33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

4 Kasus Korban Dugaaan DBD Di SBB Hanya 1 Korban Gejala Positif, Kadiskes Nyatakan Telah Lakukan Langkah Antisipatif

Piru (21/5/2026), jagakampung.com – Menanggapi adanya kejadian korban Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti di Kabupaten SBB, sehingga menyebabkan 4 warga dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Piru. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, Gariman Kurniawan S.Km., M.Kep, menyatakan telah melakukan langkah-langkah antisipasi.

Kurniawan yang ditemui diruang kerjanya , Dinas Kesehatan SBB, Jalan Trans Seram, Dusun Tanah Misi, Kota Piru, pada Rabu, (20/5/2026) menyatakan, pertama kali dirinya mengetahui peristiwa ini pada Selasa, (19/5/2026), dari Ketua Komisi III DPRD SBB, Andy Nur Akbar, selanjutnya Kadiskes menelepon Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan, Lily.M Pattikayhattu S.KepNs, untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi.

Berita Lainya :  Sasar Program P5, KPOTI Kenalkan Permainan Tradisional di SD Negeri 38 Ambon

Langkah pertama besok harus dilakukan pengasapan (Foging). Langkah yang kedua adalah dilakukan Psysical Education kepada korban DBD, langkah ketiga yaitu pelacakan kasus dimana saat ini para pegawai dari Dinas Kesehatan SBB sedang turun melakukan pelacakan kasus DBD dilapangan yang diprioritaskan di wilayah sekitar rumah para korban.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kroschek apakah para korban yang diduga terserang penyakit DBD ini betul-betul terkonfirmasi lewat uji klinis di labolatorium kesehatan.

“Hasilnya dari 4 pasien itu hanya satu pasien yang positif terkena gejala DBD atas nama, Willand C Pattiasina itupun hanya menunjukkan gejala positif DBD saja,” cetusnya.

Berita Lainya :  Terminal Lubuk Pakam Mulai Uji Coba, Kadishub Sumut Ajak Operator Bus dan Pengguna Jasa Angkutan Manfaatkan Fasilitas yang Disediakan

Kurniawan mengatakan, hari ini telah
dilakukan langkah-langkah antisipasi (Red), bahkan penanggung jawab untuk kasus gejala DBD telah dilakukan pelacakan kasus.

“Supaya katong mau tahu, ada kasus-kasus lain lai ka seng, dan untuk mengatasi dampak yang lebih luas katong lakukan pengasapan atau foging,”;urainya. (Nicko Kastanja)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News