebelumnya terjadi pun telah berkurang, meski masih menunjukan tekanan ringan.

Dalam kejadian ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa, dan pekerjaan proyek sempat dihentikan sementara demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya validitas data utilitas bawah tanah serta koordinasi lintas instansi dalam setiap pekerjaan infrastruktur, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari pihak PGN di lokasi kejadian. (Andrew) 

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News