Merbau Mataram-Lampung Selatan, Jagakampung.com – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang dikucurkan pemerintah ditengah mewabahnya virus corona dirasa sangat membantu masyarakat di era Pandemi ini.
Namun sayangnya masih ada saja oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi dengan tujuan untuk mencari keuntungan secara pribadi dan kelompoknya.Selasa,(17/05/22).
Seperti halnya yang terjadi di Desa Triharjo kecamatan Merbau Mataram kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung Dimana penerima manfaat yang menerima BLT DD Bulan April dan Bulan Mei sebesar Rp 300.000 per-bulan harus menelan pil pahit, lantaran dana yang mereka terima dipotong sebesar Rp 25.000 ribu .
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, dari masyarakat Desa triharjo menyebutkan, pembagian BLT tersebut mulanya berjumlah Rp 600,000 ribu per KK yang dibagikan di Kantor Desa Triharjo kepada penerima manfaat warga secara tunai yang disaksikan oleh aparatur pemerintahan Desa
“Namun yang terjadi setelah pembagian selesai dan warga pun pulang kerumah, kami penerima BLT DD didatangi beberapa perangkat desa untuk meminta dana yang kami terima itu dikembalikan lagi kepada pemerintah desa sebesar Rp.25.000 ribu,” ungkap salah seorang warga.
“Jadi dana yang kami terima hanya Rp 575.000 ribu per KK,” lirih sumber, penerima BLT DD warga Desa Triharjo, yang memberanikan diri memberi penjelasan kepada Awak Media dan meminta namanya dirahasikan dengan alasan takut diintimidasi.
Sementara itu, Kepala Desa Triharjo saat dikonfirmasi awak media terkait pemotongan dana BLT DD sebesar Rp 25.000 Via whats app tidak membalas.
(red)





