33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Jadi Barometer Baru Sepatu Roda Nasional, Bekasi Open 2026 Resmi Dibuka

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Ajang bergengsi kejuaraan nasional sepatu roda yang sempat vakum selama dua tahun terakhir, Bekasi Open 2026 resmi dibuka pada Kamis (9/4/2026). Acara tersebut berlangsung di Venue Bekasi Internasional Track Arena Sepatu Roda yang berlokasi di Komplek Stadion Candrabaga Kota Bekasi.

Pembukaan acara ini dilakukan oleh Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, Muhammad Luthfi Firmansyah, yang hadir mewakili langsung Wali Kota Bekasi. Dalam seremoni yang berlangsung khidmat, Luthfi membuka kejuaraan tersebut di hadapan para atlet, ofisial, serta tamu undangan yang memadati arena.

Dok Foto. Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kota Bekasi, Muhammad Luthfi Firmansyah (batik) saat membuka kejuaraan nasional sepatu roda Bekasi Open 2026.

Mengawali sambutannya, Luthfi menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada panitia serta Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Pengcab Porserosi) Kota Bekasi atas terselenggaranya kejuaraan ini. Dalam kesempatan itu, ia juga menuturkan harapan agar keramahan Kota Bekasi dapat dirasakan sekaligus membekas bagi seluruh peserta yang hadir.

“Hadirin sekalian, dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kejuaraan nasional sepatu roda Piala Wali Kota Bekasi Open tahun 2026 dengan ini resmi saya nyatakan dibuka,” ujar Luthfi saat membuka kejuaraan tersebut.

Usai membuka kejuaraan, Luthfi menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dispora mendukung penuh penyelenggaraan Bekasi Open 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). “Pada prinsipnya kami sangat mendukung kejuaraan ini. Apalagi dalam waktu dekat kita akan menghadapi Porprov, sehingga kegiatan ini menjadi ajang uji coba, baik dari sisi atlet maupun sarana dan prasarana,” ujarnya.

Berita Lainya :  Kapolres Metro Jakarta Utara Laksanakan Salat Subuh Berjamaah di Masjid Al-Mukhlish, Tanjung Priok

Selain itu, Luthfi menjelaskan, penggunaan venue yang baru selesai dibangun juga menjadi momentum untuk mengukur kesiapan fasilitas dalam mendukung event olahraga. “Track ini baru diserahterimakan pada Desember 2025, sehingga ini menjadi event resmi pertama sekaligus uji coba penggunaan fasilitas,” jelasnya.

Pemkot Bekasi berharap agar kejuaraan seperti Bekasi Open dapat terus menjadi wadah pembinaan atlet, sehingga mampu melahirkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi. “Kami ingin dari Kota Bekasi ini lahir atlet-atlet yang bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.

Dok Foto. Velix Vernando Wanggai, Ketua Umum PB Porserosi masa bakti 2025–2029, memberikan apresiasi dan pandangan terkait pelaksanaan Bekasi Open 2026.

Dalam laporan panitia yang disampaikan pada pembukaan, Ketua Pengcab Porserosi Kota Bekasi, Ubaidillah, menyebut Bekasi Open 2026 menjadi edisi kedelapan sejak pertama kali digelar pada 2016. Event tersebut sempat beberapa kali tidak dilaksanakan, di antaranya pada masa pandemi COVID-19 serta dalam dua tahun terakhir akibat pembangunan venue sepatu roda.

Kembalinya ajang ini sekaligus menjadi momentum pemanfaatan fasilitas baru. Pada pelaksanaan Bekasi Open 2026, tercatat sekitar 984 peserta dari 66 klub se-Indonesia yang berasal dari 11 provinsi turut ambil bagian di Kota Bekasi.

Berita Lainya :  Patroli KRYD Polsek Metro Penjaringan Sisir Titik Rawan, Cegah Tawuran dan Kejahatan Jalanan

“Alhamdulillah, kami mengapresiasi Pemerintah Kota Bekasi yang telah mempersembahkan venue sepatu roda semegah ini. Kami berharap dari sini akan lahir atlet-atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun dunia,” ucapnya.

Ubaidillah pun mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para perintis yang telah membangun dan mengembangkan Bekasi Open sejak awal, di antaranya Hartopo, Bang Iyan, Ir. Iswanti (Ketua pertama Pengcab Porserosi Kota Bekasi), serta Dede Kusmana yang turut berperan dalam membangun fondasi olahraga sepatu roda di daerah tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (Ketum PB) Porserosi masa bakti 2025–2029, Velix Vernando Wanggai, turut memberikan pandangan terkait pelaksanaan Bekasi Open 2026. Keberadaan Bekasi International Track Arena dinilai sebagai salah satu fasilitas terbaik cabang olahraga sepatu roda di Indonesia, khususnya untuk kategori lintasan outdoor.

Menurutnya, secara indikator teknis, kualitas lintasan berpengaruh terhadap performa dan rasa percaya diri atlet saat berlatih maupun bertanding, termasuk kecepatan yang dapat terukur dalam hitungan detik. “Dengan sarana yang baik, akan muncul rasa percaya diri atlet, pelatih, dan keselamatan yang lebih terjamin. Kalau dihitung, fasilitas yang baik bisa berkontribusi sekitar 40–50 persen terhadap peningkatan prestasi, terutama dari sisi kecepatan dan kenyamanan,” urainya.

Berita Lainya :  Wakapolres Metro Jakarta Utara Sosialisasikan "Mudik Aman, Keluarga Nyaman" dalam Program Minggu Kasih di Gereja HKBP Warakas

Velix juga menyoroti, kejuaraan Bekasi Open telah melahirkan banyak talenta muda dari berbagai daerah. Tidak hanya menjadi kompetisi perebutan medali, tetapi juga bagian dari proses panjang pembinaan atlet sejak usia dini.

Selain aspek kompetisi, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas pihak, termasuk dukungan sponsor dan penguatan jalur prestasi melalui sertifikasi yang terintegrasi dengan dunia pendidikan. Sejumlah atlet yang dibina sejak usia dini, lanjutnya, bahkan telah menembus pendidikan tinggi melalui jalur prestasi.

Dok Foto. Rangkaian pembukaan Bekasi Open 2026, sejumlah pengurus Porserosi melakukan foto bersama dengan sejumlah atlet sepatu roda.

“Contohnya ada atlet dari Jawa Tengah yang kami lihat sejak kecil di Bekasi, dan sekarang sudah masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi,” terangnya.

Ke depan, PB Porserosi berencana mengembangkan sistem kompetisi nasional terstruktur melalui konsep Indonesian Roller Skate Series, dengan menjadikan Bekasi Open sebagai salah satu seri utama dalam kalender nasional.

Velix juga menilai Bekasi Open telah memenuhi tiga indikator penting sebagai ajang berskala nasional, yakni kualitas venue, konsistensi penyelenggaraan, serta tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah. (Andrew)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News