CUPLIKAN BERITAGAYA HIDUPNASIONAL
Trending

Dinas Kesehatan Lakukan Rapid Test Kepada Para Pelaku Usaha Di Grand Kota Bintang

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Dinas Kesehatan Kota Bekasi, melalui petugas kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rawa Tembaga, melaksanakan kegiatan Rapid Test kepada para pelaku usaha di wilayah Grand Kota Bintang, Kota Bekasi pada, Jum’at (12/06/2020) pagi. 

Namun dari kegiatan yang berlangsung tersebut ada hal yang sangat patut disayangkan yaitu kurang bersinerginya pihak Puskesmas kepada media. Hal itu terjadi saat dimintai keterangan oleh media kepada dr. Sari Manurung selaku Kepala Puskesmas (Kapus) Rawa Tembaga, terkesan enggan untuk membeberkan teknis pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa kegiatan tersebut memang sudah juga dilakukan sebelumnya di wilayah lain.

 

Merasa dirinya tidak tepat untuk menjelaskan, dr. Sari pun mengarahkan wartawan untuk bertanya langsung kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, “Langsung ke Dinas Kesehatan saja ya, biar semua satu pintu,” katanya saat itu di sela-sela kegiatan.

Saat lakukan Rapid Test Di Kota Bintang

Berdasarkan dari hasil informasi yang berhasil digali dari petugas kesehatan dilokasi, kegiatan tersebut akan berlangsung selama 2 hari. Disampaikan juga bahwa, kuota peserta Rapid Test pada saat itu berjumlah 70 orang. Ketika waktu telah menunjukan Pukul 10:31 wib, hanya sebanyak 40 orang yang berhasil mengikuti test.

“Target hari ini 70 orang, dan baru 40 orang yang berhasil di test. Total keseluruhan kuota peserta berjumlah 165 orang, namun mengingat jadwal hari ini hanya sampai jam 11 siang, ya yang baru dapat hanya itu,” ungkap petugas kesehatan yang tidak mau menyebutkan namanya.

Lurah Jakasampurna (jaket orange) beserta Babinkamtibmas dan Kapus Rawa Tembaga

Lurah Jakasampurna, Edi Djunaedi yang turut hadir di lokasi untuk memantau situasi berjalannya kegiatan mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka persiapan adaptasi New Normal di Kota Bekasi, “Geliat ekonomi di Kota Bekasi ini harus bangkit, jangan sampai terpuruk. Hadirnya Puskesmas di sana mewakili Dinas Kesehatan Kota Bekasi guna melakukan rapid test kepada para pelaku usaha. Yang mana para pelaku usaha ini setiap harinya, selalu berhubungan dengan orang banyak,” tutur Edi kepada media. 

Berkaitan dengan lokasi kegiatan yang dilakukan di Kota Bintang, Edi menyatakan bahwa hal tersebut telah tepat sasaran, “Karena memang di sana (red-Kota Bintang) banyak dikunjungi masyarakat. Meski sudah mengikuti prosedur protokol kesehatan yang berlaku, para pelaku usaha ini tetap harus melakukan rapid test untuk memberikan kesan nyaman dan aman pada tempat tersebut,” papar Lurah Jakasampurna.

Untuk jumlah total kuota, para peserta Rapid Test yang berlangsung selama 2 hari ini, Lurah Jakasampurna menyampaikan bahwa yang mengajukan dan diusulkan sampai dengan 170 orang dari pelaku usaha. Selain itu, setelah dilakukannya Rapid Test ini, Edi pun berharap masyarakat dapat mengetahui bahwa daerah tersebut sudah dilakukan tracking dan aman.

“Ya setidaknya kita tahu lah untuk wilayah itu sudah pernah dilakukan tracking. Setelah mendapatkan hasilnya kita bisa meyakinkan bahwa, di daerah tersebut khususnya pelaku usaha tidak terkena ataupun terpapar,” paparnya dengan penuh harapan kepada media. 

Sedangkan dalam pelaksanaan Rapid Test pada hari itu, belum dapat disampaikan berapa jumlah yang reaktif maupun negatif sampai berita ini ditayangkan. (And)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close