CUPLIKAN BERITANASIONAL
Trending

Unras Kedua GRASI, Peran Kejari Kota Bekasi Dipertanyakan Dalam Mengungkap DPO Koruptor

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Selang waktu satu minggu setelah aksi sebelumnya, para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRASI) kembali lakukan aksi unjuk rasa (Unras) kedua kalinya pada, Kamis (25/06/2020) siang, di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, yang berada di wilayah Kecamatan Bekasi Barat.

Bukan tanpa alasan, para aktivis mahasiswa ini melakukan aksi tersebut sampai dengan 2 kali dalam kurun waktu satu minggu. “Kita lakukan aksi hanya untuk mendorong Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk lebih tegas lagi. Kenapa..? Sebab begitu banyak tindak pidana korupsi yang terjadi di Kota Bekasi, sampai saat ini belum teratasi,” ungkap Yusril kepada media ini.

Dalam orasinya, Yusril yang merupakan jenderal lapangan GRASI dengan tegas mengatakan bahwa kasus penjualan lahan TPU Sumur Batu seluas 1,1 Hektar kepada pihak swasta selaku pengembang Perumahan Bekasi Timur Regency (BTR) masih belum tuntas dan menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat Kota Bekasi.

Dok. Aksi aktivis GRASI sedang mandi kembang dengan foto DPO koruptor “Gatot Sutedjo” didepannya.

Pasalnya salah satu dari tiga orang aktor yang telah di vonis sebagai tersangka yaitu “Gatot Sutedjo” masih bebas berkeliaran, padahal sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Kejaksaan Negeri Kota Bekasi sejak tahun 2015 lalu namun belum juga dapat ditemukan. Sedangkan dua orang aktor lainnya telah mendekam di balik sel jeruji besi. Kedua orang itu adalah, Nurtani mantan Camat Bantargebang dan Sumiyati mantan Lurah Sumurbatu.

Persoalan kasus penjualan lahan TPU Sumur Batu seluas 1,1 Hektar ini jelas telah merugikan negara sebesar Rp. 4,1 Miliar, hal itu berdasarkan laporan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Karena berdasarkan Perda No.16 Tahun 2011 tentang Penyediaan dan Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Kawasan Perumahan, Perdagangan dan Industri Oleh Pengembang di Kota Bekasi (PSU), serta Perwal No. 71 Tahun 2013 mengatakan, setiap pengembang yang membangun perumahan, wajib menyediakan lahan TPU seluas 2 persen dari lahan perumahan yang dibebaskan kepada Pemerintah Kota Bekasi.

Yusril mengungkapkan sudah hampir 5 tahun lebih, sampai dengan hari ini belum ada penangkapan terhadap Gatot. Bahkan pergantian sejumlah nama-nama Kepala Kejari Kota Bekasi juga sempat disinggung. “Apa lagi Kejaksaan Negeri sekarang itu, sudah pergantian Kepala Kejaksaan lima kali, tapi sampai saat ini belum ada yang mampu menangkap Gatot. Ini menjadi pertanyaan besar untuk kami. Apakah Gatot ini salah satu keluarga dari penguasa-penguasa yang ada di Kota Bekasi..? Atau, sih Gatot ini mempunyai kekuatan besar seperti yang kita lihat,” paparnya.

Dok. Kasie Intel Kejari Kota Bekasi, Yadi Cahyadi saat menerima bingkai foto DPO “Gatot Sutedjo”

“Padahal kan, kalau Kejaksaan Negeri itu punya cara strategi yang begitu banyak untuk menangkap para koruptor. Apa lagi cuma sebatas Gatot ini, masa Kejari gak bisa? Ini menjadi pertanyaan besar, apakah Gatot ini bekerja sama dengan elit-elit politik, penguasa-penguasa yang ada di Kota Bekasi..? sehingga Gatot ini terselamatkan,” sambung Yusril menambahkan.

Dalam aksi unras ini diwarnai juga dengan mandi kembang. Hal itu dilakukan sebagai bukti bahwa, Kejaksaan Negeri Kota Bekasi siap untuk membasmi koruptor Gatot yang sampai saat ini belum tertangkap.

Disela-sela aksi tersebut, Kasi Intel Kejari Kota Bekasi, Yadi Cahyadi menyatakan siap untuk menindaklanjuti apa yang sudah disampaikan para rekan-rekan mahasiswa. “Pada intinya kita juga bukan hanya diam, tetap kita bekerja, untuk menuntaskan kasus-kasus yang ada di Kejaksaan Negeri Kota Bekasi,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Yadi Cahyadi menjelaskan bahwa, ada suatu tehnik dan strategi untuk melakukan penangkapan terhadap Gatot, yang tidak perlu disebutkan saat itu juga. Dan Kasi Intel juga meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan Gatot, untuk dapat disampaikan langsung kepada Kejari Kota Bekasi. (And)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close