33.7 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Salak Busuk Masih Ditemukan, Pihak SPPG dan Lurah Jakasampurna Tegaskan Perbaikan MBG

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Menyusul ditemukannya kembali buah salak yang busuk pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Cendana 14 Kelurahan Jakasampurna, Dessy Natalia akhirnya angkat bicara pada Selasa (3/3/2026).

Kali ini, temuan tersebut diunggah oleh salah satu orang tua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jakasampurna X, melalui sebuah video di media sosial. “Memprihatinkan MBG SD Jakasampurna sepuluh, lihat tuh cuma kayak begini. Salaknya juga tuh, ya Allah pada busuk ini ya kan. Mana bocah lagi pada puasa, di kasih tahu—tempe garing, ya ampun katanya bergizi,” sindirnya singkat.

Menanggapi kejadian ini, Dessy menyampaikan, penyusunan menu MBG selama bulan Ramadhan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap dapur SPPG. Mulai dari kualitas makanan yang dapat bertahan kurang lebih selama 12 jam, sampai variasi menu agar makanan yang dibagikan tetap sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Terkait buah yang tidak layak konsumsi pada hari itu, ia mengatakan kondisi ini bukan hanya terjadi pada bulan Ramadhan. “Sejak masih ada ompreng, kalau kondisi seperti itu langsung kami antarkan penggantinya,” kata Dessy kepada wartawan di kantornya.

Berita Lainya :  Di Tengah Sorotan Media, Aktivis Lambar Ungkap Kontribusi Nyata PT Star Energy: Buka Lapangan Kerja dan Bangun Infrastruktur Lokal

Kayak tadi, sambung Dessy lebih jauh, “ada beberapa yang busuk, kami langsung antarkan lagi ke sekolah untuk menggantikan yang busuk,” imbuhnya.

Sedangkan untuk setiap kualitas makanan dalam menu MBG, Dessy memaparkan prosesnya telah melalui tahap sejenis pengujian ketahanan makanan. Seperti tahu goreng isi bakso yang menjadi menu MBG di hari tersebut.

“Jadi sebelum kita membuatnya, kita test food dulu—kita buat, tahan gak ya? Nah, itu sudah di test food. Karena ini juga menjadi menu untuk kemarin di posyandu dan bertahan tahunya masih dalam keadaan baik,” paparnya.

Melalui tahapan seperti itu, Kepala SPPG menjamin bahwa menu MBG masih dapat dikonsumsi sampai dengan waktu berbuka puasa tiba.

Selain itu, variasi menu MBG turut menjadi perhatian pihak SPPG menyusul berbagai saran dari orang tua murid. “Dari saran orang tua sih makanan-makanan yang memang familiar. Sebenarnya kalau mau mudah kan bisa kasih biscuit, tapi sesuai aturan itu tidak diperbolehkan. Jadi, itu menjadi salah satu tantangan untuk Ramadhan ini juga,” ucap Dessy.

Dok Foto. Tampak salah satu SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang ada di wilayah Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat.

Berdasarkan penjelasan Dessy, soal menu MBG yang sempat dikeluhkan sejumlah orang tua murid SDN Jakasampurna IV sebelumnya sudah diselesaikan melalui jalur mediasi di Kantor Kelurahan Jakasampurna pada Kamis lalu (26/2).

Berita Lainya :  Polsek Cilincing Bagikan 30 Paket Sembako Lewat Program Jumat Peduli, Perkuat Kedekatan dengan Warga

Pada kesempatan itu, pihak SPPG yang dihadiri Dessy secara langsung menyebutkan mediasi berjalan baik dan menerima kritik dari orang tua murid. Dan kedua belah pihak sepakat melakukan evaluasi bersama.

“Mungkin tantangannya adalah makanan yang harus bertahan lebih dari 12 jam, karena memang untuk berbuka puasa. Jadi, kita harus cari menu yang benar-benar tahan tapi tetap bervariasi,” jelasnya.

Bahkan, penegasan terkait evaluasi internal dapur SPPG juga disampaikan saat mediasi berlangsung. “Sudah saat itu, dan kami belanja—ordernya harus satu minggu. Jadi, kami baru bisa evaluasi besarannya itu di hari Senin kemarin,” tegasnya.

Terkait jumlah item dalam menu MBG, Dessy menerangkan, terdapat porsi besar dan porsi kecil. “Porsi besar dan porsi kecil memang berbeda anggarannya. Kami juga memiliki surat edaran khusus untuk mengatur menu selama Ramadhan. Sistemnya harian dan baru dirapel saat sekolah libur,” terangnya.

Ia mengungkapkan, rapel maksimal ada di per tiga hari. Namun, masih ada juga SPPG yang menggabungkan distribusi hingga tiga hari sekaligus.

“Ini salah satu tantangannya dibandingkan dengan standar (red — SPPG) yang lain, kami hanya memberikan harian saja untuk sekali makan,” ungkapnya.

Berita Lainya :  Patroli Jalan Kaki Polsek Pademangan Perketat Pengawasan di Kawasan Budi Mulia

Agar tidak ada ketimpangan, porsi kecil dibuat menjadi empat menu dan porsi besar lima menu per hari. Secara rinci Dessy membeberkan, porsi kecil nilai anggarannya mencapai Rp8.000 dan porsi besar Rp10.000 yang berlaku untuk sekali makan.

“Itulah langkah kami minggu ini, semua per-hari tanpa rapel sesuai surat edaran di bulan Ramadhan,” pungkasnya.

Sementara itu secara terpisah, Lurah Jakasampurna, Muhammad Wildan Nuky Fahmi, menuturkan pihak SPPG tetap berkomitmen memperbaiki pelayanan MBG dan menampung semua keluhan. “Mereka siap menerima masukan dan segera menindaklanjuti jika ada yang kurang. Kami dari kelurahan juga membantu menyalurkan laporan masyarakat agar masalah serupa tidak terulang,” ujarnya.

Meski pengawasan harian ke seluruh dapur SPPG tidak memungkinkan, pemantauan tetap dilakukan secara berkala, termasuk pengecekan proses pengolahan makanan.

Wildan menambahkan, koordinasi antara dapur SPPG dan kelurahan menjadi kunci agar menu MBG tetap berkualitas, aman, dan bergizi, “Yang penting, setiap keluhan diterima dan langsung ditindaklanjuti. Dengan begitu, warga dan sekolah bisa tetap yakin menu MBG aman dan layak dikonsumsi,” tandasnya. (Andrew)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News