Bang Yusran, dari Makassar ke Jakarta: Perjuangan Pemimpin Penambang Tradisional dan Penggiat UMKM
Jagakampung.com, Jakarta – Heri Gunawan Sattar, pria kelahiran Makassar, 10 Oktober, mungkin belum terlalu populer di kalangan publik luas. Namun di dunia organisasi masyarakat dan UMKM, sosok yang akrab disapa Bang Yusran ini dikenal sebagai pemimpin yang memiliki kepedulian tinggi terhadap rakyat kecil, semangat kebangsaan, serta cinta pada budaya kuliner nusantara.
Sebagai Ketua Umum AMPETRA (Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia), Bang Yusran berkomitmen memperjuangkan legalitas dan kesejahteraan para penambang rakyat. Baginya, penambang tradisional adalah tulang punggung ekonomi daerah yang harus mendapat perhatian.
“Penambang tradisional harus mendapat tempat yang layak, bukan dipinggirkan. Mereka bagian dari rakyat yang berhak sejahtera,” tegas Bang Yusran dalam berbagai kesempatan.
“Menanamkan Semangat Bela Negara”
Tak hanya di dunia tambang rakyat, Bang Yusran juga mengemban amanah sebagai Ketua DKI Forum Bela Negara (FBN). Lewat organisasi ini, ia aktif menggelorakan semangat cinta tanah air dan menanamkan nilai kebangsaan, khususnya kepada generasi muda. Menurutnya, bela negara adalah sikap dan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia dalam menjaga persatuan bangsa.
“Bang Yusran Sukses di Dunia Kuliner”
Selain aktif di organisasi, Bang Yusran juga seorang pengusaha kuliner. Ia adalah CEO Resto Makanan Makassar Ikan bakar Phinisi & Coto Makassar, yang menghadirkan cita rasa khas tanah kelahirannya di ibu kota. Usaha ini bukan hanya bisnis, melainkan juga sarana untuk memberdayakan tenaga kerja lokal sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM.
Restoran miliknya dikenal menjadi tempat berkumpul para perantau Makassar di Jakarta, sekaligus destinasi kuliner bagi masyarakat luas yang ingin menikmati kelezatan Cotto Makassar asli.
Ketekunan Bang Yusran dalam membangun organisasi dan usaha membuatnya dikenal sebagai sosok yang konsisten, berkomitmen, dan visioner. Ia tak hanya berpikir soal keuntungan pribadi, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat bisa tumbuh bersama.
“Berkarya untuk bangsa, berjuang untuk rakyat kecil, dan menjaga warisan budaya agar tetap lestari,” menjadi moto hidup yang selalu ia pegang.
Dengan kiprah yang luas, Bang Yusran kini menjadi contoh nyata pemimpin yang tidak melupakan akar budaya, peduli pada rakyat kecil, dan tetap berkontribusi untuk bangsa.





