30 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Terima Aspirasi Warga Bintara, Arwis Sembiring Tak Mau Jadi PHP

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Banjir menjadi salah satu keluhan utama bagi warga Bintara, yang disampaikan dalam kegiatan jaring aspirasi masyarakat/Reses I anggota DPRD Kota Bekasi Dapil VI (enam) dari Fraksi Demokrat, Arwis Sembiring Meliala, SH.

Keluhan ini dilontarkan oleh beberapa Ketua RW maupun perwakilannya yang hadir di Aula Sport Club House Grand Prima, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Sabtu (12/02/2022).

Acara Reses I ini dihadiri juga oleh Lurah Bintara, Sudarsono yang didampingi Sekretaris Kelurahan Bintara, Priyatna, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bintara, Khairul Anwar, dan Ketua FKRW (Forum Komunikasi Rukun Warga) se-Kelurahan Bintara, Edi M Soleh.

Dok Foto. Sambutan dari anggota DPRD Kota Bekasi sekaligus Ketua Fraksi Demokrat, Arwis Sembiring Meliala, SH (kiri) bersama Ketua LPM Kelurahan Bintara, Khairul Anwar (kanan).

Khusus terkait keluhan banjir, satu dari beberapa orang Ketua RW sempat menyebutkan bahwa ‘Kali Bong’ menjadi sumber petaka warga yang menyebabkan banjir di wilayah RW. 16 Kelurahan Bintara dan sekitarnya.

Menurut keterangan dari Ketua LPM Kelurahan Bintara mengatakan, secara fisik ada pergeseran konstruksi sodetan sungai yang menuju Banjir Kanal Timur (BKT) Jakarta ini.  “Karena runtuhnya sebagian dari Box Culvert (dengan)  lebar sekitar 2 meter itu jatuh,” kata Khairul Anwar kepada wartawan, usai kegiatan berlangsungnya.

Hal ini diketahui Ketua LPM Kelurahan Bintara, setelah dilakukannya peninjauan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.

Khairul kembali menerangkan, akibat dari pergeseran dan turunnya konstruksi sodetan tersebut membuat aliran dari Kali Bong menuju ke BKT menjadi tersendat.  “Dampaknya sampah menjadi tersumbat dan yang kedua berakibat kepada genangan maupun resiko banjir mulai dari Kali Bong sampai ke wilayah Masnaga dan seterusnya,” terang Khairul.

Berita Lainya :  Hormati Putusan MK, DPP SPRI Segera Melapor ke Dewan Pers

Lokasi persis terjadinya pergeseran konstruksi sodetan itu juga disampaikan oleh Ketua LPM Kelurahan Bintara ini. “Ada 2 titik, yang satu pas di bawahnya jalan tol dan yang satu lagi pas di depannya Stasiun Cakung di bawah jalan I Gusti Ngurah Rai ke arah Pondok Kopi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil digali media ini, kerusakan konstruksi sudah terjadi sejak 3 tahun lalu yang berada di dalam (bawah) Box Culvert.  “Turunnya (red – sebagian Box Culvert) itu bisa 5 meter ke bawah. Secara itu karena konstruksi, bagaimanapun kekuatan Box Culvert itu kan cukup kuat. Kenapa kok bisa turun seperti itu, berarti perhitungannya kurang matang kan,” ucap Khairul.

Nah, sambung Ketua LPM Kelurahan Bintara itu, “Disinilah fungsinya, saya gak menjudge, saya bukan orang konstruksi tapi saya bisa meyakini bahwa ini ada kontrol yang memang harus dilaporkan ke Balai Besar (red – BBWS Ciliwung Cisadane). Makanya tadi saya sarankan kepada teman-teman, agar bisa mengundang atau memberikan suatu informasi kepada Balai Besar untuk mengetahui situasi dan kondisi yang ada di tempat itu,” imbuhnya.

Jika diguyur hujan keluhan tak hanya terjadi di wilayah RW. 16, banjir yang kerap kali menjadi langganan di depan RSIA Selasih Medika jalan Bintara Raya juga disampaikan pada acara tersebut.

Berita Lainya :  15 Jet Tempur Typhoon Mau Dijual ke Indonesia, Situasi Politik Austria Memanas

Selanjutnya perwakilan RW. 02 memaparkan keluhan dari warga mengenai drainase, dan lampu penerangan jalan yang dinilai sudah cukup urgent serta diperlukan untuk lingkungan.

Sedangkan Ketua RW. 14 menyebutkan terkait maraknya bagunan liar, dan terdapat sebanyak 60 persen jalan rusak di wilayahnya.

Namun lagi-lagi ketika kegiatan sedang berlangsung, salah satu peserta mempertanyakan kepada anggota DPRD mengenai seberapa besar kepastian dari persentase keluhan yang disampaikan dapat direalisasi.

Menyikapi permasalahan tersebut, Arwis sendiri beranggapan sebagai hal yang sah jika adanya keraguan di antara para RW dalam kegiatan ini, “Tapi tentunya itu gak bisa kita pukul rata, artinya tergantung personalnya juga sangat mempengaruhi. Tentunya kalau anggota DPRD yang berkomitmen kan pasti dikawal,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan dari peserta, Ketua Fraksi Demokrat menyatakan sebanyak 70 persen keluhan dapat direalisasikan.

Pernyataan di angka 70 persen itu diungkapkan Arwis sebagai estimasi sementara, yang juga tidak dijadikan sebagai PHP (Pemberi Harapan Palsu) janji berlebihan, “Jadi kita kan gak boleh juga terlalu PD (red – Percaya Diri) banget, karena situasi itu kadang juga ada yang di teknisnya bermasalah, atau di penginputan data kita juga bisa salah. Sehingga kita jangan berharap juga bahwa bisa 100 persen full, tapi kalau umpamanya di sekitar 70 persen itu kan angka yang sangat-sangat bisa diterima akal,” ungkap Arwis.

Berita Lainya :  Warga Sebalang Pertanyakan CSR Kesehatan dan Perbaikan DAS

Artinya, lanjut Arwis, “Kalau 70 persen saya juga pasti berusaha lah. Lebih baik kita terbuka saja daripada kita menjanjikan dan kemudian tidak jadi, kan bumerang juga,” tambahnya.

Sementara mengenai persoalan banjir di wilayah Kelurahan Bintara, Arwis menjelaskan di hadapan para peserta kegiatan bahwa penanganan banjir hanya bisa dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh pihak terkait.

Tetapi Arwis menekankan tidak menutup kemungkinan untuk menyampaikan permasalahan sodetan itu, kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi agar membangun komunikasi dengan pihak BBWS Ciliwung Cisadane.

Dok Foto. Didampingi Sekretaris Kelurahan Bintara, Priyatna (kiri) Lurah Bintara, Sudarsono (kanan) berpesan agar seluruh pihak bisa saling bekerjasama dalam merawat fasilitas umum.

Menanggapi kegiatan Reses dan keluhan warga di wilayahnya, Lurah Bintara menuturkan dirinya cukup merasa optimis, “Bagaimana juga, dewan itu kan sebagai kepanjangan tangan aspirasi masyarakat di bawah. Kalau saya, apa yang diharapkan oleh para RW ini bisa diwujudkan,” tuturnya.

Walaupun, tambah Sudarsono, “Saya menyadari tidak semua yang diajukan itu bisa (red – terealisasi), tapi minimal apapun dapat hasilnya kita terima dengan lapang dada. Artinya sudah diperjuangkan dari beliau (red – Arwis Sembiring Meliala, SH) untuk kita,” pungkasnya mengakhiri.

Dalam sambutannya, Lurah Bintara pun sempat berpesan agar seluruh pihak terkait maupun unsur masyarakat bisa saling bekerjasama dalam merawat fasilitas umum yang telah ada di wilayahnya masing-masing. (Andrew)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News