CUPLIKAN BERITANASIONALSUARA WARGA KAMPUNG

Unras GRASI, Korupsi Bikin Merana (KORONA)

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Memasuki era baru fase masa new normal, Kota Bekasi disambut oleh aksi untuk rasa. Unras puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan diri dalam Gerakan Rakyat Anti Korupsi atau GRASI di lakukan depan Gedung Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, yang berada di wilayah Kec. Bekasi Barat, Kamis (18/06/2020) siang.

Namun ada perbedaan yang terlihat dari aksi-aksi unras sebelumnya, berdasarkan pantauan media aksi para mahasiswa ini juga mengikuti serta menerapkan Protokoler Kesehatan seperti jaga jarak dan menggunakan masker.

dok. Aksi GRASI di depan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi

Aksi para aktivis mahasiswa yang bertajuk KORONA, “Korupsi Bikin Merana” disambut serta diterima langsung oleh Kasi Intel, Yadi Cahyadi dan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Anton.

Ada beberapa point yang dituntut oleh para demonstran mahasiswa ini terkait pemeriksaan atas lima (5) paket proyek besar multiyears yang berasal dari dana APBD TA 2017 Kota Bekasi, yang saat ini sedang dibidik oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) karena disinyalir sebagai  salah satu modus penggangsiran APBD karena proyek tersebut dinilai penuh dengan rekayasa dan banyak melanggar aturan.

Point-point tersebut diantaranya adalah ;
1. Pihak Kejagung melakukan pemanggilan lanjutan para pejabat terkait yang di indikasi melakukan tindakan koruptif;
2. Untuk segera di umumkan LAPJU atas pemanggilan yang sudah dilakukan;
3. Walikota dan Ketua DPRD harus bertanggung jawab atas terjadinya dugaan penyelewengan Anggaran Tahun Jamak Tahun 2017;
4. Kejaksaan Negeri Kota Bekasi agar dapat akomodatif terhadap setiap langkah aksi aksi yang dilakukan oleh setiap elemen masyarakat;
5. Kejaksaaan Negeri Kota Bekasi agar segera menyampaikan kepada pihak Kejagung setiap informasi dugaan perilaku koruptif yang dilakukan oleh pejabat/penguasa Pemkot Bekasi;
6. Agar Kejaksaan Negeri Kota Bekasi didalam setiap langkah tindakannya tidak tebang pilih.

dok. Sejumlah tikus putih yang dibawa oleh para mahasiswa sebagai lambang para koruptor

Dihadapan media Yusril Nager selaku Koordinator Lapangan mengatakan bahwa korupsi merupakan bahaya laten, pemberantasan korupsi juga telah menjadi agenda sejak momentum reformasi. “Korupsi merupakan permasalahan negara Indonesia yang pemberantasannya selalu menjadi agenda pemerintah yang menjabat, terciptanya pemerintahan yang bersih dari KKN adalah momentum yang masih harus terus diperjuangkan karena pada kenyataannya hal itu belum terwujud hingga kini. Baik dari kalangan bawah hingga atas semuanya sangat lincah soal penggelapan dana ataupun penyalahgunaan anggaran,” papar Yusril.

dok. Zainudin tampak sedang menunjukkan tikus putih perlambang koruptor kepada Kasie Intel Kejari Bekasi, Yudhi

Disela-sela aksi yang sedang berlangsung, Zainudin Sang Pendobrak yang merupakan Jenderal Lapangan sempat mengungkapkan kepada media ini bahwa sehubungan kasus multiyear sudah dilimpahkan pada Kejaksaan Agung RI, serta menghargai pemerintah pusat melalui maklumat dari Kapolri, para Aktivis Mahasiswa meminta kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi agar, “Penegakan hukum Kejaksaan Negeri Kota Bekasi ini harus bisa lebih ‘Predator’, lebih represif terhadap koruptor,” ungkapnya.

Kegiatan unjuk rasa itu pun sempat diwarnai dengan aksi teatrikal memakan tikus putih sebagai simbol bahwa, koruptor harus diperlakukan seperti demikian. Di lain sisi, tidak ada sepatah katapun yang disampaikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi hanya menjadi pendengar yang baik bagi para peserta unjuk rasa.

Dan diakhir orasi unrasnya, Zainudin mengatakan, “Korupsi Bukan Bahan Candaan, Katakan Tidak Pada Benalu Sang Pusaka Tiang Bendera Merah Putih. Camkan..!!!”, ujarnya dengan penuh semangat. (And)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close