33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Ekspor Maluku Alami Pertumbuhan, Kadis Indag Nyatakan Harus Tingkatkan Nilai Tambah Produk Lokal

Ambon (5/8/2026), jagakampung.com – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Maluku pada Semester I Tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang positif.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, nilai ekspor Maluku selama Januari hingga Juni 2026 mencapai US$28,46 juta, atau meningkat 23,06 persen dibandingkan periode yang sama Tahun 2025.

Seluruh ekspor tersebut berasal dari komoditas nonmigas. Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik capaian tersebut sebagai sinyal positif terhadap penguatan perekonomian daerah. Peningkatan ekspor dinilai merupakan hasil sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, eksportir, serta instansi teknis dalam memperkuat daya saing komoditas unggulan Maluku di pasar internasional.

Berita Lainya :  Tak Yakin Edy Rahmayadi Bakal Diusung, PDIP Sumut: Gerindra Tunggu Saja, Gak Usah Gelisah

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Dr. Achmad Jais Ely, S.T., M.Si, mengatakan bahwa pertumbuhan ekspor ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi daerah yang diusung Pemerintah Provinsi Maluku melalui SAPTA CITA LAWAMENA, yaitu memperkuat sektor riil, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan memperluas akses pasar ekspor.

“Capaian ini menunjukkan bahwa produk-produk unggulan Maluku semakin mampu bersaing di pasar internasional. Pemerintah Provinsi akan terus memperkuat pembinaan eksportir, meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta menghadirkan kemudahan layanan melalui Pojok Layanan LAWAMENA sebagai pusat layanan ekspor terpadu,” ujar Dr. Achmad Jais Ely, ST., M.Si.

Berita Lainya :  Pemdes dan Tokoh Masyarakat Berkolaborasi dengan Kodim1513/SBB Lakukan Penanaman Jagung Perdana di Hatusua

Berdasarkan data BPS, Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor Maluku dengan nilai US$26,82 juta atau 94,24 persen dari total ekspor, disusul Hong Kong sebesar US$1,64 juta atau 5,76 persen.

Selain itu, komoditas asal Maluku yang diekspor melalui pelabuhan di luar Provinsi Maluku juga meningkat 26,54 persen menjadi US$14,85 juta.

Komoditas tersebut didominasi oleh perhiasan dan permata, serta ikan dan udang, yang merupakan sektor unggulan daerah.

Meski nilai ekspor pada Juni 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, Pemerintah Provinsi Maluku menilai kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh pola pengapalan dan siklus perdagangan internasional, sehingga tidak mengubah tren pertumbuhan ekspor secara kumulatif selama Semester I 2026.

Berita Lainya :  Jembatan Air Buaya Dibenahi, Akses Lalulintas Tiga Kabupaten Mulai Lancar

Ke depan, Pemerintah Provinsi Maluku akan terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, Karantina, BPS, KADIN, dan para pelaku usaha untuk memperluas negara tujuan ekspor, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, serta mendorong lahirnya eksportir baru dari Maluku.

Dengan tren pertumbuhan yang positif tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku optimistis sektor ekspor akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung terwujudnya visi “LAWAMENA Par Maluku Pung Bae.” (Nicko Kastanja)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News