30.3 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Inilah Siaran Pers IPW Terkait Serangan Ke Mabes POLRI

Jagakampung.com, Jakarta -Serangan teror ke markas besar Polri atau 150 meter dari ruang kerja Kapolri Sigit adalah show of forcenya bos teroris untuk menunjukkan bahwa ada fenomena baru dalam aksi teror yang akan mereka mainkan ke depan.

Untuk itu Indonesian Police Watch (IPW) berharap Polri mencermati fenomena ini. Dalam fenomena itu bos teroris ingin menunjukkan dua hal kepada publik ;
1. Kelompok teroris kini punya pasukan khusus, pasukan “Inong baleh”. Sama seperti saat pasukan GAM disisir habis oleh Polri dan TNI di era konflik Aceh, mereka mengedepankan pasukan perempuan atau “Inong baleh”. Kelompok teroris sepertinya meniru apa yang dilakukan GAM, saat para teroris disisir habis oleh Polri, kini mereka menurunkan pasukan perempuan (Inong Baleh). Setelah serangan di gereja di Makassar, pasukan “Inong baleh” masuk ke jantung Polri dan melakukan serangan yang mengagetkan dari dalam komplek Mabes Polri.

Berita Lainya :  AKABRI 1999 Melaksanakan Vaksinasi dan Renovasi Madrasah Raudatussibiyan di Wilayah Hukum Polsek Tambelang untuk Memwujudkan 100% Kekebalan Komunal

2. Bos teroris ingin menunjukkan bahwa pasukan “Inong baleh” mereka lebih nekat. Dengan kemampuan seadanya dan tanpa paham “medan pertempuran” pasukan Inong baleh teroris  nekat melakukan serangan dari dalam Mabes Polri. Teroris menunjukkan teori baru, serangan tidak dari luar tapi dari dalam. Para teroris ingin menunjukkan ke publik bahwa inilah pertama kali dalam sejarah bahwa Mabes Polri bisa diserang teroris dari dalam. Para teroris ingin menunjukkan betapa lemahnya sistem keamanan Mabes Polri di era Kapolri Sigit. Di saat Polri sedang sibuk melakukan penggerebekan ke sarang teroris di berbagai tempat justru markas besarnya malah kebobolan dari dalam.

Berita Lainya :  Gelar Latbakjatri TW 1 TA.2023, Dandim 0510/Tigaraksa : Jadilah Prajurit Profesional, Mahir Menembak Walau Bertugas Disatuan Teritorial

IPW menilai, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri masih dalam tingkatan peringatan atau ujicoba bahwa akan ada serangan besar yang akan dilakukan bos teroris. Untuk itu Polri harus segera mencari dan menangkap bos teroris itu. Sebab bagaimana pun, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri ada pihak yang mengendalikan dan tidak mungkin pelaku bekerja sendiri.

Dalam kasus serangan di Mabes Polri, pihak kepolisian perlu menjelaskan, apa jenis senjata yang digunakan pelaku, benarkah Air Soft Gun. Benarkah pelaku berhasil melepaskan enam tembakan. Bagaimana senjata itu bisa masuk ke dalam Mabes Polri. Dengan siapa pelaku bertemu di dalam Mabes Polri sehingga pelaku bisa mendapatkan senjata dan melakukan serangan dari dalam. Melihat mulusnya strategi serangan di Mabes Polri ini bukan mustahil kelompok teror ini sedang menyiapkan serangan baru yang lebih besar. Inilah yang perlu diantisipasi semua pihak agar rencana serangan itu bisa dipatahkan. IPW menilai serangan ini tak terlepas dari dendam kesumat kelompok teror terhadap kasus penembakan di Km 50 tol Cikampek yang hingga kini belum selesai penanganannya.

Berita Lainya :  Gunakan Materi SKKK, 6 Wartawan Senior Beri Pelatihan Jurnalistik

Neta S Pane
Ketua Presidium Ind Police Watch

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News