36 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Dua Tempat Ibadah Diresmikan Walikota Bekasi, Lurah Jatiluhur: Ini Simbol Kolaborasi

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Walikota Bekasi, Tri Adhianto menandatangani dua prasasti tempat Ibadah yang berada di wilayah Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Selasa (20/5/2025).

Penandatanganan kedua prasasti tempat ibadah itu, pertama kali dilakukan terhadap Musholla K. Senan yang berada di lingkungan RT. 007/RW. 002 sekitar Kantor Kelurahan Jatiluhur.

Dok Foto. Saat Walikota Bekasi, Tri Adhianto menanda tangani salah satu prasasti.

Kemudian penandatanganan prasasti tempat ibadah berikutnya, dilaksanakan pada Masjid Jami’ AR-Rosikhin yang terletak di wilayah RW. 005 Kelurahan Jatiluhur.

Kegiatan penandatanganan prasasti ini dilakukan sebagai bentuk, bagian dari rangkaian peresmian yang dilakukan langsung oleh Walikota Bekasi.

Selain Walikota Bekasi, acara tersebut juga dihadiri sejumlah pihak seperti; Camat Jatiasih, Ashari yang didampingi Lurah se-Kecamatan Jatiasih, Lurah Jatiluhur, Muhidin, tokoh masyarakat Kelurahan Jatiluhur, dan warga sekitar.

Diketahui, Musholla K. Senan dibangun atas inisiatif Lurah Jatiluhur yang dilakukan sebagai sarana tempat ibadah untuk mendukung kebutuhan spiritual aparatur dan masyarakat sekitar.

Berita Lainya :  BRINUS Dirikan INKOPBRINUSA, Perkuat Kemandirian Ekonomi Anggota

Dalam sambutannya, Walikota Bekasi mengapresiasi langkah Lurah Jatiluhur atas upaya terhadap pembangunan fasilitas tempat ibadah di sekitar Kantor Kelurahan, “Saya mengapresiasi inisiatif dari pihak Kelurahan Jatiluhur, khususnya Pak Lurah yang telah berupaya menghadirkan fasilitas ibadah seperti Musholla K. Senan ini,” katanya.

Menurut Tri Adhianto, hal itu membuktikan bahwa pelayanan terhadap publik bukan hanya persoalan administratif, “Tetapi juga soal menghadirkan ruang spiritual yang nyaman bagi masyarakat,” ucapnya.

Kepada wartawan media ini Lurah Jatiluhur menerangkan, pembangunan Musholla berangkat dari rasa keprihatinan dirinya terhadap tidak adanya tempat ibadah memadai di sekitar RT. 007/RW. 002 Kantor Kelurahan Jatiluhur, yang setidaknya memiliki lebih dari 300 kepala keluarga.

Melalui keterangannya diketahui, Muhidin menggagas pembangunan Musholla K. Senan sejak tanggal 17 Mei 2024 yang lalu bersama tokoh masyarakat, RW, Babinsa, Bimaspol, LPM, BKM, Karang Taruna, dan FKRW, “Peletakan batu pertama dilakukan oleh Camat Jatiasih pada 15 Juni 2024,” terangnya.

Berita Lainya :  Jelang Ramadan, Kapolsek Koja Gelar “Ngopi Kamtibmas” Bersama Warga Tugu Utara

Muhidin mengungkapkan, pembangunan Musholla K Senan murni didanai melalui swadaya masyarakat tanpa ada bantuan dari pihak politik manapun, “Dana yang terkumpul secara tunai mencapai sekitar Rp. 232 juta, dan bantuan dalam bentuk barang seperti granit, genteng, baja ringan, serta hebel, diperkirakan bernilai sekitar Rp. 200 juta. Setelah (red – Selesai proses pembangunan) kelengkapan fasilitas seperti AC, sound system, dan kanopi, total nilai pembangunan mencapai hampir Rp. 500 juta,” ungkapnya.

Meskipun berada di dalam lingkungan kantor kelurahan, Musholla K Senan sepenuhnya dibuka untuk masyarakat umum, “Ini bukan milik saya, bukan milik kelurahan, tapi milik semua warga Jatiluhur. Semua boleh menggunakan fasilitas ini,” tegas Muhidin.

Dok foto. Sesi foto bersama Walikota dengan seluruh masyarakat.

Musholla ini juga telah aktif digunakan warga, termasuk untuk kegiatan sholat berjamaah, pengajian ibu-ibu setiap Sabtu pagi, serta kajian warga RW. 007 setiap Minggu pagi, “Sejak awal memang direncanakan Pak Wali yang meresmikan, mengingat lokasinya ini di lingkungan kantor kelurahan. Ini adalah simbol kolaborasi, bukan dari satu orang, tapi dari semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Berita Lainya :  Polsek Cilincing Amankan 7 Remaja Dalam Giat KRYD Operasi Brantas Jaya 2025

Terkait dengan pemilihan nama terhadap Musholla “K Senan”, Muhidin coba menjelaskan, hal itu diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Karbit Senan, Kepala Desa Jatiluhur terdahulu yang dikenal sebagai tokoh penting dalam membuka dan memajukan wilayah tersebut, “Kami ingin mengabadikan jasa-jasa beliau dalam membuka wilayah ini, agar generasi sekarang tidak melupakan sejarah,” jelas Lurah Muhidin.

Di akhir wawancara, Muhidin menegaskan pentingnya meninggalkan warisan yang bermanfaat. “Suatu saat, ketika kami sudah tidak menjabat, musholla ini akan tetap berdiri sebagai bukti bahwa kami pernah menorehkan sesuatu untuk masyarakat,” pungkasnya. (Andrew)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News