28.9 C
Jakarta
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Perang Makin Brutal, Armenia Tembakan Rudal di Kota Padat Warga Sipil

Baku – Azerbaijan, Jagakampung.com – Perang Armenia versus Azerbaijan sudah mengarah kepada perang brutal yang menyasar warga sipil di kota-kota potensial yang bertetangga dengan wilayah sengketa yang diperebutkan, Nagorno Karabakh.

Disampaikan melalui twitter, Kepala Departemen Urusan Kebijakan Luar Negeri dari Administrasi Kepresidenan Azerbaijan, Hikmat Hajiyev mengatakan, angkatan bersenjata Armenia menyerang wilayah Khizi dan Absheron, Azerbaijan dengan rudal jarak menengah.

Dia menyebut empat wilayah warga sipil dan infrastruktur sipil, di antaranya, Ganja, kota terbesar ke-2. Kemudian, wilayah Khizi dan Absheron diserang oleh dua rudal jarak menengah 300 km.

Kemudian wilayah Mingachevir diserang oleh setidaknya empat rudal. Mingachevir merupakan lokasi penampung air dan pembangkit listrik di Azerbaijan.

Aksi saling tembak rudal pun tak terhindarkan. Azerbaijan segera membalas serangan rudal balistik kelompok separatis pro-Armenia di Nagorno-Karabakh.

Peringatan Untuk Warga

Pemimpin wilayah Nagorno-Karabakh, Arayik Harutyunyan, memperingatkan warga di kota-kota besar Azerbaijan pada hari Minggu untuk pergi guna menghindari kerugian yang tak terhindarkan setelah dia mengatakan Armenia menargetkan warga sipil di kota utama kawasan Stepanakert beberapa hari terakhir.

Berita Lainya :  Kapolres Disambut Langsung Oleh Ketua MUI Lampung Berbincang Terkait Palestina dan Israel

“Objek beberapa mil di kota-kota besar Azerbaijan adalah target Tentara Pertahanan Artsakh (Armenia). (Saya) menyerukan kepada penduduk Azerbaijan untuk meninggalkan kota-kota ini untuk menghindari kerugian yang tak terhindarkan,” tulis dia di Twitter dikutip Jagakampung dari CNN, Senin (5/10/2020).

Artsakh adalah nama lain Nagorno-Karabakh setelah memerdekakan diri dari Azerbaijan tahun 1990-an. Tapi Harutyunyan kemudian memperbarui tweet-nya bahwa penembakan rudal dari pasukannya telah berhenti.

“Saat ini penembakan dihentikan atas perintah saya untuk menghindari kerugian di antara warga sipil. Gagalnya kepemimpinan militer-politik Azerbaijan untuk menarik pelajaran yang sesuai, tanggapan kami yang sepadan akan terus berlanjut. Azerbaijan masih bisa menghentikan agresinya,” lanjut dia.

Perang terbuka antara dua negara pecahan Uni Soviet ini merupakan perang kesekian kali bahkan sebelum Nagorno Karabakh memisahkan diri dari Azerbaijan. Namun tercatat dari sejumlah kehancuran, perang kali ini merupakan yang terbesar.

Kedua belah pihak saling menuduh menyerang warga sipil di tengah laporan korban jiwa yang terus meningkat.

Dihuni dan dikendalikan oleh etnis Armenia, Nagorno-Karabakh berada di dalam wilayah Azerbaijan. Klaim kemerdekaannya didukung oleh Armenia, yang dihubungkan oleh dua jalan raya. Nagorno-Karabakh juga menggunakan kendali atas beberapa wilayah yang berdekatan yang secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan.

Berita Lainya :  Guna Meminimalisir Penyalahgunaan Narkoba dan Kenakalan Remaja Kasat Binmas Terus Melaksanakan Penyuluhan Disekolah

Armenia dan Azerbaijan telah lama berselisih tentang wilayah pegunungan tersebut, dan berperang memperebutkannya yang berakhir pada tahun 1994. Meskipun konflik tersebut diakhiri dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia, pertempuran militer antara kedua belah pihak tidak jarang terjadi.

Hancurnya Bangunan Sipil di Azerbaijan

Azerbaijan pada hari Minggu mengatakan kota Ganja yang padat penduduknya dan beberapa distrik dekat Nagorno-Karabakh diserang oleh tembakan rudal dari Armenia.

“Serangan Rudal tanpa pandang bulu diluncurkan terhadap kota-kota Azerbaijan, Ganja, Füzuli, Tartar dan Jabrayil dari wilayah Armenia. Ganja adalah kota terbesar kedua di Azerbaijan. Berpenduduk lebih dari 500.000 jiwa,” kata Hikmet Hajiyev, seorang pembantu kebijakan luar negeri terkemuka untuk Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, di Twitter.

Hajiyev juga men-tweet video kerusakan bangunan dan mobil dengan asap membumbung di langit serta orang-orang berkumpul di jalan-jalan.

Berita Lainya :  Kades Sabah Balau Bagikan BLT- DD Tahap III Kepada 143 KPM

“Rekaman ini adalah hasil dari serangan rudal besar-besaran Armenia terhadap daerah pemukiman padat di kota Ganja. Azerbaijan mempertahankan haknya untuk mengambil tindakan yang memadai terhadap target militer yang sah untuk membela warga sipil dan memaksa Armenia untuk perdamaian,” lanjut Hajiyev.

Kendati demikian, belum ada data lebih lanjut berapa jumlah korban tentara dan warga sipil yang tewas akibat serangan brutal rudal mematikan Armenia.

Hancurnya Senjata Perang Armenia

Sebelumnya, tercatat pada perang hari kelima kemarin, jumlah tentara yang tewas dari kedua belah pihak mencapai 4 ribu tentara.

Kelompok separatis Artsakh dukungan Armenia, melakukan serangan gencar setelah dibombardir serangan gencar militer Azerbaijan pada hari-hari sebelumnya.

Diketahui, pertempuran antara pasukan militer Azerbaijan melawan Armenia dan Kelompok Separatis Artsakh, masih terus terjadi. Azerbaijan melancarkan serangan rudal ke wilayah sengketa Nagorno-Karabakh.

Menghancurkan banyak kerugian pada senjata perang Armenia, termasuk puluhan tank dan sistem pertahanan rudal S-300. Sejumlah warga sipil turut dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

(*/RedHuge/Jagakampung)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News