33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Ada Apa Dengan RS Mitra Keluarga Cibubur, Kog Bisa Terjadi Pencurian Di Ruang Isolasi???

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Pihak keluarga Bapak Ato Suparto, warga Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna menyampaikan rasa kecewanya atas pelayanan yang diterima dari Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Cibubur, terkait masalah keamanan pasien. “Intinya saya sangat kecewa terhadap pelayanan dari Rumah Sakit, teledor tentang keamanannya ini,” kata Suryana, anak dari Bapak Ato Suparto ketika ditemui rekan-rekan media di tempat kediamannya, Kamis malam (22/04/2021).

Suryana yang juga diketahui sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Jatisampurna mempertanyakan tingkat pelayanan Rumah Sakit swasta tersebut, terkait hilangnya handphone (HP) orang tuanya Bapak Ato Suparto yang sedang dirawat di ruang isolasi tersebut. “Bagaimana dengan keamanan dan pelayanan yang ada di Rumah Sakit ini,, kita saja sebagai pihak keluarga dihadang (dilarang) saat mau masuk ruang isolasi, hanya diperbolehkan sampai lobby. Dengan alasan ruang isolasi itu benar-benar steril, jadi kami sebagai pihak keluarga tidak diperbolehkan untuk masuk, tapi kok kenapa bisa ada pencuri/maling ditempat tersebut,” tegasnya menirukan saat mendapat kabar dari RS Mitra Keluarga Cibubur pada Rabu pagi hari lalu, (24/03/2021).

Dok Foto. Inilah bentuk Laporan Kepolisian yang telah dibuat oleh pihak keluarga ke Polsek Pondok Gede pada tanggal 16/04/2021.

Berdasarkan kronologi yang diberikan Suryana dengan didampingi oleh bapaknya, Ato Suparto, Ia pun menuturkan bahwa pada 23 Maret 2021 lalu Ato Suparto dibawa berobat ke RS Mitra Keluarga Cibubur. Setibanya di lokasi, Bapak Ato Suparto langsung disambut oleh pihak RS untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Jam 2 siang itu kita sudah sampai di RS Mitra Keluarga Cibubur, berdasarkan protokol kesehatan, bapak di swab dulu. Setelah menunggu 3 jam lebih, hasil swab antigen keluar dan bapak dinyatakan negatif,” terang Suryana. Namun berhubung kondisi Bapak Ato yang sedang lemas, pihak keluarga pun meminta agar dapat segera di rawat.

Berita Lainya :  Ke Pulau Seribu, Di Pelabuhan Kaliadem Muara Angke 304 Warga dan Wisatawan Scanning Barcode Peduli Lindungi

Walaupun hasil test swab antigen telah dinyatakan negatif, pihak RS menyarankan kembali agar menjalani test PCR guna menjalani perawatan. Namun setelah mengikuti tes PCR dan sambil menunggu hasil test yang kedua keluar selama 24 jam, pasien disarankan ditempatkan pada ruang isolasi. Malamnya, Ato Suparto masuk ruang isolasi yang kapasitasnya diisi oleh 2 orang pasien.

Dan berdasarkan pengakuan Ato, saat itu ruang isolasi tersebut hanya diisi oleh dirinya seorang. Ketika berada di dalam ruang isolasi, dirinya masih sempat melakukan video call dengan keluarga. “Setelah video call dengan keluarga sekitar setengah 10, saya tidur. Dan kira-kira sekitar jam setengah 4 atau 5 pagi, ada yang memeriksa,” ungkap Ato memaparkan dan pada saat itu juga ia baru sadar bahwa HP miliknya telah hilang.

Setelah pihak RS Mitra Keluarga Cibubur melaporkan kejadian tersebut dan dengan rasa penuh kecewa pihak keluarga memaksa agar Ato Suparto dipindahkan ke RS lain pada hari itu juga. Padahal pada hari yang sama berdasarkan hasil test PCR, Ato Suparto dinyatakan positif.

“Saya ingin bapak di bawa pulang. Itu urusan saya dengan keluarga, mau saya bawa ke rumah sakit mana, itu urusan saya,” ucap Suryana menirukan kembali ucapan kecewanya saat memaksa agar orang tuanya dapat keluar dari RS Mitra Keluarga Cibubur.

Berita Lainya :  Hari Ini, Tim Khusus Polri Periksa Irjen Ferdy Sambo Sebagai Tersangka

Suryana juga memaparkan bahwa insiden pencurian itu terjadi tanggal 24 Maret 2021, berdasarkan hasil CCTV (red – Closed Circuit Television) yang sempat diperlihatkan pihak RS. “Dalam CCTV itu Bang, saya lihat kalau tidak salah kejadiannya pukul 02:58 WIB dini hari. Ciri-ciri orangnya pakai jaket, pakai topi, namun anehnya menurut pengakuan pihak RS itu orang luar,” ujarnya menerangkan sekaligus mempertanyakan orang luar yang bisa masuk ruang isolasi RS tersebut.

Akhirnya siang itu (24/03) melalui proses sampai malam, bapak saya bawa pulang dan pindahkan ke RS lain. Usai Ato Suparto dipindahkan ke RSUD tipe “D” Jatisampurna, keesokan harinya (25/03) pihak keluarga pun mengaku dihubungi oleh pihak manajemen RS Mitra Keluarga Cibubur untuk bertemu dan memberikan penjelasan. Di dalam pertemuan itu, Suryana sempat mempertanyakan pertanggung jawaban keamanan Rumah Sakit atas kejadian pencurian tersebut.

Namun Suryana mendapatkan jawaban bahwa pihak Rumah Sakit tidak berkewajiban untuk mengganti barang tersebut, dan hanya mampu untuk membantu jika keluarga ingin melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian melalui bukti rekaman CCTV.

Akibat kejadian pencurian tersebut pihak keluarga melaporkannya kepada pihak kepolisian setempat yakni Polsek Pondok Gede dengan nomor LP: /320-PG/K/IV/2021/Restro Bks Kota, pada tanggal 16 April 2021 setelah bapaknya, Ato Suparto menjalani isolasi mandiri selama 10 hari di rumah dan dinyatakan negatif dari hasil test di RSUD tipe D Jatisampurna.

Berita Lainya :  Kabaharkam POLRI Beri Pembekalan Pada Apel Kasatwil

Sebenarnya bagi Suryana maupun Ato Suparto sendiri, tidak lah terlalu mempermasalahkan nilai harga atas kerugian dari HP-nya yang hilang. Namun hal ini dilakukannya sebagai bentuk rasa kekecewaan yang ada akibat keselamatan pasien pada saat di ruang isolasi sangatlah patut untuk dipertanyakan kepada pihak RS Mitra Keluarga Cibubur sebagai bentuk pertanggung jawabannya.

Dok Foto. Tampak dari kiri ke kanan, Suryana (baju kuning) dan Ato Suparto (kemeja garis) saat dijumpai oleh tim media.

Sementara pada saat dikonfirmasi media ini, pihak RS Mitra Keluarga Cibubur berdalih tidak bisa memberikan informasi mengenai kejadian tersebut, dengan alasan perlindungan data pasien maupun hal yang terjadi di Rumah Sakit. Meskipun telah dijelaskan terkait tujuan konfirmasi ini untuk pemberitaan, pihak RS kembali bertanya tujuan konfirmasi yang dilakukan wartawan.

Disinggung mengenai kekecewaan pihak keluarga pasien atas insiden pencurian itu, Tesa yang diketahui sebagai customer service (CS) Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur menjelaskan, “Pada dasarnya kami sudah menyelesaikan permasalahan tersebut dengan pihak keluarga, apabila ada hal yang belum diselesaikan sebenarnya bisa disampaikan langsung ke manajemen atau Rumah Sakit kami,” jelasnya melalui sambungan telepon Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, Jumat (23/04/2021).

Tesa juga meminta wartawan agar datang secara langsung bila ingin melakukan konfirmasi mengenai hal tersebut, namun dirinya juga tidak dapat memastikan waktu pertemuan dengan pihak manajemen Rumah Sakit. Berselang sehari, Sabtu (24/04/2021) pihak manajemen maupun Tesa sendiri tidak berhasil ditemui media ini di RS Mitra Keluarga Cibubur. (Andrew/Yudhi)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News