28.9 C
Jakarta
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Dialog Bersama Insan Pers Terkuak Nama Sejumlah Kepala Dinas Yang Sulit Dihubungi

Jagakampung.com,  Kota Bekasi – Sejumlah nama para pejabat dan perangkat daerah Kota Bekasi yang paling sulit dihubungi oleh rekan – rekan pers untuk menjadi narasumber terlontar dalam acara Dialog Bersama dengan Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi. Acara yang diinisiasi langsung oleh Dr. Rahmat Effendi ini berlangsung pada Rabu sore (15/09/2021) di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi.

Kegiatan dialog bersama ini dibuka Walikota Bekasi dengan melempar beberapa pertanyaan kepada rekan-rekan Insan Pers, tentang kategori pejabat yang paling mudah sampai dengan pejabat yang paling sulit untuk dihubungi. Sontak menjawab pertanyaan Wali Kota Bekasi ini, secara bergiliran para insan pers menyebutkan sejumlah nama.

Untuk tingkat Dinas pada kategori pejabat yang paling mudah dihubungi di posisi pertama,  mengarah kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi, Teddy Hafni.  Lalu posisi kedua diisi oleh Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufiq Rachmat Hidayat yang disusul oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krisman Situmorang pada posisi terakhir.

Berita Lainya :  Voorpost MA Sertai Kasus Sengketa Lahan Kedung Jati

Dan menjadi catatan penting adalah kategori pejabat yang paling sulit untuk dihubungi adalah Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar lalu Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi, Arif Maulana dan Sekretaris BMSDA, Broto serta terakhir adalah Kepala Dinas Pendidikan, Inayatulloh juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Sedangkan kategori pejabat  yang paling mudah dihubungi untuk tingkat Camat jatuh pada Camat Medan Satria, Lia Erliani, Camat Bekasi Timur, Fitri Widyati dan Camat Pondokgede, Ahmad Sahroni.

Berita Lainya :  Personel Polsek Kep Seribu Selatan Himbau ProKes 41 Penumpang Kapal Yang Baru Tiba di Pulau Lancang

Selanjutnya untuk tingkat Lurah, kategori pejabat yang paling mudah dihubungi yaitu Lurah Jatirangga, Ahmad Apandi, selanjutnya Lurah Margamulya, Bang Mandor sapaan akrab dari Makpudin, Lurah Pengasinan Juhasan Antosuseno dan pada posisi terakhir adalah Lurah Sepanjang Jaya, Junaedi.

Mendengar hal tersebut, Walikota Bekasi Rahmat Effendi meminta para pejabatnya untuk berjiwa kesatria dan tak perlu takut jika berperilaku benar dalam menjalankan tugas, dan fungsinya dengan baik.

Dan mengutip perkataan dari “Bill Kovach” tentang 10 Elemen Jurnalisme, Walikota Bekasi ini juga mengingatkan untuk selalu menjalin sinergitas yang baik. “Bila di ilhami betul (red-perkataan Bill Kovach), ini akan membuat sinergitas yang bagus. Dengan sinergitas yang bagus inilah, yang tentunya untuk memotivasi kinerja kita masing-masing,” ungkap orang nomor satu kota ini.

Berita Lainya :  Presiden Apresiasi Kerja Keras Tim SAR Gabungan Penanganan Musibah Pesawat SJ-182

Walikota Bekasi ini menginginkan adanya perubahan performa kinerja ke arah yang lebih baik untuk setiap pejabat di lingkungan pemerintah Kota Bekasi. Dengan keterbukaan itu menjalin sinergitas, “saya hanya ingin mengajak ayo kita terbuka, teman-teman juga butuh berita yang layak. Dan terbuka itu bukan buka-bukaan, karena yang dibutuhkan mereka (red – Jurnalis) itu sangat luhur,” ungkapnya.

Harapannya, para pejabatnya dapat terbuka dan menyampaikan secara fleksibel, bisa menjelaskan setiap proses-proses yang ada di pemerintahan. Sebab dimana pun juga, “Birokrasi itu memang harus terbuka, karena fungsinya untuk melayani,” ujarnya mengakhiri.

Dan kedepannya, agar kegiatan silaturahmi tersebut bisa berjalan rutin sebulan sekali. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bekasi menutup acara dialog bersama dengan insan pers.(Andrew/J4N5))

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News