33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Mengupas Kekuatan Nuklir Prancis yang Terlupakan

Paris, Jagakampung.com – Kekuatan senjata nuklir darat, laut dan udara Amerika Serikat, Rusia dan China seolah mengubur kekuatan senjata nuklir negara lain, padahal banyak negara di dunia selain ketiga negara itu yang juga punya senjata nuklir mematikan antar benua atau ICBM.

Salah satunya adalah Prancis, meskipun tak punya cadangan rudal nuklir sehebat ketiga negara adidaya tersebut, tapi rudal nuklir Prancis masih menjadi kekuatan nuklir potensial dengan komponen berbasis udara dan laut.

Berikut ini rincian kemampuan senjata nuklir Prancis yang dikutip Lapan6online dari situs Jakarta Greater.

Dua Sistem Nuklir

Tidak seperti Amerika Serikat atau Rusia, yang mempertahankan triad nuklir dari rudal berbasis darat, diluncurkan di kapal selam, dan diluncurkan udara, Prancis hanya memiliki dua sistem nuklir, yakni kapal selam yang dapat meluncurkan rudal balistik nuklir dan persediaan rudal jelajah nuklir yang diluncurkan dari udara.

Berita Lainya :  Generasi Muda seperti Mahasiswa Harus Tangguh untuk Indonesia Tumbuh dan Maju

Rudal Balistik M51

M51 adalah jantung dari detterent nuklir Perancis di laut. Setiap rudal memiliki enam hingga sepuluh Multiple Independent Reentry Vehicle (MIRV), dan masing-masing MIRV itu diperkirakan memiliki hululedak 75 hingga 110 kiloton.

Jangkauannya diperkirakan 8.000 kilometer, atau hanya di bawah 5.000 mil dan rudal diluncurkan dari kapal selam Triumphant class bertenaga nuklir.

Air-Sol Moyenne Portée (ASMP)

Air-Sol Moyenne Portée adalah komponen detterent strategis Prancis yang diluncurkan oleh udara. Rudal memainkan peran unik dalam pencegahan Perancis, di mana penggunaannya akan dianggap sebagai semacam peringatan sebelum penggunaan senjata nuklir yang lebih luas akan digunakan dalam konflik.

Rudal nuklir menggunakan desain mesin ramjet berkecepatan tinggi dan menggantikan bom nuklir free fall Prancis sebelumnya.

Berita Lainya :  Bhabinkamtibmas Pulau Untung Jawa Sambangi Pemilik Wahana Permainan Laut

Menurut CSIS, rudal “berakselerasi hingga kecepatan Mach 2.0 dalam lima detik, setelah itu booster cartridge dikeluarkan dari nozzle pembuangan ramjet. Kemudian, motor ramjet bertenaga cair (minyak tanah) mengambil alih dan berakselerasi ke kecepatan maksimum Mach 3.”

Meskipun tidak memiliki kecepatan hypersonik (Mach 5+), namun kecepatan ini cukup cepat. CSIS memperkirakan bahwa hanya 40 hingga 50 rudal yang pernah diproduksi Prancis.

Sistem Rudal Nuklir Hade’s

Sistem rudal Hadès pada komponen berbasis darat dari detterent strategis Perancis – meskipun hanya pada tingkat taktis, bukan strategis, karena sistemnya relatif pendek 480 kilometer, atau berjarak sekitar 300 mil.

Hades diciptakan pada tahun 1975 sebagai opsi mobile untuk mempertahankan perbatasan Prancis jika terjadi invasi oleh Uni Soviet. Bagian dari apa yang menghancurkan program ini adalah jangkauan rudal, yang akan menempatkan Jerman Timur tepat di titik jatuh Hades.

Berita Lainya :  Camat Merbau Mataram Diduga Paksa 15 Kepala Desa Untuk Setia dan Mendukung NE di PilBup Mendatang

Setelah penyatuan kembali Jerman pada tahun 1990, secara politis tidak dapat dipertahankan lagi untuk memelihara persediaan senjata nuklir taktis yang hanya dapat menjangkau sampai sejauh Jerman, dan rudal serta peluncur kemudian dibongkar pada pertengahan 1990-an.

Sistem detterent nuklir Prancis ditandai dengan garis independen yang jelas. Prancis meninggalkan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) pada tahun 1966, dan baru kembali pada tahun 2009. Salah satu masalah adalah keengganan Perancis untuk menempatkan persenjataan nuklir strategisnya di bawah payung NATO.

Prancis adalah salah satu kekuatan rudal terkemuka di dunia – di samping beragam rudal konvensional dan nuklir, Prancis juga merupakan anggota tetap dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Demikian dikabarkan. (RedHuge/Lapan6online/jagakampung)

 

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News