30.3 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Total Rp 5 Miliar, Program “Sandes” 2021 Dinyatakan Sudah Selesai

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Sebanyak 10 wilayah Kelurahan penerima program Sanitasi Perdesaan (Sandes) Padat Karya Tahun 2021 di Kota Bekasi telah dinyatakan selesai pekerjaannya.

Hal ini dikatakan oleh Fasilitator Kota (Faskot) Bekasi dari Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada program tersebut, Heri Saputra didampingi 2 orang Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk Tim di wilayah Kelurahan Jatiranggon-Jatisari, Arya Manggala dan Katherine.

 

Adapun pernyataan ini disampaikan juga di hadapan Lurah Jatiranggon, Dedy Suryadi Hidayat, dan Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kelurahan Jatiranggon, Dwi Andriyani, “Sudah dilaksanakan (red – Serah terima hasil pekerjaan) kemarin tanggal 30 November,” kata Heri Saputra kepada media ini di Ruang Kerja Lurah Jatiranggon, Kamis (23/12/2021).

Dok Foto. Fasilitator Kota Bekasi, Heri Saputra saat menerangkan perjalanan program Sandes Padat Karya Tahun 2021 di Kota Bekasi.

Heri menyebutkan, saat ini posisi Berita Acara (BA) penyerahan hasil pekerjaan telah sampai di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, “Sudah diserahterimakan dari KSM ke PPK, PPK ke Dinas, dan (red – nantinya) dari Dinas ke penerima manfaat,” ucapnya.

Berita Lainya :  PKBM Rajawali Diduga Manipulasi Jumlah Peserta Didik Nonformal

Berdasarkan keterangan dari Faskot Bekasi, ke-10 wilayah Kelurahan yang mendapatkan program Sandes Padat Karya Tahun 2021 ini di antaranya seperti Kelurahan Bintara, Margahayu, Kalibaru, Pejuang, Medan Satria, Bojong Menteng, Jatiranggon, Jatisari, Jatimekar, dan Kelurahan Jatirahayu.

Setiap wilayah, lanjut Heri, Desa/Kelurahan di Indonesia yang mendapatkan program Sandes Padat Karya Tahun 2021 memiliki besar anggaran yang sama, “Satu Desa/Kelurahan itu dianggarkan Rp. 500 Juta, jadi total di Kota Bekasi ada Rp. 5 Miliar,” terangnya.

Ia pun mengungkapkan, nilai anggaran Rp. 500 Juta di setiap wilayah Desa/Kelurahan tersebut tidak termasuk dalam pembayaran gaji atau honor Faskot Bekasi, TFL maupun KSM, “Honor KSM tidak diperbolehkan, jadi temen-temen KSM ini bekerja secara sosial tidak ada gajinya. Saya dan TFL di luar dari anggaran itu,” ungkap Heri menjawab pertanyaan wartawan.

Berita Lainya :  Melalui Program Sarapan Gratis, Direktorat Samapta Polda Riau Serap Aspirasi Masyarakat
Dok Foto. Tim TFL wilayah Kelurahan Jatiranggon-Jatisari, Katherine (kiri) bersama Ketua KSM Jatiranggon, Dwi Andriyani di Ruang Kerja Lurah Jatiranggon.

Dalam perjalanannya Faskot Bekasi itu mengaku, pelaksanaan program tersebut tetap mengacu kepada Buku Pedoman Teknis yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir. Diana Kusumastuti. M.T pada Januari 2021.

Secara umum, Buku Pedoman Teknis Pelaksanaan tersebut berisikan tentang latar belakang dan tujuan yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya.

Salah satu pencapaian yang diharapkan, program ini mampu mendukung pencegahan dan penurunan angka Stunting dengan menyediakan sarana dan prasarana fasilitas sanitasi yang layak dan berkualitas, hingga dapat melakukan kegiatan Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Diketahui dari penjelasan Faskot Bekasi, dalam penyediaan sarana dan prasarana fasilitas sanitasi Tangki Septic Tank terbagi menjadi 2 yaitu, Individual (untuk masing-masing rumah) dan Komunal (untuk beberapa rumah dijadikan satu).

Selanjutnya setiap wilayah Kelurahan memungkinkan dapat menghasilkan jumlah unit/titik pekerjaan yang berbeda, meskipun memiliki besar anggaran yang sama. Seperti yang disampaikan Tim TFL wilayah Kelurahan Jatiranggon-Jatisari, ada sebanyak 29-unit/titik pekerjaan individual dan 10-unit/titik pekerjaan Komunal di wilayah Kelurahan Jatisari.

Berita Lainya :  Dengarkan Keluhan Warga, Kapolsek Buay Madang Pimpin Jum'at Curhat Di Desa Kurungan Nyawa III
Dok Foto. Lurah Jatiranggon, Dedy Suryadi Hidayat (pojok kanan) usai menanggapi program Sandes Padat Karya Tahun 2021 dengan rasa penuh syukur.

Sedangkan di wilayah Kelurahan Jatiranggon, melalui program Sandes Padat Karya 2021 totalnya mampu membuat sebanyak 44-unit/titik pekerjaan, dengan rincian pembangunan Komunal sebanyak 6-unit/titik pekerjaan dan tambahan pembangunan bilik (kamar mandi) sebanyak 4-unit.

Sementara masih di tempat yang sama, Lurah Jatiranggon menanggapi program Sandes Padat Karya 2021 dengan rasa penuh syukur, “Karena masyarakat terbantu, yang tadinya boleh dibilang tidak punya tempat mandi yang layak, tempat buang air yang layak, sekarang mereka punya yang layak,” ujar Dedy.

Itu namanya, sambung Lurah Jatiranggon, “Ada peningkatan taraf hidup dan juga ada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat,” pungkasnya menambahkan sekaligus mengakhiri. (Andrew)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News