30 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
spot_img

Disperkimtan Kota Bekasi Kebut Pembangunan 234 Septic Tank Senilai Hampir Rp 2 Miliar

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi terus mempercepat pelaksanaan program pengelolaan air limbah domestik setempat pada tahun anggaran 2025. Hingga kini, progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 70 persen.

Fungsional Penata Kelola Teknik Lingkungan Ahli Muda Disperkimtan Kota Bekasi, Yuyun Retno Winarningsih, mengatakan program ini difokuskan pada pembangunan septic tank individual bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Karena keterbatasan lahan di Kota Bekasi, pengusulan kegiatan sanitasi lebih diarahkan pada pembangunan septic tank individual,” kata Yuyun saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/12/2025).

Dok Foto. Yuyun Retno Winarningsih, Fungsional Penata Kelola Lingkungan Ahli Muda Disperkimtan Kota Bekasi saat memberikan penjelasan kepada media ini terkait pembangunan septic tank yang memakai anggaran DAK tahun 2025 di ruang kerjanya.

Yuyun menjelaskan, pembangunan septic tank individual itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan status Open Defecation Free (ODF) yang sudah dideklarasikan pada seluruh wilayah di Kota Bekasi. Meski demikian, masih sekitar 0,3 persen rumah tangga melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tertutup.

Berita Lainya :  Polsek Pademangan Gelar Patroli KRYD dan Razia Stasioner Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Sebab pembuangan limbah belum terhubung ke septic tank dan masih dialirkan ke saluran air. “BABS terbuka sudah tidak ada lagi. Yang tersisa ini jumlahnya kecil dan sedang kami tangani secara bertahap. Targetnya seluruh warga Kota Bekasi dapat terlayani sanitasi layak sebelum 2030,” jelasnya.

Pada tahun anggaran 2025 ini, Disperkimtan melaksanakan pembangunan sebanyak 234 unit septic tank individual yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang sanitasi. Program itu tersebar di empat kelurahan, yakni Kelurahan Bekasi Jaya 58 unit, Kelurahan Jatiluhur 58 unit, Kelurahan Jakamulya 60 unit, serta Kelurahan Teluk Pucung 58 unit.

Terkait nilai anggaran, Yuyun memaparkan alokasi dana di masing-masing kelurahan relatif seragam. “Untuk kelurahan dengan 58 unit septic tank, nilai anggarannya sekitar Rp493 juta. Sementara Kelurahan Jakamulya yang menerima 60 unit, dialokasikan sekitar Rp510 juta,” paparnya.

Menurut Yuyun, seluruh lokasi pekerjaan saat ini telah memasuki tahap ketiga secara fisik. Sedangkan pencairan anggaran masih menunggu hasil review Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). “Secara fisik dan administrasi sudah kami koreksi bersama Inspektorat. Pembayaran tetap dilakukan setelah review APIP (red — Senin pekan depan) tahap ketiga selesai,” tandasnya.

Berita Lainya :  Relawan Ucapkan Selamat dan Sukes Untuk Arinal Djunaidi, Kembali di Rekomendasikan Partai Golkar

Sementara itu, pelaksanaan program di tingkat kelurahan juga mendapat respons positif dari masyarakat.

Koordinator Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kelurahan Jatiluhur, Suharto, menyebutkan pembangunan septic tank di wilayahnya masih berjalan. “Di Kelurahan Jatiluhur total ada 58 unit,” ucap Suharto saat ditemui sebelumnya pada salah satu lokasi pekerjaan di wilayah RW 011 Kelurahan Jatiluhur.

Tahap pertama, lanjut Koordinator KSM Kelurahan Jatiluhur menambahkan, “sudah selesai 15 unit, sekarang tahap kedua 26 unit, sisanya tinggal 16 unit lagi,” imbuhnya.

Ia menerangkan, anggaran kegiatan bersumber dari DAK Disperkimtan Kota Bekasi tahun 2025. Proses penentuan calon penerima manfaat ditetapkan melalui pendataan dan verifikasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, puskesmas, serta RT dan RW. “Didata dulu, lalu diverifikasi. Kebanyakan data dari puskesmas, ada juga dari RT dan RW,” terangnya.

Berita Lainya :  Polres Metro Jakarta Utara Tebar Kepedulian Lewat Bakti Sosial di Islamic Center Koja
Dok Foto. Sejumlah proses pembangunan septic tank di wilayah Kelurahan Jatiluhur.

Suharto mengungkapkan, mekanisme pencairan anggaran dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sebesar 25 persen, tahap kedua 45 persen, dan tahap ketiga sebesar 30 persen setelah laporan serta pekerjaan tahap sebelumnya dinyatakan selesai.

Antusiasme warga terhadap pemasangan septic tank masih terbilang tinggi dan melampaui kuota yang tersedia, “Kalau dilihat dari pendataan, masih ada di atas 20 rumah lagi yang membutuhkan. Totalnya masih di bawah 100, tapi kuota tahun ini sudah terpenuhi,” ungkapnya sekaligus mengakhiri.

Program tersebut diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang agar kebutuhan sanitasi warga yang belum terlayani dapat terpenuhi. (Andrew)

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News