33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Media Asing Soroti Gelombang Penolakan Omnibus Law

Jakarta, Jagakampung.com – Demonstrasi besar-besaran menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja tak dapat dibendung. Pekerja dan Mahasiswa turun ke jalan-jalan menolak UU Cipta Kerja tersebut.

Di sejumlah daerah, demonstrasi berujung pada bentrok dan ricuh antara massa demonstran dengan aparat keamanan.

Selain dalam negeri, isu ini ternyata juga disoroti oleh dunia internasional, yang dimuat oleh berbagai portal berita luar negeri. Salah satunya Al Jazeera, media berbahasa Arab dan Inggris yang berbasis di Doha, Qatar.

Dalam artikel berjudul ‘Indonesian Workers Stage Protests Against New Labour Laws’, Al Jazeera menuliskan bahwa protes telah terjadi di beberapa kota untuk menentang pengesahan UU Ketenagakerjaan kontroversial, yang diklaim pemerintah penting untuk menarik investasi.

Berita Lainya :  Syekh Ali Jaber: Saya Tidak Terima Kalau Pelaku Penusukan Dianggap Gila, Dia Sangat Terlatih

“Parlemen mengesahkan RUU Cipta Kerja ‘Omnibus’, merevisi lebih dari 70 undang-undang yang ada untuk mempercepat reformasi ekonomi dan meningkatkan iklim investasi di negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara,” tulis Al Jazeera pada artikelnya seperti dikutip redaksi dari situs politik Gelora.co hari ini, Rabu (7/10/2020).

Media Australia

Selain Al Jazeera, Media The Australian juga menyoroti isu ini dalam artikel berjudul ‘Indonesian Unions Threaten To Go Out of New Labour Law’.

Di awal artikel, media Australia itu mengungkapkan bahwa serikat pekerja di seluruh Indonesia mengancam melakukan mogok kerja dan protes, untuk menentang UU tersebut.

Berita Lainya :  Diduga Oknum Camat Merbau Mataram Intimidasi Kepala Desa, Ketua Umum Lembaga PRL: Bentuk Kejahatan Terhadap Hak Konstitusi

“UU baru secara signifikan mengubah kompensasi pekerja seperti pesangon, cuti berbayar, asuransi kesehatan dan hak pensiun. Sekelompok investor mengeluarkan pernyataan peringatan bahwa UU tersebut dapat membahayakan hutan Indonesia,” tulis The Australian pada artikelnya hari ini.

Media asal Inggris, The Guardian, juga mengangkat isu ini dalam artikel berjudul ‘Indonesia Mass Strikes Loom Over Cuts to Environmental Safeguards and Workers’ Right’. Artikel tersebut mengungkap bahwa kelompok-kelompok yang mewakili jutaan pekerja di Indonesia, akan melakukan aksi mogok sebagai tanggapan atas protes RUU tersebut.

Berita Lainya :  Selesai Jalani Scan Barcode Peduli Lindungi, 216 Penumpang Kapal Berangkat Ke Pulau Seribu Dari Dermaga Marina Ancol

“Pemerintah berpendapat UU akan membuat negara lebih menarik bagi investor, di saat ekonomi sedang terguncang akibat dampak COVID-19. Jutaan orang kehilangan pekerjaan akibat pandemi, yang menginfeksi lebih dari 300 ribu orang di Indonesia,” demikian ditulis The Guardian.

Simak di: https://twitter.com/redfishstream/status/1313470443228192771?

(*/Red/Jagakampung)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News