27.9 C
Jakarta
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Angka Stunting Kabupaten SBB Tertinggi, Kepala BKKBN Provinsi Maluku Sarankan Pencegahan Lewat MBG dan GENTING

Piru (6/9/2026), jagakampung.com – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku, DR. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., M.S.E, menyatakan, capaian Kabupaten Seram Bagian Barat dengan angka prevalensi stunting tertinggi diatas Provinsi Maluku yakni 33,70% maka menjadi PR besar bagi kabupaten yang berjuluk Saka Mese Nusa ini terkait stunting.

Setiawan yang ditemui usai kegiatan, Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pelaksanaan Program Genting Menuju SBB Bebas Stunting, yang dilaksanakan di ruang pertemuan utama, lt-3 Kantor Bupati SBB, Jalan JF Puttileihalat No. 1, Kota Piru, Kabupaten SBB, Pada Kamis, (3/9/2026) mengatakan bahwa ada 2 program yang dilakukan dalam rangka pencegahan kasus stunting.

Berita Lainya :  Diduga Perjudian, Gelper Uban Zone, Gelper Zeus 88 & KIM Zone Mitra Mall Terus Bebas Beroperasional! Ada Apa?

Program yang pertama yaitu: memberikan Makan Bergisi Gratis (MBG). jadi Makan Bergizi Gratis bukan hanya ke anak sekolah, tetapi ke target sasaran keluarga-keluarga binaan BKKBN dengan tujuan untuk mengatasi stunting yaitu: Ibu hamil, Ibu menyusui dan Balita non Paud.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN ini, untuk kelancaran program ini maka tugas dari pendamping keluarga adalah mengantarkan makanan yang diblok oleh tim Sasaran Strategis Peningkatan Gizi (SSPG) ke keluarga-keluarga berisiko stunting.

Setiawan menjelaskan, program Pencegahan Stunting yang kedua adalah yang harus dilaksanakan yakni koordinasi dalam rangka GENTING= Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang merupakan upaya bersana untuk bisa mengkolaborasikan, mengsinergikan sumber-sumber yang ada untuk mengatasi persoalan stunting di Seram Bagian Barat.

Berita Lainya :  Ruswandi Ketua DPC LAI Sukabumi dukung penuh percepatan program 100 hari ASTA CITA Presiden RI 2024-2029

“Siapa saja yang terlibat selain pemerintah, masyarakat adalagi LSM, ada pihak swasta dan juga ada media, serta rekan-rekan media,? ini perannya sangat penting dalam memberikan intervensi dalam bentuk edukasi kepada masyarakat,” jabar Setiawan.

Kepala BKKBN Maluku ini mengatakan, yang dapat dilakukan teman media adalah merubah prilaku masyarakat bukan hanya menyampaikan tentang angka stunting tinggi, tetapi bagaimana dampaknya supaya masyarakat semakin terpapar dengan informasi terkait dengan apa bahaya kalau angka stunting tetap ada di masyarakat SBB saat ini.

Berita Lainya :  LBH Ampel : Perusahaan Bisa Diadukan Kepengawas Ketenagaan Kerjaan Jika Pekerja Digaji di Bawah Ketentuan Peraturan

Pencegahan Stunting yang dilakukan saat ini adalah: pencegahan dari hulu yakni dari Keluarga, Remaja/Calon Pengantin, dimana pihaknya ingin SBB menggerakan remaja, salah satunya adalah pusat informasi dan konseling remaja yang ada di sekolah dan juga ada di basis masyarakat yang terintegrasi dengan Karang Taruna dengan Remaja Masjid, Remaja Gereja dan AMGPM. ( Nicko Kastanja)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News