Jagakampung.com, Kota Bekasi – Tahap kedua pelaksanaan kegiatan pembangunan di wilayah, melalui anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan Kelurahan tahun 2024 mulai dikerjakan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Jakasampurna. Melalui kegiatan pembangunan tahap kedua tersebut, BKM Kelurahan Jakasampurna lebih fokus terhadap perbaikan jalan lingkungan.
Seperti pekerjaan pengecoran jalan lingkungan yang berlangsung di RT. 002/RW. 016 Caman Utara, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kamis (21/11/2024) malam.

Pada kesempatan itu Lurah Jakasampurna, Edi Djunaedi, Ketua Koordinator BKM Kelurahan Jakasampurna, Kamiriyanto bersama pengurus Pimpinan Kolektif (Pimkol) BKM Kelurahan Jakasampurna, Ketua RT/RW setempat, dan Bimaspol Kelurahan Jakasampurna terlihat hadir melakukan monitoring kegiatan pengecoran jalan lingkungan.
Kepada wartawan media ini, Lurah Jakasampurna mengatakan pengecoran jalan lingkungan ini merupakan lanjutan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) di wilayah melalui DAU Tambahan Kelurahan tahun 2024, “Tahun ini kita memiliki 4 kegiatan yang dikerjakan oleh BKM selaku pelaksana dari anggaran DAU Tambahan Kelurahan,” kata Edi Djunaedi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurut Lurah Jakasampurna, 2 dari 4 kegiatan yang dimaksud telah selesai dikerjakan oleh pihak BKM Kelurahan Jakasampurna pada pelaksanaan tahap pertama DAU Tambahan Kelurahan tahun 2024, “Keduanya merupakan perbaikan drainase saluran air di RT. 002/RW. 018 dan RT. 003/RW. 001,” ujarnya.
Nah, lanjut Edi menambahkan, “Kalau untuk malam ini kita melaksanakan salah satu kegiatan DAU tahap kedua, dengan melakukan pengecoran jalan lingkungan bersama dengan warga sekitar, Ketua RT. 002, dan Ketua RW. 016 Kelurahan Jakasampurna,” tambahnya.
Kemudian setelah pengecoran jalan lingkungan selesai, masih dalam keterangan Lurah Jakasampurna, pihak BKM akan melanjutkan kegiatan perbaikan jalan lingkungan menggunakan paving block di RT. 002/RW. 002, “Seluruh kegiatan pembangunan ini, sebelumnya telah diusulkan melalui musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tingkat Kelurahan,” terangnya.
Edi pun berharap, nantinya hasil pembangunan jalan lingkungan dan saluran air yang dikerjakan oleh BKM Kelurahan Jakasampurna dapat dijaga dan dirawat secara bersama-sama, “Supaya hasilnya bisa lebih dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Di lokasi yang sama Kamiriyanto memaparkan, jumlah seluruh anggaran DAU Tambahan Kelurahan tahun 2024 senilai Rp. 200 juta. Anggaran tersebut dibagi 4, dengan nilai Rp. 50 juta pada masing-masing kegiatan, “Karena RAB (Rencana Anggaran Biaya) 50, ya semua anggarannya Rp. 50 juta,” paparnya.
Kamiriyanto pun menjelaskan, untuk pekerjaan perbaikan drainase saluran air yang telah terlaksana itu memiliki volume yang berbeda, “Di RT. 002/RW. 018 itu menggunakan u-ditch ukuran 30, tapi panjangnya kurang lebih 50 meteran ya. Nah satu lagi yang di RT. 003/RW. 001 dengan u-ditch ukuran 40, panjang 42 meter. Itu karena di pinggir jalan ya, jadi kita pasang dengan ukuran yang lebih besar,” jelas Ketua Koordinator BKM Kelurahan Jakasampurna.
Sementara dalam kegiatan pengecoran jalan lingkungan yang dilaksanakan pada malam itu, memiliki volume panjang pekerjaan 100 meter, dengan lebar rata-rata 3 meter, “Iya ada pekerjaan perbaikan jalan juga, menggunakan paving block di wilayah RT. 002/RW. 002. Belum berjalan, jadi rencananya setelah pekerjaan di RW. 016 ini selesai. Panjang volume pekerjaan paving block, kurang lebih 200 meter persegi,” ucap Kamiriyanto.
Ketua Koordinator BKM Kelurahan Jakasampurna juga menilai, wilayah tersebut masih sangat membutuhkan pembangunan Sarpras jika dibandingkan dengan pembangunan taman, “Saya rasa, tergantung kepentingan ataupun kebutuhan pada setiap masing-masing wilayah. Kalau untuk pembangunan taman sebenarnya tidak terlalu, karena masing-masing wilayah itu juga tidak punya lahan ya,” tegasnya.
Tapi, sambung Kamiriyanto, “Yang jelas wilayah justru lebih membutuhkan pembangunan Sarpras seperti, jalan lingkungan dan saluran air,” imbuhnya. Ketua Koordinator BKM Kelurahan Jakasampurna berharap kedepannya anggaran di dalam program tersebut dapat lebih ditingkatkan kembali.

Pasalnya menurut Kamiriyanto, harga material dan upah tenaga kerja saat ini sudah sangat tinggi. “Jadi kalau dananya terlalu mepet itu, kadang-kadang jadi kurang maksimal. Contoh Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni), Rp. 20 juta per unit sebenarnya sudah sangat terlalu minim. Seharusnya lebih dari Rp. 20 juta,” ungkapnya sekaligus mengakhiri.
Berdasarkan hasil wawancara dari Kamiriyanto, diketahui pada tahun ini BKM Kelurahan Jakasampurna mendapatkan program 9 unit Rutilahu dan pembangunan Sarpras melalui DAU Tambahan Kelurahan tahun 2024. (Andrew)





