36 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Diduga Tak Miliki Pondasi Standar, Reklame Raksasa di Jl. Patriot Roboh

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Sebuah tiang reklame (billboard) berukuran besar ambruk di sisi Jalan Patriot, tepat di simpang tiga kawasan Pasar Kranji Baru yang menghubungkan Jalan Pemuda Kranji dan Jalan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat pada Jumat (13/3/2026).

Dengan ketinggian tiang reklame tersebut yang diperkirakan sekitar 10 meter, terlihat rangka besi papan reklame jatuh roboh dan miring menimpa salah satu deretan kios yang berada persis diseberang jalan tempat tiang reklame tersebut sebelumnya berdiri.

Dan berdasarkan pantauan media ini dilokasi, beberapa pekerja yang datang terlihat berada di atas struktur rangka besi untuk melepaskan satu-satu bagian dari konstruksi billboard yang roboh. Kejadian tersebut menarik perhatian warga dan pengendara yang melintas di simpang padat itu.

Klaim “Billboard Raksasa” Roboh Faktor Hujan dan Angin

Camat Bekasi Barat, Sudarsono yang berada di lokasi saat proses evakuasi berlangsung menduga “Billboard Raksasa” itu roboh dipicu karena faktor cuaca. “Hujan tadi ada angin, artinya ini kan musibah,” ujarnya kepada wartawan.

Meski demikian, ia menyebut penyebab pasti ambruknya konstruksi tiang reklame ini masih akan diverifikasi lebih lanjut. “Iya, otomatis besok kita akan verifikasi dan evaluasi kaitan dengan teknis dari bangunan reklamenya sendiri,” ungkapnya.

Camat Bekasi Barat ini mengungkapkan pemerintah langsung mengambil langkah penanganan di lokasi kejadian. Konstruksi reklame yang tumbang segera dievakuasi agar arus lalu lintas di sekitar kawasan pasar tidak terganggu.

Dok Foto. Camat Bekasi Barat, H. Sudarsono, SE., MA (kemeja putih) saat memantau robohnya tiang reklame yang ada di simpang Pasar Kranji Baru ini.

Adapun sejumlah instansi turut diterjunkan untuk membantu penanganan masalah ini, mulai dari Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, hingga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi. Selain itu, pemerintah Kota Bekasi juga mengerahkan kendaraan mobil crane/derek untuk membantu proses evakuasi rangka reklame yang roboh.

Berita Lainya :  Patroli KRYD Polsek Koja Sisir Titik Rawan, Puluhan Remaja Dibubarkan di Rawa Badak

“Yang paling penting adalah peran pemerintah Kota Bekasi cukup responsif dengan langsung menurunkan tiga mobil crane dan mempercepat evakuasi agar masyarakat pemakai jalan tidak terganggu,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan wartawan, Sudarsono mengklaim, ambruknya konstruksi reklame tersebut tidak memiliki hubungan dengan pekerjaan peningkatan saluran drainase (U-ditch) di dekat lokasi. ‘Oh gak ada, gak ada kaitannya. Karena beda jalur, dan pekerjaan saluran ini belum sampai sana,” klaimnya sekaligus mengakhiri.

Statement Pedagang: Billboard Roboh Saat Cuaca Terik

Dian, salah seorang pedagang yang berjualan tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku sempat dikejutkan oleh suara keras saat konstruksi billboard itu roboh. “Ya namanya jatuh kita kaget lah, brek gitu aja udah,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi.

Ia menuturkan, saat peristiwa terjadi tidak ada hujan, peristiwa itu terjadi pada siang hari ketika cuaca justru cukup terik. “Nggak sih, orang tadi siang. Kita juga lagi di dalam, jadi tahu-tahu udah jatuh aja,” tuturnya saat ditanya soal kondisi cuaca ketika kejadian.

Dian membenarkan, di sekitar lokasi memang tengah berlangsung pekerjaan peningkatan saluran drainase. Proses pekerjaan penggalian itu terlihat di sepanjang sisi jalan yang juga melintasi tempatnya berdagang.

“Iya, lihat aja pekerjaan saluran kondisinya begitu. Pokoknya saya tahunya tiang reklame pas sudah jatuh, Mas,” pungkasnya.

Dok Foto. Perwakilan PT Karya Satria selaku penyelenggara billboard, Indra (batik tengah), terlihat memantau langsung kondisi konstruksi yang tumbang saat proses evakuasi berlangsung.

Sempat Melihat Kemiringan Setelah Ada Penggalian

Di tengah proses penanganan evakuasi, Indra yang merupakan perwakilan PT Karya Satria selaku penyelenggara billboard, terlihat memantau langsung kondisi konstruksi yang tumbang. Saat disingung media ini terkait penyebab robohnya tiang reklame tersebut, Indra memaparkan bahwa dirinya belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab utama terjadinya insiden tersebut.

Berita Lainya :  Kolaborasi Dengan KKMP Jaticempaka, GP Ansor Launching Warung BUMA

Dan dihadapan media ini, Indra mengaku sempat menyadari adanya kemiringan pada billboard sejak malam sebelumnya. “Tapi awalnya kan dimulai dari penggalian (red — Saluran Drainase). Ada penggalian, terus ada kemiringan sedikit,” paparnya.

Ya, sambung Indra, “kemungkinannya kan bisa terjadi apa-apa. Makanya saya copot dulu panelnya buat antisipasi, sambil menunggu pimpinan proyek untuk koordinasi,” imbuhnya.

Namun, upaya antisipasi itu belum sempat terlaksana sepenuhnya. Bahkan sampai insiden ini terjadi, Indra menyatakan belum sempat bertemu dengan pimpinan proyek (Pimpro) pekerjaan peningkatan saluran drainase.

“Saya sudah hubungi dinas terkait, makanya tadi Pak Kabid (Kepala Bidang) juga bilang lagi cari-cari Pimpro-nya. Saya juga pengen ketemu sih, tapi belum ketemu dia malah keburu kejadian. Gak ada korban Pak, iya (kerugian materil satu kios), nanti saya hubungi ke pihak pasar,” pungkasnya.

Dalam insiden tersebut, diketahui ukuran papan reklame yang roboh memiliki lebar panel sekitar 4 meter dengan tinggi konstruksi yang menurut Indra mencapai sekitar 6 meter.

Pondasi Billboard Tidak Sesuai Spesifikasi

Sementara dari sisi pelaksana proyek peningkatan saluran drainase (U-ditch), I Made Dian Bagus Suroso menegaskan bahwa ambruknya tiang reklame sebagian besar dipicu oleh ketidaksesuaian struktur dan fondasi.

Berita Lainya :  Wakapolres Metro Jakut Hadiri “Fit Fun Fest 2025” di Kelapa Gading: Warnai dengan Semangat Kebersamaan dan Kampanye Anti Tawuran
Dok Foto. Pelaksana pekerjaan proyek saluran drainase, Suroso, menyoroti lemahnya spesifikasi konstruksi fondasi reklame raksasa yang ambruk.

“Nah ini karena strukturnya gak benar, secara teknis tiang billboard itu seharusnya ditanam sampai kedalaman 3 meter. Ini kan ambruk, fondasinya hanya digali 90cm. Sedangkan saluran drainase digali sampai 1 meter, ya jelas gak kuat,” tegasnya saat ditemui di lokasi proyek.

Dengan pemasangan ideal, Suroso yakin tiang reklame tetap stabil, meski berdiri dekat galian saluran drainase atau menahan beban tambahan lainnya.

“Faktanya sudah jelas, struktur yang dia bangun menurut penyelenggara benar apa tidak? Saya juga tahu, saya orang konstruksi. Jadi sebenarnya pada melanggar aturan disitu, artinya ada kelalaian dalam hal pengawasan pemasangan reklame,” urainya.

Struktur bangunan, sambung Suroso lebih lanjut, “memiliki diameter pipa 16 inch, tinggi 9 meter, dan fondasi kedalaman hanya 1 meter. Tidak ada cakar ayam, stek, atau angkur,” tambahnya, sambil menunjuk fondasi yang mulai terangkat. Suroso menerangkan, pihaknya sudah berupaya melakukan komunikasi sejak dua hari yang lalu sebelum insiden terjadi.

“Kami juga sudah memberi tahu penyelenggara reklame, kalau tiang tersebut mulai terlihat miring. Namun semalam responsnya hanya sebatas mengambil panel iklan saja, tanpa melakukan perbaikan struktural,” terangnya.

Sejak pagi, Suroso menjelaskan, timnya sudah melakukan penggalian secara manual pada proses pemasangan u-ditch. “Kegiatan galian ini sudah berlangsung sekitar satu bulan. Sebelum ambruk, memang sudah terlihat tanda-tanda kemiringan — tapi tidak ditindaklanjuti,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Suroso sempat menekankan, sebelumnya setiap pekerjaan penataan saluran drainase dimulai dari komunikasi dengan pihak utility. “Termasuk kabel-kabel PLN, optik, dan PDAM, serta ini juga reklame,” tandasnya. (Andrew)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News